BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

6 Masalah Pelik Dialami Manchester United: Bukan Salah Solskjaer Soerang!

11-12-2020 15:46 | Asad Arifin

Ole Gunnar Solskjaer duduk di bangku cadangan Old Trafford (c) AP Photo Ole Gunnar Solskjaer duduk di bangku cadangan Old Trafford (c) AP Photo

Bola.net - Ole Gunnar Solskjaer kini ditunjuk sebagai yang paling bertanggung jawab atas kegagalan Manchester United di Liga Champions. Namun, jika ditelisik lebih jauh, Solskjaer bukan satu-satunya faktor yang membuat United tampil buruk.

Di beberapa musim terakhir Man United berulangkali melakukan pergantian pelatih. Belanja pemain yang mereka lakukan seringkali blunder. David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho dibuat kapok menukangi Red Devils. Ketiganya lengser dari kursi manajer dengan cara yang tak menggenakkan.

Kini, Ole Gunnar Solskjaer di ambang pintu keluar. Kegagalan Manchester United lolos dari fase grup Liga Champions membuatnya di ujung tanduk.

Pelatih asal Norwegia tersebut disebut-sebut mulai kehilangan kepercayaan dari pemain.

Seperti dilansir Manchester Evening News, sejumlah pemain Man Utd merasa Solskjaer yang harus disalahkan atas bentuk variabel mereka musim ini.

Solskjaer menjadi manajer pertama yang kalah dalam enam dari 10 pertandingan pertama mereka di Liga Champions. Ia juga harus bertanggung jawab saat MU menepi dari pentas kompetisi disingkirkan RB Leipzig.

Apa sebenarnya terjadi di Manchester United? Prahara yang terjadi pada Ole seperti deja vu, mirip-mirip kondisi pelatih-pelatih sebelumnya. Berikut ini deretan masalah yang terjadi di klub pengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu.

1 dari 6 halaman

Status Legenda Saja Tak Cukup

Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer (c) AP Photo Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer (c) AP Photo

Banyak yang menilai status Ole Gunnar Solskjaer sebagai mantan pemain Manchester United yang sangat populer memberinya jalan mudah di Old Trafford. Tapi, itu justru jadi bumerang.

Pada akhirnya bekal nama besar di masa lalu tak berguna. Ia yang masih minim jam terbang kesulitan meramu skuat Manchester United.

"Ole akan kehilangan pekerjaannya karena bekerja dengan kelompok pemain ini," kata pundit Sky Sports, Roy Keane.

Sementara itu Rio Ferdinand menilai situasi ruang ganti MU kurang harmonis.

"Saya harap Ole mengatakan kepada para pemainnya bahwa mereka mempermalukannya. Saya harap dia sangat bersemangat di ruang ganti karena para pemain itu membutuhkan suntikan semangat," kata pundit BT Sport itu.

2 dari 6 halaman

Manajemen Bobrok

Ekspresi pemain Manchester United usai kebobolan dari RB Leipzig (c) UEFA Ekspresi pemain Manchester United usai kebobolan dari RB Leipzig (c) UEFA

Beberapa pundit dan eks pemain menilai masalah Manchester United cukup kompleks. Mulai dari lini belakang, kemudian taktik yang buruk, kesalahan individu, hingga perekrutan pemain yang dianggap gagal.

Harry Maguire sedang berjuang untuk meningkatkan performanya musim ini. Sementara, Paul Pogba terus membuat frustrasi. Perekrutan yang tak sesuai juga jadi penyebabnya.

Manajemen juga selalu menjadi sasaran kritik sejak era kepelatihan Sir Alex Ferguson berakhir. Pemilik klub, yakni Keluarga Glazer, disebut bertanggung jawab atas naiknya jumlah utang Manchester United.

Keluarga Glazer juga kerap dikritik karena pelit dalam hal mengeluarkan uang untuk membeli pemain bintang. Selain itu, absennya sosok direktur sepak bola membuat situasinya jadi lebih buruk.

Selain itu, United dinilai tak memiliki sosok yang benar-benar ditakuti pemain. "Saya rasa para pemain butuh seseorang yang harus mereka takuti," kata eks striker Manchester United, Wayne Rooney.

3 dari 6 halaman

Pemain Mulai Kehilangan Kepercayaan

Selebrasi skuat Manchester United saat melawan RB Leipzig di matchday 2 Liga Champions 2020-21 di Old Trafford, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB. (c) AP Photo Selebrasi skuat Manchester United saat melawan RB Leipzig di matchday 2 Liga Champions 2020-21 di Old Trafford, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB. (c) AP Photo

Beberapa pemain Manchester United dikabarkan sudah kehilangan kepercayaan terhadap Solskjaer. Mereka meyakini Solskjaer merupakan sumber dari masalah yang dihadapi MU akhir-akhir ini.

Menurut Manchester Evening News, para pemain tersebut meyakini Solskjaer yang harus disalahkan atas laju MU yang jauh dari mulus.

Media tersebut tidak menyebutkan dengan detail siapa-siapa saja pemain yang mulai meragukan kapasitas Solskjaer. Yang jelas, beberapa nama pelatih, satu di antaranya Mauricio Pochettino, mulai kembali disebut-sebut sebagai calon pengganti Solskjaer.

4 dari 6 halaman

Racun Bernama Paul Pogba

Ekspresi gelandang Manchester United, Paul Pogba, setelah melanggar pemain Arsenal, Hector Bellerin, dalam laga lanjutan Premier League hari Minggu (1/11/2020). (c) AP Photo Ekspresi gelandang Manchester United, Paul Pogba, setelah melanggar pemain Arsenal, Hector Bellerin, dalam laga lanjutan Premier League hari Minggu (1/11/2020). (c) AP Photo

Sejumlah pemain di Manchester United menuntut supaya klub segera membuat keputusan soal Pogba, apakah mempertahankan atau melepasnya. Tuntutan itu terkait dengan pernyataan agen Pogba, Mino Raiola, yang mengatakan waktu sang pemain di Old Trafford sudah habis dan ingin hengkang pada musim panas 2021.

Manchester Evening News menyatakan Pogba masih menjadi sosok populer di Old Trafford, klub seharusnya tidak menghalangi keinginannya untuk pergi.

Menurut kabar terbaru, anggota dewan Manchester United mulai bisa menerima ide untuk menjual Pogba pada akhir musim. Setan Merah baru-baru ini mengaktifkan opsi 12 bulan untuk Pogba, memperpanjang kontraknya hingga 2022.

Menahan pemain yang sudah tak kerasan ibarat memelihara racun. Ia menularkan virus negatif ke seluruh awak tim. Pilihan menjual Paul Pogba dinilai sebagai solusi terbaik.

5 dari 6 halaman

Tidak Cukup Berani Mencadangkan Pemain

David De Gea mengalami cedera saat Manchester United berjumpa Southampton (c) AP Photo David De Gea mengalami cedera saat Manchester United berjumpa Southampton (c) AP Photo

Sejumlah pemain Manchester United mempertontonkan penampilan yang teruk musim ini. Ironisnya, Ole tetap saja memberi mereka kesempatan bermain.

Ambil contoh bek sekaligus kapten United, Harry Maguire. Ia kerap melakukan blunder fatal dalam banyak laga. Sosok mantan pemain Leicester City itu juga dinilai gagal sebagai sosok pemimpin bagi rekan-rekannya.

"Bagaimana para pemain mau mendengarkannya, ekspresi wajahnya cengeng. Ia seorang kapten lho!" ucap Roy Keane saat mengulas kekalahan menyakitkan Setan Merah dari Tottenham Hotspur.

Di sisi lain beberapa awak kunci tim juga menuntut Solskjaer mengambil langkah untuk mencadangkan David De Gea.

Sejumlah pemain meyakini Dean Henderson harus mendapat kesempatan bermain lebih banyak. Kiper asal Inggris itu sudah menjalani debut sebagai starter di Premier League pada akhir pekan lalu. Beberapa bintang MU berharap Henderson terus mendapat dipasang di starting XI.

6 dari 6 halaman

Manajemen yang Tak Sejalan dengan Visi Pelatih

Manajer Tottenham, Jose Mourinho (c) AP Photo Manajer Tottenham, Jose Mourinho (c) AP Photo

Jose Mourinho dalam banyak sesi wawancara berulangkali berujar bahwa dirinya tak bisa maksimal karena kurangnya dukungan dari hierarki manajemen. "Saya tidak mendapat dukungan yang memadai," kata pelatih asal Portugal tersebut yang kini terbukti tokcer mengantar Tottenham Hotspur jadi pemuncak klasemen sementara Premier League.

Pernyataan Jose mengacu kepada manajemen yang sering tak sejalan dalam mengambil kebijakan berkaitan dengan pemain. Sebagai pelatih, Jose tak leluasa merombak tim karena manajemen tak jago negosiasi di bursa transfer.

Manajemen Man United sejatinya tak pelit mengeluarkan uang, hanya saja banyak pemain rerkrutan mereka yang seringkali bukan sosok ideal yang diingkan pelatih.

Manajemen klub juga dinilai sering terlalu memanjakan pemain. Pelatih tak mendapat dukungan saat terjadi konflik. "Tim di atas segalanya, semestinya tak ada pemain atau pelatih yang lebih hebat daripada klubnya sendiri,"papar Jose Mourinho.

Sumber: Teamtalk, Manchester Evening News, BBC, Sky Sports

Disadur dari Bola.com (Penulis: Ario Yosia, 11 Desember 2020)

KOMENTAR