5 Klausul tak Biasa: Suarez Dilarang ke MU, Arsenal tak Bisa Bajak Firmino

Yaumil Azis | 5 Januari 2022, 15:05
Penyerang Liverpool, Roberto Firmino (c) Pool via AP
Penyerang Liverpool, Roberto Firmino (c) Pool via AP

Bola.net - Klausul kontrak menjadi salah satu tameng buat klub untuk melindungi pemainnya dari pendekatan rival. Seiring berjalan waktu, klub-klub semakin kreatif dalam membuat klausul kontrak.


Salah satu yang paling dikenal publik dan sering muncul dalam permberitaan adalah klausul rilis. Klausul rilis memungkinkan pemain lain pindah ke klub lain jika nilai yang tercantum dalam kontrak berhasil ditebus.

Dalam praktiknya, klub mematok klausul rilis setinggi langit hingga pada angka yang tidak masuk akal. Dengan harapan, klub-klub yang meminati pemainnya mundur seketika.

Namun efektivitas klausul rilis mulai berkurang belakangan ini. Alasannya karena kemampuan beli pemain klub semakin tinggi seiring dengan peningkatan popularitas olahraga sepak bola. Kepindahan Neymar ke PSG adalah salah satu buktinya.

Ada banyak kejadian lain yang membuat klub harus berpikir secara kreatif agar sang pemain tidak ke mana-mana. Di bawah ini, Bola.net menyajikan informasi soal klausul-klausul tak biasa yang diterapkan oleh klub.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 5 halaman

Luis Suarez Dilarang Pindah ke Manchester United

Penyerang Atletico Madrid, Luis Suarez, pada duel lawan Liverpool di matchday keempat fase grup Liga Champions 2021/2022 (c) AP Photo

Penyerang Atletico Madrid, Luis Suarez, pada duel lawan Liverpool di matchday keempat fase grup Liga Champions 2021/2022 (c) AP Photo

Entah apakah klausul ini juga diterapkan di Atletico Madrid atau tidak. Namun ketika di Barcelona, kontrak Luis Suarez meliputi klausul larangan buat raksasa Spanyol tersebut melepas sang penyerang ke Manchester United.

Pemain asal Uruguay tersebut bergabung dengan Barcelona di tahun 2014 lalu, setelah direkrut dari Liverpool dengan mahar 64,98 juta pounds. Sekarang ia bermain buat Atletico Madrid yang merekrutnya di tahun 2020.

Dalam kontrak Suarez di Barcelona, terdapat klausul yang melarangnya pindah ke Manchester United dengan status bebas transfer bahkan ketika kontraknya berakhir. Klub lain yang masuk dalam daftar hitam klausul ini adalah Manchester City, PSG, dan Real Madrid.

2 dari 5 halaman

Barcelona Tidak Bebas Berbelanja di Liverpool

Philippe Coutinho. (c) AP Photo

Philippe Coutinho. (c) AP Photo

Empat tahun setelah melepas Suarez ke Barcelona, Liverpool harus kehilangan pemain andalannya lagi yang memilih cabut ke Camp Nou. Dia adalah Philippe Coutinho, yang dibajak dengan mahar 142 juta pounds.

Kesepakatan antara Barcelona dengan Liverpool tidak terbatas pada nominal transfer semata. Mereka juga memaksa raksasa Spanyol tersebut menyepakati klausul khusus, di mana Barca harus menyiapkan uang berjumlah besar kalau tertarik pada pemainnya lagi suatu hari nanti.

Dalam klausul tersebut, Barcelona harus membayar minimal sebesar 89 juta pounds jika ingin merekrut pemain Liverpool, tak peduli siapa. Klausul ini cukup untuk menekan Barcelona selama tiga tahun sejak Coutinho berlabuh di Camp Nou.

3 dari 5 halaman

Firmino Tidak Dibolehkan Gabung Arsenal

Striker Liverpool, Roberto Firmino. (c) AP Photo

Striker Liverpool, Roberto Firmino. (c) AP Photo

Pada tahun 2013, Liverpool mematok harga sebesar 40 juta pounds buat siapa pun yang menginginkan Luis Suarez. Lalu Arsenal datang - entah dengan niatan mengejek atau serius - membawa proposal senilai 40 juta + satu pounds.

Proposal Arsenal jelas ditolak. The Gunners membuat Liverpool berang, di mana John W. Henry selaku pemilik klub membuat pernyataan legendaris lewat media sosial Twitter: "Kira-kira mereka merokok apa di Emirates sana?"

Liverpool berkaca dari kasus ini ketika merekrut Roberto Firmino dari 1899 Hoffenheim tahun 2015. Mereka memasang klausul rilis sebesar 89 juta pounds yang berlaku buat semua klub kecuali Arsenal.

4 dari 5 halaman

Jangan Larang Ronaldinho Berpesta

Ronaldinho (c) FC Barcelona

Ronaldinho (c) FC Barcelona

Ada sebuah stereotip yang melekat pada pemain berdarah Brasil: Mereka senang berpesta. Neymar sering melakukan ini sejak pindah ke Eropa untuk bergabung Barcelona, dan kian intens ketika bergabung dengan PSG.

Stereotip itu tidak dimulai oleh Neymar. Sejak lama, pemain berdarah Brasil dikenal gemar membuat atau menghadiri pesta. Stereotip tersebut semakin dipertegas oleh klausul kontrak Ronaldinho ketika pindah ke Flamengo pada tahun 2011.

Legenda Barcelona tersebut memasang syarat khusus kepada Flamengo jika menginginkan jasanya. Dia ingin dibolehkan clubbing sebanyak dua kali per pekan, dan itu harus jadi satu klausul khusus di dalam kontraknya.

5 dari 5 halaman

Klausul Rp194 Juta per Sekali Main

Gelandang Liverpool, Alex Oxlade-Chamberlain (c) LFC

Gelandang Liverpool, Alex Oxlade-Chamberlain (c) LFC

Arsenal sempat membuat fansnya resah karena salah satu pemain, Alex Oxlade-Chamberlain. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu sering diturunkan sebagai pemain pengganti di sekitaran menit ke-71.

Informasi mencengangkan disampaikan Alan Gernon dalam bukunya yang bertajuk 'The Transfer Market: The Inside Stories'. Diketahui Arsenal wajib membayar 10 ribu pounds (Rp194 Juta) ke Southampton tiap Oxlade-Chamberlain bermain lebih dari 20 menit per laga.

"Dia lebih banyak digunakan sebagai pengganti, seringnya di sekitar menit ke-71. Setelah rincian kontraknya muncul, semua jadi jelas: Arsenal diwajibkan membayar Southampton 10 ribu pounds setiap kali dia tampil 20 menit atau lebih."

(Mirror)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR