BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Alasan Mengapa Leicester City Bisa Bikin Arsenal Menangis Lagi

07-07-2020 17:45 | Afdholud Dzikry

Arsenal vs Leicester City. (c) bolanet Arsenal vs Leicester City. (c) bolanet

Bola.net - Arsenal berharap bisa mempertahankan performa positif mereka akhir-akhir ini saat kedatangan Leicester City. Pertandingan seru lanjutan Premier League ini akan digelar di Emirates Stadium, Rabu (8/7/2020) dini hari WIB.

Arsenal menyongsong laga ini dengan catatan empat pertandingan tak terkalahkan. Sejak terakhir kalah 1-2 dari Brighton pada pertengahan Juni lalu, berturut-turut mereka mampu menang atas Southampton, Sheffield (Piala FA), Norwich City, dan terakhir menumbangkan Wolverhampton.

Performa ini jelas merupakan sinyal besar dari tim asuhan Mikel Arteta bahwa mereka sudah membaik. Dan tentu saja ini menjadi sinyal awal bahwa mereka siap kembali bersaing pada musim depan.

Sebaliknya bagi Leicester City. Tim asuhan Brendan Rodgers tersebut justru mengalami tren penurunan sejak liga kembali digulirkan. Dari lima laga, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, dua seri, dan dua kali kalah. Namun satu kemenangan itu mereka raih di laga terakhir mereka melawan Crystal Palace.

Melawan Arsenal, The Foxes memiliki beberapa faktor yang bisa membuat tuan rumah Arsenal menangis. Apa saja? Berikut 5 alasan Leicester City bisa menghentikan tren kemenangan Arsenal selengkapnya.

1 dari 6 halaman

1. Punya Kasper Schmeichel

Di 5 musim terakhir, Kasper Schmeichel menjadi salah satu kiper terbaik di Premier League. Dan status itu juga masih ia miliki musim ini di mana ia tercatat merupakan kiper terbaik ketiga dalam urusan clean sheet dengan catatan 12 cleansheet, kalah dari Alisson (Liverpool) dan Ederson (Manchester City)

Salah satu kemampuannya yang paling menonjol adalah bagaimana mengordinir pertahanan menjadi lebih solid. Tak bisa dipungkiri peran besarnya menjadikan Leicester menjadi tim keempat dengan catatan cleansheet terbanyak, setelah Liverpool, Burnley, dan Manchester City.

2 dari 6 halaman

2. Teror Vardy-Barnes

Jamie Vardy merupakan ancaman utama bagi pertahanan setiap lawan. Ketajaman, kecepatan, dan kemampuan menempatkan diri dan mengonversi setiap peluang menjadi keunggulannya. Torehan 21 gol sejauh ini menjadikannya sebagai top skor sementara liga.

Selain Vardy, satu pemain lain yang juga patut diwaspadai adalah Harvey Barnes. Pemain yang baru berusia 22 tahun tersebut sudah membuat 6 gol dan 8 assist. Kelebihan Barnes selain memberikan umpan untuk rekannya adalah kelihaiannya melepas tembakan jarak jauh.

3 dari 6 halaman

3. Pertahanan Solid

Selain memiliki sosok kiper tangguh seperti Kasper Schmeichel, Leicester City juga memiliki barisan pertahanan yang solid. Duet Caglar Soyuncu dan Jonny Evans musim ini tampil tangguh, plus dibantu Ben Chilwell yang siap dari sisi sayap bersama Ricardo Perreira membuat The Foxes solid.

Tak percaya? The Foxes kini merupakan tim kedua yang paling sedikit kebobolan dengan hanya 31 gol yang bersarang ke gawang mereka. Catatan ini hanya kalah dari Liverpool yang hanya bobol 25 kali sejauh ini.

Bila Ben Chilwell tak bisa bermain pada laga ini, nama Daniel Amartey bisa menjadi pengganti yang bisa andalkan.

4 dari 6 halaman

4. Brendan Rodgers Berpengalaman Melawan Arsenal

Brendan Rodgers sangat mengenal Arsenal. Selama karir kepelatihannya, Rodgers sudah 12 kali melawan The Gunners.

Meskipun baru menang empat kali, lima kali kalah dan sisanya seri, namun dua dari empat kemenangan itu ia raih di dua pertemuan terakhir melawan Arsenal. Yakni saat menang 3-0 di musim lalu (28 April 2019) dan juga di pertemuan pertama musim ini (2-0, pada 9 November lalu).

Jadi punya Rodgers jelas bisa jadi keuntungan The Foxes untuk melukai Arsenal yang sedang berada dalam tren positif.

5 dari 6 halaman

5. Arsenal Sering Hilang Konsentrasi

Salah satu kelemahan terbesar Arsenal musim ini adalah pertahanan yang tak konsisten penampilannya.

Meskipun kedatangan Mikel Arteta sedikit memperbaiki performa Arsenal secara keseluruhan, namun pertahanan bisa jadi PR terbesar pelatih Arsenal selama ini.

Memang benar pertahanan tak bisa serta-merta disalahkan atas 41 gol yang bersarang ke gawang mereka. Namun para bek The Gunners memang tak bisa konsisten performanya. Cedera dan seringnya gonta-ganti formasi pemain di lini belakang bisa jadi alasannya.

Salah satu bukti pertahanan Arsenal tak bisa solid sepanjang laga, atau hilang konsentrasi, terutama di bagian akhir pertandingan adalah catatan 17% kebobolan mereka musim ini terjadi di 10 menit akhir pertandingan. Bila tak bisa memperbaiki ini, Leicester siap memberikan mimpi buruk di periode ini karena catatan mereka justru 22% mampu mencetak gol di 10 menit akhir, atau total 14 gol dari 63 gol mereka musim ini tercipta di antara menit ke-80 hingga menit 90.

6 dari 6 halaman

Tonton Video Menarik Ini

KOMENTAR