BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Analisis: Liverpool Untung, Arsenal Kalah karena Emery Salah?

26-08-2019 11:40 | Richard Andreas

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp bersalaman dengan Pelatih Arsenal, Unai Emery (c) AP Photo
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp bersalaman dengan Pelatih Arsenal, Unai Emery (c) AP Photo

Bola.net - Arsenal tidak berdaya menghadapi Liverpool pada laga lanjutan Premier League, Sabtu (24/8/2019) lalu. Melawat ke Anfield, The Gunners pulang dengan tangan hampa usai menelan kekalahan 1-3.

Kekalahan itu tidak terlalu mengejutkan. Liverpool memang tampil begitu dominan sepanjang laga dengan 25 tembakan. Arsenal, di sisi lain, hanya bisa menorehkan 9 tembakan.

Perbedaan signifikan ini disinyalir terjadi karena perubahan taktik Unai Emery. Entah mengapa, Emery menerapkan formasi 4-4-2 diamond pada pertandingan tersebut. Padahal, sepanjang pramusim Arsenal selalu bermain dengan 4-3-3.

Perubahan ekstrem ini tentu membuat Arsenal tak berdaya mengatasi kekuatan utama Liverpool. Mengapa begitu? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2 halaman

Perubahan Arsenal

Analis Premier League, Danny Murphy yakin perubahan Arsenal ini justru membuat mereka tak berdaya menghadapi Liverpool. Perubahan ini justru mempertegas kelemahan The Gunners dan menguntungkan The Reds.

"Saya mendukung percobaan beberapa taktik berbeda tetapi masalahnya di sini adalah para pemain Arsenal tidak terlihat sudah pernah menerapkan taktik ini," buka Murphy kepada Daily Mail.

"Saya tahu dari pengalaman bahwa taktik ini membutuhkan pemahaman bagus di antara rekan satu tim dan kesadaran atas kekuatan dan kelemahan lawan."

2 dari 2 halaman

Sisi Sayap Terekspos

Salah satu kekuatan utama Liverpool terletak di kedua sisi sayap mereka. Jadi, taktik 4-4-2 diamond Arsenal justru membuat sisi sayap terbuka lebar. Arsenal bermain terlalu sempit.

"Salah satu kekuatan utama Liverpool yang bakal disetujui banyak orang ada di bek-bek sayap mereka. Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson, yang layak dianggap sebagai pasangan terbaik di Eropa," imbuh Murphy.

"Dengan demikian, karena bermain begitu sempit dengan formasi diamond, Arsenal justru menyuguhkan kelemahan mereka kepada Liverpool," tandasnya.

Sumber: Daily Mail

KOMENTAR