5 Alasan Arsenal Bisa Mengalahkan Liverpool di Leg Kedua Semifinal Carabao Cup

Yaumil Azis | 20 Januari 2022, 15:34
Duel Liverpool vs Arsenal di leg pertama semifinal EFL Cup di Anfield, Jumat (14/01/2022) dini hari WIB.  (c) AP Photo
Duel Liverpool vs Arsenal di leg pertama semifinal EFL Cup di Anfield, Jumat (14/01/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Arsenal dan Liverpool akan kembali bertemu di babak semi-final Carabao Cup pada Jumat (21/1/2022) dini hari nanti. Klub besutan Mikel Arteta tersebut membutuhkan kemenangan jika ingin lolos ke babak berikutnya.


Pertemuan pertama berakhir dengan kedudukan seri 0-0. Tidak ada aturan gol tandang di Carabao Cup, sehingga leg kedua bisa berlanjut ke babak ekstra time bahkan adu penalti kalau duel ini kembali berakhir imbang.

Liverpool jelas diunggulkan. Namun ada beberapa alasan yang memungkinkan Arsenal mencuri kemenangan dari klub asuhan Jurgen Klopp tersebut. Berikut ini ulasannya.

1 dari 5 halaman

Lebih Militan

Penyerang Arsenal, Eddie Nketiah (kanan) merayakan golnya ke gawang Sunderland dalam laga perempat final Carabao Cup hari Rabu (22/12/2021). (c) AP Photo

Arsenal sedang bersemangat. Kekalahan memalukan dari Manchester City pada awal musim 2021/22 memaksa Mikel Arteta memutar otak. Racikannya membuahkan hasil, di mana Arsenal semakin rajin memetik hasil positif.

Mereka cuma menelan dua kekalahan selama bulan Desember 2021 kemarin. Arsenal bahkan memetik hasil-hasil yang sangat memuaskan dalam lima pertandingan terakhir, dengan catatan 19 gol dan hanya kebobolan sebanyak lima kali saja.

Pada tahun 2022, Arsenal belum mencatatkan kemenangan setelah melalui tiga pertandingan. Sepertinya mereka lengah. Tapi hasil seri di leg pertama kontra Liverpool, meski tampil dengan 10 orang, menunjukkan bahwa mental militan Arsenal masih ada.

2 dari 5 halaman

Arsenal Menanjak, Liverpool Menukik

Ekspresi kekecewaan Pemain Liverpool, Joel Matip, dalam laga lanjutan Premier League melawan Leicester City hari Rabu (29/12/2021). (c) AP Photo

Seperti yang telah dijelaskan, Arsenal menuai banyak hasil positif dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Beda halnya dengan Liverpool yang terlihat menukik dari segi hasil pertandingan.

Memang, Liverpool sedikit lebih baik. Mereka bisa meraih dua kemenangan dari empat pertandingan di bulan Januari ini. Tapi pada bulan Desember 2021 kemarin, mereka tidak bisa disebut apik terlebih jika dibandingkan dengan Arsenal.

Dari lima pertandingan terakhir sebelum pergantian tahun, Jordan Henderson dkk cuma bisa meraih dua kemenangan di waktu normal. Dua berakhir imbang (vs Leicester ity di Carabao Cup menang lewat adu penalti), dan terakhir kalah.

3 dari 5 halaman

Beda Motivasi

Arsenal saat berjumpa Manchester City pada pekan ke-21 Premier League musim 2021/2022 (c) AP Photo

Arsenal bisa mencoret gelar Premier League dari daftar target musim ini mengingat Manchester City terlalu sulit dijangkau. Absen dari kompetisi Eropa membuat Arsenal jadi memiliki pilihan gelar yang sedikit.

Baru-baru ini, mereka tersingkir dari ajang FA Cup setelah dikalahkan Nottingham Forest dengan skor tipis 0-1. Dengan demikian, Carabao Cup menjadi satu-satunya kompetisi yang paling mungkin dimenangkan oleh the Gunners.

Sudah jelas mereka membidik kemenangan agar bisa melaju ke babak final. Sementara Liverpool seringkali memperlihatkan ketidaktertarikannya dengan kompetisi ini. Motivasi bisa jadi pembeda yang mencolok.

4 dari 5 halaman

Pemain Muda yang Produktif

Ekspresi Emile Smith Rowe usai membobol gawang Watford, Minggu (7/11/2021) (c) AP Photo

Arsenal dibuat repot oleh para pemain veterannya. Dimulai dari Mesut Ozil, lalu performa Bernd Leno di bawah mistar gawang yang mengecewakan, lalu terbaru Pierre-Emerick Aubameyang dengan tindakan indisiplinernya.

Granit Xhaka juga sempat membuat beberapa kalangan kesal dengan melempar bajunya ke tanah ketika menerima ejekan dari fans. Namun ia belajar dari kesalahannya dan memperbaiki performanya.

Di saat para pemain senior berulah, anak-anak muda Arsenal malah bersinar. Pemain seperti Emile Smith Rowe, Bukayo Saka, Martin Odegaard hingga Aaron Ramsdale membuktikan bahwa mereka bisa jadi tumpuan Arsenal selama beberapa tahun ke depan.

5 dari 5 halaman

Lebih Lengkap

Aksi Mohamed Salah di laga Nigeria vs Mesir, Piala Afrika 2022 (c) Twitter @CAF_Online

Arsenal ditinggalkan beberapa pemain yang harus membela negaranya masing-masing di pentas Africa Cup of Nations. Pierre-Emerick Aubameyang sendiri sudah kembali, namun belum bisa bermain karena mengalami masalah jantung.

Namun absennya Aubameyang tidak akan terasa. Meski dalam keadaan bugar sekalipun, Mikel Arteta takkan sudi memainkan dirinya karena kasus indisipliner yang terjadi bulan Desember lalu. Arsenal kini lebih bertumpu pada pemain mudanya.

Sementara itu, Liverpool kehilangan Mohamed Salah dan Sadio Mane yang juga mengikuti ajang Africa Cup of Nations. Beda dengan Aubameyang, kedua pemain tersebut tidak tergantikan di tubuh Liverpool saat ini.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR