5 Pelajaran Laga Manchester United vs Arsenal: Gol Aneh, Wasitnya? Sama

Yaumil Azis | 3 Desember 2021, 06:13
Pemain Manchester United, Cristiano Ronaldo, merayakan golnya ke gawang Arsenal dalam laga lanjutan Premier League hari Jumat (3/12/2021). (c) AP Photo
Pemain Manchester United, Cristiano Ronaldo, merayakan golnya ke gawang Arsenal dalam laga lanjutan Premier League hari Jumat (3/12/2021). (c) AP Photo

Bola.net - Laga pekan ke-14 Premier League yang mempertemukan dua raksasa Inggris, Manchester United dan Arsenal, di Old Trafford hari Jumat (3/12/2021) berlangsung sengit. Pemenangnya adalah the Red Devils dengan skor tipis 3-2.


Kemenangan hampir menjadi milik Arsenal, yang unggul lebih dulu lewat gol Emile Smith Rowe di menit ke-13. Untungnya Manchester United mampu membalas melalui gol dari Bruno Fernandes sebelum babak pertama usai.

Pertandingan jadi semakin seru di babak kedua. Manchester United berbalik unggul pada menit ke-52 setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol, namun Martin Odegaard membuat kedudukan kembali imbang dua menit berselang.

Pada akhirnya, Manchester United keluar sebagai pemenang. Ronaldo membukukan gol keduanya lewat eksekusi penalti pada menit ke-70 dan Arsenal tak mampu menyamakan skor sampai wasit meniupkan peluit panjang.

Ada lima pelajaran penting yang Bolaneters bisa petik dari duel ini. Scroll ke bawah untuk mengetahui informasi lengkapnya!

1 dari 5 halaman

Gol yang Aneh

Manchester United vs Arsenal. (c) AP Photo

Manchester United vs Arsenal. (c) AP Photo

Arsenal mendapatkan gol pertamanya dengan cara yang cukup aneh. Emile Smith Rowe melesakkan bola ke gawang the Red Devils yang tak terkawal karena David De Gea terbaring di tanah sembari menahan sakit.

Dalam prosesnya, wasit melanjutkan pertandingan karena De Gea tak dilanggar oleh siapapun. Ia kesakitan lantaran kakinya diinjak rekan setimnya sendiri, Fred. Sungguh, ini situasi yang cukup membingungkan buat wasit.

Setelah berdiskusi dengan tim VAR cukup lama, pada akhirnya wasit mensahkan gol Arsenal. Keputusan itu mengundang reaksi keras dari Manchester United. Memang, golnya terasa tidak tepat. Tapi tak ada alasan kuat untuk menganulirnya.

2 dari 5 halaman

800 Buat Cristiano Ronaldo

Bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo, mengeksekusi penalti dalam laga lanjutan Premier League melawan Arsenal hari Jumat (3/12/2021). (c) AP Photo

Bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo, mengeksekusi penalti dalam laga lanjutan Premier League melawan Arsenal hari Jumat (3/12/2021). (c) AP Photo

Setelah tertahan di angka 798 selama satu bulan, Ronaldo akhirnya mencetak gol ke-800 dalam karier sepak bolanya. Seperti yang diketahui, penyerang berumur 36 tahun itu sempat mengalami paceklik gol.

Sebenarnya tidak bisa dikatakan paceklik gol seutuhnya. Durasinya memang terdengar lama, tapi pada hakikatnya, Ronaldo cuma melewatkan tiga pertandingan tanpa gol, yakni saat melawan Manchester City, Watford dan juga Chelsea.

Gol ke-799 didapatkan ketika Manchester United bertemu Villarreal dalam laga lanjutan fase grup Liga Champions. Yang ke-800 menjadi gol pertamanya di laga ini.

3 dari 5 halaman

Fred, From Zero to Hero

Fred (kiri) berusaha mengadang Emile Smith Rowe di laga Manchester United vs Arsenal di matchday 14 Premier League 2021-22 di Old Trafford, Jumat (03/12/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo

Fred (kiri) berusaha mengadang Emile Smith Rowe di laga Manchester United vs Arsenal di matchday 14 Premier League 2021-22 di Old Trafford, Jumat (03/12/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo

Andai Manchester United kalah, Fred sangat memungkinkan untuk dijadikan kambing hitam. Ia 'terlibat' dalam gol pertama Arsenal meskipun gelandang asal Brasil tersebut tanpa sengaja mencederai De Gea dalam prosesnya.

Utangnya dibayar lunas, bahkan dengan kembalian. Pertama, Fred menjadi aktor dalam gol yang dicetak Bruno Fernandes pada menit ke-44, dengan lakonnya sebagai pemberi asis. Gol tersebut menghidupkan kembali harapan Manchester United.

Gol ketiga Manchester United yang dicetak Cristiano Ronaldo dari titik putih pun tidak bisa lepas dari jasanya. Manchester United bisa mendapatkan penalti karena Fred dilanggar oleh Martin Odegaard di kotak terlarang Arsenal.

4 dari 5 halaman

Wasit Nyaris Merugikan MU

Wasit Martin Atkinson saat menghadiahkan penalti kepada Manchester United dalam laga kontra Arsenal di Premier League, Jumat (3/12/2021). (c) AP Photo

Wasit Martin Atkinson saat menghadiahkan penalti kepada Manchester United dalam laga kontra Arsenal di Premier League, Jumat (3/12/2021). (c) AP Photo

Martin Atkinson tidak terlihat prima pada pertandingan kali ini. Beberapa keputusannya bisa mengundang kontroversi kalau tidak dibantu oleh VAR.

Okelah, gol pertama Arsenal berada tepat di garis abu-abu sehingga sulit untuk membuat keputusan. Tapi pelanggaran yang dilakukan Odegaard terhadap Fred di kotak penalti the Gunners itu sudah sangat jelas.

Odegaard melakukan tekel terhadap Fred dari belakang dan tidak menyentuh bola. Tapi Atkinson sempat melanjutkan pertandingan dan, bisa jadi, takkan memberikan penalti ke MU kalau tidak diintervensi oleh VAR.

5 dari 5 halaman

Laga Terakhir Carrick

Michael Carrick dalam laga lanjutan Premier League antara Manchester United kontra Arsenal, Jumat (3/12/2021). Ini adalah laga terakhirnya sebagai pelatih the Red Devils. (c) AP Photo

Michael Carrick dalam laga lanjutan Premier League antara Manchester United kontra Arsenal, Jumat (3/12/2021). Ini adalah laga terakhirnya sebagai pelatih the Red Devils. (c) AP Photo

Michael Carrick sudah mempersembahkan yang terbaik buat Manchester United. Namun pada akhirnya, manajemen klub memilih untuk tidak lanjut dengannya dan menyerahkan kursi kepelatihan kepada Ralf Rangnick.

Carrick memegang Cristiano Ronaldo dkk dalam tiga laga terakhir, tidak ada yang berakhir dengan kekalahan. Secara keseluruhan, the Red Devils menang sebanyak dua kali dan meraih hasil imbang sekali.

Beberapa laporan menyebutkan kalau Manchester United ingin menjadikan Carrick sebagai asisten Rangnick. Namun setelah laga melawan Arsenal, ia mengumumkan pengunduran dirinya dari Old Trafford.

"Setelah banyak pemikiran dan pertimbangan, saya telah memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk meninggalkan klub,” tegas Carrick.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR