BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Apa Itu 'Furlough' dan Mengapa Liverpool Dikritik Habis-habisan karena Kebijakan Itu?

07-04-2020 00:14 | Yaumil Azis

Pemain Liverpool James Milner (kiri) dan Takumi Minamino tertunduk lesu setelah Alvaro Morata mencetak gol ketiga Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 Liga Champions di Anfield, Kamis (12/3/20) dini hari WIB. (c) AP Photo Pemain Liverpool James Milner (kiri) dan Takumi Minamino tertunduk lesu setelah Alvaro Morata mencetak gol ketiga Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 Liga Champions di Anfield, Kamis (12/3/20) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Kebijakan 'furlough' yang diambil oleh beberapa klub Premier League sedang menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Namun sebenarnya, apa sih maksud istilah 'furlough' tersebut?

Seperti yang diketahui, Premier League serta kompetisi lainnya harus mengalami penundaan hingga waktu yang tak bisa ditentukan. Alasannya adalah pandemi virus Corona yang sedang melanda berbagai negara.

Inggris pun merupakan salah satunya. Baru-baru ini, pihak pemerintah melakukan penutupan jaringan bisnis yang dianggap tak begitu penting bagi kelangsungan hidup. Ini dilakukan agar penyebaran virus tidak semakin menjadi-jadi.

Tentu saja, kebijakan itu bisa merugikan perusahaan. Oleh karenanya pihak pemerintah Inggris menerapkan inisiatif dengan menanggung 80 persen gaji karyawan perusahaan yang terdampak aturan ini.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 3 halaman

Tentang Furlough

Kebijakan ini dikenal dengan istilah 'furlough', atau secara harfiah berarti cuti. Pekerja diliburkan dan tetap mendapatkan gaji yang 80 persen di antaranya ditanggung pemerintah.

Tentu saja, pemerintah tidak serta merta melakukan 'donasi' kepada perusahaan tersebut. Uang itu berasal dari pemasukan yang telah diberikan perusahaan kepada negara.

Olahraga, termasuk sepakbola, merupakan salah satu dari sekian bidang bisnis yang dimaksud. Klub Premier League pun dipersilahkan untuk memutuskan akan ikut dalam kebijakan tersebut atau tidak.

2 dari 3 halaman

Tottenham Disoroti.

Newcastle United menjadi tim pertama yang masuk dalam kebijakan 'furlough' sejak tanggal 30 Maret. Pekerja seperti pemandu bakat dan pelatih akademi 'dicutikan' bersama pekerja toko dan staf pertandingan.

Klub lainnya, Tottenham, juga memilih untuk mengikuti kebijakan tersebut. Hal ini lantas mengundang kritikan dari berbagai kalangan karena sejumlah pemainnya digaji lebih dari 100 ribu pounds per pekan.

Ya, pesepakbola terutama yang mendapatkan bayaran besar tak ikut dalam skema 'furlough'. Tapi yang disayangkan adalah Tottenham sebenarnya bisa memangkas gaji pemain untuk membayar karyawannya ketimbang menerima bantuan dari pemerintah.

3 dari 3 halaman

Liverpool Dikritik

Yang membuat gempar adalah Liverpool. Kendati sukses mendulang keuntungan sebesar 42 juta pounds pada tahun lalu, mereka justru memutuskan untuk ikut dalam skema 'furlough'. Kritikan pun mengalir deras ke klub yang menjuarai Liga Champions musim lalu itu.

"Saya tidak tahu fans Liverpool mana yang tidak akan merasa jijik terhadap klub karena mencutikan stafnya. Itu benar-benar salah," ujar mantan striker Liverpool, Stan Collymore, di media sosial Twitter.

"Wahai fans sepakbola, furlough ada untuk staf bisnis kecil agar bisa mempertahankan bisnis kecil itu dari benturan!" pungkasnya.

Klub lain seperti Bournemouth dan Norwich City juga mengikuti skema 'furlough'. Sementara juara bertahan Premier League, Manchester City, memutuskan tidak ikut dalam kebijakan tersebut.

(Goal International)

KOMENTAR