5 Manajer Premier League 2022/2023 yang Paling Mungkin Dipecat Paling Awal: Frank Lampard atau Erik Ten Hag?

Abdi Rafi Akmal | 29 Juli 2022, 06:00
5 Manajer Premier League 2022/2023 yang Paling Mungkin Dipecat Paling Awal: Frank Lampard atau Erik Ten Hag?
Frank Lampard pada laga Tottenham vs Everton di pekan ke-28 Premier League 2021/2022 (c) AP Photo

Bola.net - Masa pramusim menjadi masa yang krusial bagi para pelatih untuk menyiapkan tim sebaik mungkin menyongsong Liga Inggris musim 2022/2023. Namun, beberapa dari mereka mungkin jadi korban pemecatan pertama sengitnya persaingan Liga Inggris musim ini.

17 tim yang bertahan di Liga Inggris musim lalu tidak jadi jaminan akan lebih dominan dibandingkan tiga tim yang baru saja promosi. Fulham, Bournemouth, dan Nottingham Forest jadi tim pendatang yang menyebalkan.

Tidak heran, seluruh tim melakukan perbaikan pada susunan komposisi skuadnya saat ini. Keputusan memasukkan siapa dan mendepak siapa berada di tangan para manajer.

Sembari mencari kerangka tim terbaik, para manajer dituntut menyiapkan strategi paling tepat berdasarkan pemain yang mereka miliki. Meskipun pada akhirnya, sejumlah manajer akan dicap paling buruk pada beberapa pekan awal Liga Inggris karena kalah bersaing dengan manajer lain.

Kira-kira siapa saja manajer yang paling mungkin dipecat paling awal ya, Bolaneters? Simak ulasannya berikut ini!

1 dari 5 halaman

Frank Lampard (Everton)

Frank Lampard saat melatih Everton di Premier League 2021/22 (c) AP Photo

Frank Lampard saat melatih Everton di Premier League 2021/22 (c) AP Photo

Frank Lampard jadi manajer yang paling mungkin meninggalkan posisinya lebih dulu dibandingkan 19 manajer lainnya. Bersama The Toffess, 'prestasi' terbaik Lampard adalah menyelamatkan Everton dari degradasi di musim lalu.

Namun, keajaiban itu dipastikan akan sulit terulang di musim 2022/2023. Pasalnya, Everton sudah kehilangan Richarlison di musim panas yang ditransfer ke Tottenham.

Banderolnya memang lumayan mahal, di kisaran 60 juta Poundsterling. Akan tetapi, Everton tidak dapat berbuat banyak dengan dana sebesar itu. Baru ada satu rekrutan yang diangkut ke dalam skuad, yaitu James Tarkowski yang didatangkan juga dengan bebas transfer.

Persoalan semakin runyam karena Everton gagal tampil meyakinkan, sekaligus menjanjikan pada tur pramusim mereka. Skuad besutan Lampard bahkan dihajar 0-4 oleh tim MLS< Minnesota United.

2 dari 5 halaman

Ralph Hasenhuttl (Southampton)

Manajer Southampton, Ralph Hasenhuttl. (c) AP Photo

Manajer Southampton, Ralph Hasenhuttl. (c) AP Photo

Hasenhutl memegang rekor buruk selama menukangi The Saints. Dalam jarak 15 bulan, tim yang dipegangnya itu merasakan pedihnya dibantai dengan skor 0-9 dua kali oleh dua lawan berbeda. Orang-orang sampai heran, kenapa Hasenhuttl tetap bertahan di kursi kepelatihan Southampton di musim ini.

Kekalahan pertama didapatkan pada triwulan akhir 2019 lalu. Leicester City berhasil memberondong gawang Southampton sembilan kali tanpa balas. Triwulan pertama 2021 lalu, giliran Manchester United yang berhasil menang dengan skor serupa.

Catatan penampilan Southampton bersama Hasenhuttl juga terbilang buruk, khususnya pada sektor kebobolan. Southampton jadi tim paling rendah keempat di liga yang selisih golnya minus sampai -24. Sebagai catatan, Southampton bukan termasuk tiga tim yang terdegradasi.

Musim ini pun bakal dibilang berat. Empat laga awal Southampton harus menghadapi Leeds United, Leicester City, Manchester United, dan Chelsea. Penampilan yang tidak konsisten sejak beberapa musim terakhir dapat membuat Hasenhuttl berpisah dengan cepat.

3 dari 5 halaman

Jesse Marsch (Leeds United)

Pelatih Leeds United, Jesse Marsch (c) AP Photo

Pelatih Leeds United, Jesse Marsch (c) AP Photo

Kepergian Raphinha dan Kalvin Philips akan begitu terasa bagi Jesse Marsch jelang musim 2022/2023. Uang hasil penjualan kedua pemain belum bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Sejumlah pemain yang dibidik The Whites enggan bergabung dengan Leeds. Hal ini jadi salah satu masalah mendasar yang akan menyulitkan tim di awal musim Liga Inggris. Jika gagal diatasi, Marsch sangat mungkin didepak Leeds sebelum pertengahan musim.

Meskipun, kontrak Marsch dan Leeds bersifat jangka panjang sampai tahun 2025 kelak, bukan tidak mungkin kariernya akan berakhir lebih cepat. Sebab bagaimanapun, hasil buruk yang membuat tim berada dalam posisi degradasi tidak akan bagus.

Leeds telah berjuang selama 16 tahun lamanya untuk bisa promosi ke divisi teratas LIga Inggris. Walaupun belum bisa berprestasi seperti dulu kala, Leeds tidak akan terima jika harus degradasi terlalu cepat.

4 dari 5 halaman

Thomas Tuchel (Chelsea)

Manajer Chelsea Thomas Tuchel. (c) AP Photo

Manajer Chelsea Thomas Tuchel. (c) AP Photo

Tuchel telah membuat peta persaingan semakin menarik di antara enam tim papan atas Liga Inggris. Penggunaan formasi tiga beknya kerap kali menyimpan kejutan untuk tim lawan.

Namun, cerita tersebut bisa berakhir sangat cepat di musim ini. Dibandingkan lima tim The Big Six lainnya, Chelsea yang paling merana di bursa transfer. Empat pemain incarannya terlepas dari genggaman.

Saat laga pramusim pun, Tuchel mengatakan secara terbuka kepada media bahwa skuad The Blues saat ini masih kalah kompetitif. Buktinya saat mereka dihajar 0-4 oleh Arsenal di laga pramusim.

Tanpa pemain-pemain baru yang berkualitas, Tuchel bisa saja jadi manajer The Big Six yang paling awal dipecat, meskipun tidak secepat tiga pelatih di atas yang sudah disebutkan.

5 dari 5 halaman

Erik Ten Hag (Manchester United)

Manajer Manchester United, Erik Ten Hag (c) MUFC Official

Manajer Manchester United, Erik Ten Hag (c) MUFC Official

Kedatangan Ten Hag memberi banyak harapan baru kepada penggemar Setan Merah. Manchester United berharap tuah Ten Hag selama menangani Ajax Amsterdam bisa ditularkan kepada tim yang sudah berkubang di level kemediokeran selama beberapa tahun.

Walaupun begitu, pendukung MU harus bersabar karena Ten Hag diberi kontrak selama tiga tahun oleh para petinggi klub. Kontrak berdurasi sedang itu sedikit banyak dibuktikan dengan hasil di pramusim dan perubahan kondisi dalam skuad MU.

Ten Hag sulit untuk dipecat terlalu dini oleh MU. Mengingat, manajer-manajer lain selepas Sir Alex Ferguson punya masa bakti setidaknya dua tahun. David Moyes jadi manajer yang paling cepat karena bertahan tidak sampai satu tahun.

Perubahan dan pembuktian Ten Hag di pramusim membuatnya bisa melampaui catatan milik Moyes. Tentu saja dengan syarat, pemain-pemain yang diinginkan Ten Hag harus bisa didatangkan MU di musim panas ini.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR