BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelajaran Laga Chelsea vs Sheffield United: Segera Benahi Pertahanan, The Blues!

12-07-2020 08:29 | Yaumil Azis

Sheffield United ketika berjumpa Chelsea pada pekan ke-35 Premier League 2019/2020 di Bramall Lane (c) AP Photo Sheffield United ketika berjumpa Chelsea pada pekan ke-35 Premier League 2019/2020 di Bramall Lane (c) AP Photo

Bola.net - Pekan ke-35 Premier League yang mempertemukan Sheffield United dan Chelsea, Sabtu (11/7/2020) kemarin berakhir dengan hasil mengejutkan. The Blues, yang menang dalam dua pertandingan terakhir, harus pulang dengan tertunduk lesu.

Skuat besutan Frank Lampard tersebut tumbang saat bertamu ke Bramall Lane meski mencatatkan penguasaan bola sebesar 74 persen. Ya, mereka kalah dengan skor telak 0-3 atas tim berjuluk the Blades tersebut.

Barisan lini serang yang dikawal Christian Pulisic, Tammy Abraham, dan Willian gagal menjebol gawang Dean Henderson. Sebaliknya, Kepa Arrizabalaga gagal membendung gol yang diciptakan oleh David McGoldrick (2) dan Oli McBurnie.

Hasil ini membuat persaingan untuk memperebutkan posisi empat besar Premier League jadi semakin seru. Chelsea bisa terdampar ke peringkat lima andai Leicester City beserta Manchester United sanggup meraih tiga poin di pekan ini.

Ada lima pelajaran penting yang bisa dipetik dari laga Sheffield United vs Chelsea ini. Informasi yang disadur dari Sportskeeda berikut bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.

1 dari 5 halaman

Mainkan Reece James Lebih Sering, Wahai Chelsea!

Premier League dibanjiri oleh banyak bek sayap muda nan cemerlang dalam beberapa tahun terakhir. Jika Liverpool memiliki Trent Alexander-Arnold, dan Manchester United punya Aaron Wan-Bissaka, maka di Chelsea ada Reece James.

Pemain berusia 20 tahun tersebut mendapatkan kesempatan bermain sejak menit awal sampai digantikan oleh Callum Hudson-Odoi saat pertandingan menyisakan 15 menit. Secara keseluruhan, penampilannya tidak begitu mencolok di laga ini.

Reece James hanya berhasil melakukan tiga dari tujuh percobaan umpan silang, memenangkan empat dari 10 duel dan kehilangan penguasaan bola sebanyak 15 kali. Namun mengapa Whoscored memberinya rating 7.1 - tertinggi di antara para pemain Chelsea?

Ia memiliki akurasi operan yang baik (86.1 persen, dengan tiga operan kunci) dan sempat membuat Henderson kerepotan dengan tembakannya sebelum jeda babak pertama. Ia juga tampil apik dalam bertahan dan terus memberikan bantuan kepada lini serang.

Permainan James belum begitu sempurna, dan wajar mengingat usianya masih muda. Oleh karenanya, ia harus sering diberi kesempatan bermain yang baik untuk perkembangannya serta menambah pengalaman.

2 dari 5 halaman

Akhirnya, McGoldrick Mencetak Gol

Setelah melalui 26 penampilan tanpa gol, McGoldrick akhirnya sukses membubuhkan namanya di papan skor. Tidak tanggung-tanggung, ia memecah telur dengan mencetak dua gol sekaligus pada pertandingan kali ini.

Bukan berarti McGoldrick tidak memiliki upaya untuk mencetak gol di laga-laga sebelumnya. Ia seringkali memberikan ancaman, dan sempat mencetak gol namun digagalkan oleh VAR. Pada laga kali ini, ia menebus semuanya.

Goldrick bermain tanpa lelah. Ia juga memiliki visi yang cukup baik untuk mendeteksi ruang dan membantu permainan dengan menahan bola saat sedang ditekan pemain bertahan lawan. Hal inilah yang membuatnya nyaris tak tergantikan kendati jarang membubuhkan namanya di papan skor.

Pria berusia 32 tahun itu juga harusnya mencatatkan assist di laga kali ini. Sayangnya, operannya gagal dikonversi menjadi gol oleh Lys Mousset. Terlepas dari itu, dua gol yang ia ciptakan pada laga kali ini bisa menambah daya dorongnya untuk kembali menjebol gawang lawan di sisa pertandingan Premier League musim ini.

3 dari 5 halaman

Lupakan Lini Serang - Pertahanan Wajib Dibenahi

Chelsea telah mendapatkan dua pemain anyar untuk musim depan - Hakim Ziyech serta Timo Werner. Menurut beberapa laporan, mereka hendak menambah agresivitasnya dengan mendatangkan Kai Havertz dari Bayer Leverkusen.

Pergerakan transfer Chelsea seolah menggambarkan bahwa lini serang mereka tidak baik-baik saja, yang nyatanya tidak seperti itu jika melihat kebangkitan Christian Pulisic. Harusnya mereka juga melihat sisi pertahanannya.

Memang, Chelsea berhasil mencatatkan clean sheet dalam dua dari lima pertandingan terakhirnya. Namun perlu diingat, saat mereka kebobolan, gawangnya tidak pernah kebobolan kurang dari dua gol.

Jika ditotal, Chelsea sudah kebobolan delapan gol dari lima pertandingan. Dua laga di antaranya berakhir kalah. Sementara satu sisanya saat menghadapi Crystal Palace nyaris berakhir imbang.

Andreas Christensen dan Kurt Zouma hanya berdiam diri di tempat saat Sheffield United mencetak gol. Sementara bek lainnya, Antonio Rudiger, nampak belum kembali ke performa waktu dirinya belum mengalami cedera.

Fikayo Tomori pun masih mengalami cedera dan kemungkinan akan dikirim sebagai pinjaman di musim depan. Dari materi yang ada sekarang, tidak bisa dimungkiri kalau the Blues membutuhkan tambahan di sektor pertahanan musim depan.

4 dari 5 halaman

Perubahan Taktik yang Sia-sia

Benar, Chelsea mendominasi permainan dengan catatan penguasaan bola hingga 74 persen. Namun fakta bahwa mereka gagal membongkar pertahanan rapat Sheffield United tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Lampard mengusung formasi 4-3-3, yang terbukti gagal untuk membongkar pertahanan lawan. Ia kemudian mengubahnya jadi 3-4-3 di tengah-tengah pertandingan, yang tidak memberikan pengaruh apapun kepada permainannya.

Pulisic dikawal ketat, sementara Tammy Abraham tak mampu mengulangi performanya di pertandingan sebelumnya. Willian pun sudah berusaha untuk mencoba, namun Sheffield bertahan dengan kuantitas hingga membuatnya kesulitan.

5 dari 5 halaman

Perebutan Tiket ke Liga Champions Kian Menegangkan

Zona Liga Champions menjadi medan perang yang menegangkan. Dua tiket yang tersisa kini sedang diperebutkan oleh empat tim: Chelsea, Leicester City, Manchester United, dan juga Sheffield United.

Chelsea, yang duduk di peringkat ketiga, dan Sheffield, peringkat ke-6 hanya terpaut enam poin saja. Sebelum memikirkan Sheffield, ada baiknya the Blues memfokuskan perhatiannya kepada MU dan Leicester.

Performa Manchester United sedang apik, di mana mereka belum terkalahkan dalam 17 pertandingan terakhir. Klub besutan Ole Gunnar Solskjaer akan berhadapan dengan Southampton yang di atas kertas bisa mereka kalahkan.

Di sisi lain, performa Leicester City sedang goyah dalam beberapa pertandingan terakhir. Namun di pekan ini, mereka akan berhadapan dengan Bournemouth yang sedang berada di ambang jurang degradasi.

Besar kemungkinan Chelsea akan terdampar dari empat besar setelah kekalahan ini. Dan dengan tiga laga yang tersisa, mereka wajib gila-gilaan jika tidak ingin berpentas di Liga Europa musim depan.

(Sportskeeda)

KOMENTAR