BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

4 Pemain yang Karirnya Menurun Setelah Gabung ke Chelsea

28-09-2020 17:27 | Serafin Unus Pasi

Pemain Chelsea tertunduk lesu usai dikalahkan Sheffield tiga gol tanpa balas, Sabtu (11/7/2020) malam WIB. (c) AP Photo Pemain Chelsea tertunduk lesu usai dikalahkan Sheffield tiga gol tanpa balas, Sabtu (11/7/2020) malam WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Chelsea adalah salah satu klub sepak bola terbaik di dunia dengan skaut bertabur bintang-bintang terbaik. Maka bukan hal yang mengejutkan, apabila banyak pemain yang ingin bermain untuk raksasa Premier League tersebut.

Frank Lampard, Didier Drogba, dan Eden Hazard merupakan contoh pemain yang mampu bersinar ketika berseragam The Blues. Selama mengabdi di Chelsea, mereka mampu menjadi pemain yang penting dan memberikan kontribusi yang besar untuk Si Biru.

Bagi beberapa pemain, mungkin bergabung dengan Chelsea dianggap sebagai pilihan yang tepat. Namun, faktanya ada juga beberapa pemain yang gagal bersinar bersama The Blues.

Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah tidak mampu beradaptasi dengan skuad Chelsea dan ketatnya persaingan di skuad Si Biru.

Lantas, siapa saja empat pemain yang karirnya menurun setelah bergabung dengan Chelsea?

Selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 4 halaman

1. Danny Drinkwater

Danny Drinkwater (c) AFP Danny Drinkwater (c) AFP

Setelah berhasil membawa Leicester City juara Premier League 2015/16, Danny Drinkwater langsung didatangkan Chelsea pada tahun 2017 dengan mahar 37 juta euro. Namun, semuanya tidak berjalan mulus ketika gelandang asal Inggris ini dihantui beberapa masalah cedera.

Di musim pertamanya, Drinkwater hanya mampu mencatatkan 22 penampilan di semua kompetisi bersama The Blues. Lalu, di musim 2018/19 di bawah kepemimpinan Maurizio Sarri, pemain berusia 30 tahun ini sama sekali tidak dilirik oleh Sarri.

Puncaknya, ketika ia beberapa kali melakukan hal kontroversial di luar lapangan. Drinkwater pernah terdakwa akibat mengemudi dalam keadaan mabuk pada tahun 2019.

Pasca kejadian itu, Drinkwater pun pernah dipinjamkan ke Burnley dan Aston Villa, namun ia tidak kunjung kembali ke performa terbaiknya dan hanya menjadi penghangat bangku cadangan.

2 dari 4 halaman

2. Fernando Torres

Fernando Torres dan Branislav Ivanovic mengangkat trofi juara Liga Europa pada tahun 2013 (c) Chelsea FC Official Fernando Torres dan Branislav Ivanovic mengangkat trofi juara Liga Europa pada tahun 2013 (c) Chelsea FC Official

Berkat performanya yang impresif saat berseragam Atletico Madrid dan Liverpool, Fernando Torres diboyong Chelsea dengan mahar 58 juta euro pada tahun 2011. Dengan harga setinggi itu, Torres gagal memenuhi ekspektasi penggemar The Blues.

Pasalnya, selama lima musim berseragam Chelsea. Penyerang asal Spanyol ini hanya mampu mencetak 45 gol dari 172 pertandingannya. Torehan golnya di Chelsea tentu sangat jauh, jika dibandingkan saat dirinya berseragam Atletico Madrid dan Liverpool.

Walaupun Torres berhasil membawa Chelsea juara Liga Champions 2011/12, tetapi Torres tidak pernah tampil konsisten di setiap musimnya. Terbukti pada musim 2012/13, penyerang asal Spanyol tersebut hanya mampu mencetak 22 gol dari 64 pertandingannya.

Semenjak saat itu, Torres tidak pernah kembali ke performa terbaiknya seperti dulu. Ia pun pernah bermain di Liga Jepang dengan klub Sagan Tosu, sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu pada tahun 2019.

3 dari 4 halaman

3. Tiemoue Bakayoko

Tiemoue Bakayoko (c) AFP Tiemoue Bakayoko (c) AFP

Tiemoue Bakayoko datang ke Stamford Bridge pada tahun 2017, setelah performa gemilangnya bersama AS Monaco pada musim 2016/17. The Blues harus merogoh kocek sebesar 40 juta euro untuk tanda tangan Bakayoko.

Berbeda nasib dengan rekan setimnya di Monaco seperti Fabinho, Bernardo Silva, Kylian Mbappe yang bersinar dengan klubnya masing-masing.

Bakayoko ternyata gagal bersinar bersama The Blues. Hal itu terbukti, ketika baru semusim berseragam Chelsea, gelandang asal Prancis ini langsung dipinjamkan ke AC Milan pada tahun 2018 dan kembali dipinjamkan ke AS Monaco pada tahun 2019.

Diyakini, Bakayoko tidak mampu beradaptasi dengan gaya permainan yang cepat dari klub-klub Premier League.

4 dari 4 halaman

4. Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko. (c) IST Andriy Shevchenko. (c) IST

Andriy Shevchenko bisa dibilang adalah salah satu penyerang terbaik pada zamannya. Namun, kepindahannya dari AC Milan ke Chelsea membuat karirnya turun drastis.

Selama mengabdi di Stamford Bridge, Shevchenko hanya mampu mencetak 22 gol dari 77 pertandingan.

Tentu jumlah gol tersebut sangat berbanding jauh dengan perolehan golnya di AC Milan. Ketika berseragam I Rossoneri, pemenang satu Ballon d'Or ini berhasil membukukan 175 gol dari 322 pertandingannya.

Transfernya ke Chelsea ketika itu, mungkin menjadi yang paling ia sesali sampai sekarang. Pasalnya, penyerang asal Ukraina ini tidak mampu mengembalikkan performa terbaiknya setelah hengkang dari Chelsea.

Sumber: Sportskeeda

(Bola.net/Hendra Wijaya)

KOMENTAR