Arsenal: Hanya Bisa Crossing Tanpa Mencetak Gol, Tanda Rindu Mesut Ozil?

Asad Arifin | 7 Desember 2020, 08:32
Mesut Ozil mendapat pelukan dari Mikel Arteta usai laga melawan Manchester United (2/1/2020) di Stadion Emirates. (c) Arsenal
Mesut Ozil mendapat pelukan dari Mikel Arteta usai laga melawan Manchester United (2/1/2020) di Stadion Emirates. (c) Arsenal

Bola.net - Arsenal mendapat kesulitan yang luar biasa saat berjumpa Tottenham. The Gunners gagal mencetak gol walau sepanjang laga melepas umpan crossing dengan jumlah yang sangat banyak.

Arsenal dan Tottenham berjumpa di pekan ke-11 Premier League, Minggu (6/12/2020) malam WIB. Laga Derbi London Utara digelar di Tottenham Stadium dan tuan rumah menang dengan skor 2-0.

Gol pertama Tottenham dicetak Son Heung-min pada menit ke-13. Lalu, gol kedua dicetak Harry Kane pada menit 45+1.

Arsenal kini berada di posisi ke-15 klasemen sementara dengan 13 poin. Sedangkan, Tottenham berada di puncak klasemen dengan 24 poin. The Lily White punya jumlah poin yang sama dengan Liverpool.

1 dari 2 halaman

Arsenal Hanya Bisa Crossing

Mikel Arteta memainkan Willian, Bukayo Saka, Alexander Lacazette, dan Pierre-Emeric Aubameyang secara bersamaan. Komposisi ini harusnya membuat Arsenal tampil sangat tajam dan berbahaya di lini depan.

Arsenal pun melepaskan 11 shots sepanjang laga. Jumlah yang cukup banyak, tetapi dengan konversi yang buruk. Sebab, Arsenal hanya melepas dua shots on target saja dari 11 kali upaya. Tentu saja, tidak ada gol tercipta.

Dengan Willian dan Saka di sisi sayap, Arsenal pun banyak melepas umpan crossing. Apalagi ada Hector Bellerin yang aktif membantu serangan. Arsenal melepas 44 crossing sepanjang laga.

Menurut Squawka, itu adalah rekor crossing paling banyak dalam satu laga pada musim 2020/2021.

Hanya saja, gempuran umpan crossing yang dibuat Arsenal tak cukup berarti. Hanya satu peluang berbahaya yang didapat dari situasi ini yakni ketika umpan crossing Bellerin disambut sundulan Lacazette.

2 dari 2 halaman

Arsenal Rindu Mesut Ozil?

Arsenal memang banyak bertumpu pada sisi sayap ketika menyerang. Maklum, mereka tidak punya pemain kreatif di lini tengah. Granit Xhaka dan Thomas Partey bukan tipe pemain yang punya kemampuan di depan kotak penalti lawan.

Sudah tidak punya playmaker dengan visi jempolan, Arsenal juga harus berjumpa Pierre-Emile Hojbjerg di lini tengah Tottenham. Gelandang 25 tahun tampil sangat kokoh dan tak pernah kalah duel [8 kali]. Arsenal pun mengalami kebuntuan di lini tengah.

Well, jika melihat peliknya masalah yang dihadapi Arsenal terkait kreator serangan, apakah The Gunners sudah rindu pada Mesut Ozil?

Sumber: Berbagai Sumber

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR