Andai Pakai Sistem Agregat, yang Juara Premier League Harusnya Liverpool, Bukan Man City

Ari Prayoga | 24 Mei 2022, 04:10
Liverpool merayakan gol Sadio Mane ke gawang Wolverhampton di pekan ke-38 Premier League 2021-22 di Anfield, Minggu (22/05/2022). (c) AP Photo
Liverpool merayakan gol Sadio Mane ke gawang Wolverhampton di pekan ke-38 Premier League 2021-22 di Anfield, Minggu (22/05/2022). (c) AP Photo

Bola.net - Liverpool dipastikan kalah bersaing dari Manchester City dalam perebutan gelar juara Premier League 2021/22. Namun, ceritanya akan lain jika sistem lain yang digunakan.


Minggu (22/5/2022) kemarin, Liverpool nyaris bisa menyalip Manchester City di tabel klasemen ketika City di kandang sendiri malah sedang tertinggal 0-2 dari Aston Villa.

Namun, City secara luar biasa mencetak tiga gol dalam kurun waktu kurang lebih enam menit untuk membalikkan keadaan. Kemenangan The Reds atas Wolves pun menjadi tak ada artinya.

1 dari 3 halaman

Sistem Agregat

Meski demikian, Odds-Comparison menyebut Liverpool seharusnya bisa menjadi juara Premier League musim ini jika tabel klasemen dihitung menggunakan sistem agregat.

Sistem ini menggunakan skor akhir dari dua pertemuan setiap lawan. Artinya, hanya tiga poin yang tersedia dari setiap lawan, alih-alih enam seperti normalnya.

Jika menggunakan sistem ini, maka Liverpool lah yang berhak memuncaki klasemen akhir dengan perolehan poin 49, unggul dua angka dari Manchester City.

2 dari 3 halaman

Klasemen Versi Sistem Agregat

1. Liverpool - 49 points

2. Manchester City - 47

3. Tottenham Hotspur - 42

4. Arsenal - 38

5. Chelsea - 36

6. Leicester City - 31

7. Aston Villa - 30

8. Brentford - 30

9. Manchester United - 27

10. Newcastle United - 27

11. Crystal Palace - 26

12. Brighton - 26

13. West Ham - 25

14. Everton - 22

15. Leeds - 20

16. Wolves - 19

17. Burnley - 16

18. Southampton - 15

19. Watford - 11

20. Norwich City - 11.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR