BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelajaran Laga Burnley vs Arsenal: Apa itu Handball, Wahai Wasit?

06-03-2021 22:32 | Asad Arifin

Burnley vs Arsenal di pekan ke-27 Premier League musim 2020/2021 (c) AP Photo Burnley vs Arsenal di pekan ke-27 Premier League musim 2020/2021 (c) AP Photo

Bola.net - Arsenal menjalani laga tandang melawan Burnley pada pekan ke-27 Premier League, Sabtu (6/3/2021) malam WIB. Arsenal sempat mengklaim dua penalti pada duel ini, tetapi tidak mendapat satu pun.

Pada duel di Turf Moor Stadium tersebut, kedua tim bermain imbang 1-1. Arsenal unggul cepat pada menit ke-6 lewat gol Pierre-Emeric Aubameyang. Namun, Chris Wood dengan mudah membuat skor menjadi imbang.

Hasil ini tentu saja tidak cukup bagus bagi Arsenal. Mereka tengah dalam tren positif sebelumnya usai menang atas Benfica dan Leicester City. Namun, kali ini Arsenal hanya mendapat satu poin saja.

Apa saja pelajaran yang bisa dipetik dari duel Burnley vs Arsenal? Simak di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Lawan Favorit Aubameyang

Penyerang Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, usai mencetak gol ke gawang Burnley di pekan ke-29 Premier League 2020/2021 (c) AP Photo Penyerang Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, usai mencetak gol ke gawang Burnley di pekan ke-29 Premier League 2020/2021 (c) AP Photo

Aubameyang memang gagal membawa Arsenal menang. Namun, pemain asal Gabon bermain cukup bagus dengan catatan satu golnya. Dia membuktikan bahwa Burnley memang lawan favoritnya.

Aubameyang telah mencetak delapan gol ke gawang Burnley. Catatan itu, menurut Opta, membuat Burnley jadi klub Inggris paling sering dibobol Aubameyang dalam karirnya.

Hanya ada satu klub yang lebih sering melihat gawangnya dibobol Aubameyang dibanding Burnley yakni Hamburg SV.

2 dari 5 halaman

Apa itu Handball?

Arsenal mengklaim dua penalti pada duel melawan Burnley. Momen pertama terjadi pada menit ke-74, tetapi tidak diberikan. Momen kedua terjadi pada menit ke-83, tetapi VAR menganulir keputusan wasit.

Mikel Arteta pun sangat kecewa dengan tidak diberikannya penalti pada Arsenal.

"Jika yang pertama bukan penalti, jujur ​​saja, seseorang harus datang ke tempat latihan dan menjelaskan apa itu handball," ucap Mikel Arteta dikutip dari BBC Sport.

3 dari 5 halaman

Duet Ben Mee dan James Tarkowski

Burnley mungkin beruntung pada gol yang didapat. Namun, dalam urusan bertahan, mereka tampil sangat solid. Duet Ben Mee dan James Tarkowski membuat mereka bisa mendapat satu poin.

Tarkowski sangat solid. Dia sangat kuat dalam duel satu lawan satu. Tarkowski memenangkan delapa duel, paling banyak dibanding pemain lain. Sedangkan, Ben Mee melakukan lima sapuan dan sembilan kali merebut bola.

Keduanya membuat Burnley meraih empat poin dari dua pertemuan lawan Arsenal musim 2020/2021 ini.

4 dari 5 halaman

Lupakan Saja Zona Eropa?

Pemain Arsenal merayakan gol ke gawang Burnley pada laga pekan ke-27 Premier League 2020/2021 (c) AP Photo Pemain Arsenal merayakan gol ke gawang Burnley pada laga pekan ke-27 Premier League 2020/2021 (c) AP Photo

Arsenal kini berada di posisi ke-10 klasemen dengan 38 poin. The Gunners masih bersaing untuk bisa bermain di Eropa musim depan, paling tidak di Liga Europa.

Namun, peluang Arsenal cukup sulit. Arsenal harus berada di posisi kelima jika ingin lolos ke Liga Europa lewat jalur Premier League. Posisi tersebut kini ditempati Everton dengan 46 poin.

Jika Arsenal tidak mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin mereka gagal tampil di Eropa musim depan. Sebab, Arsenal sudah tersingkir dari Piala FA dan Carabao Cup juga.

5 dari 5 halaman

Blunder Granit Xhaka

Granit Xhaka membuat kesalahan fatal yang berujung pada gol untuk Burnley. Umpan pemain asal Swiss itu diblok Chris Wood dan masuk ke gawang Bernd Leno.

Xhaka memang dalam posisi sulit sebelum melepas umpan. Dia dalam kawalan ketat. Sebenarnya, Xhaka bisa melakukan lebih baik dari umpan yang dilakukan. Dia punya opsi mengumpan lebih tinggi atau ke arah kanan.

Squawka mencatat Xhaka melalukan dua kesalahan berujung gol pada musim 2020/2021. Paling banyak jika dibanding pemain Arsenal lain.

Sumber: Squawka, Opta

KOMENTAR