4 Alasan MU Sulit Juara Premier League Musim Ini Setelah Dibabat Man City

Aga Deta | 5 Oktober 2022, 11:06
Raphael Varane gagal menghentikan Erling Haaland di laga Manchester City vs Manchester United, Minggu (2/10/2022) (c) AP Photo
Raphael Varane gagal menghentikan Erling Haaland di laga Manchester City vs Manchester United, Minggu (2/10/2022) (c) AP Photo

Bola.net - Manchester United (MU) menelan kekalahan memalukan dari Manchester City pada laga lanjutan Liga Inggris 2022/2023. MU kalah dengan skor telak 3-6 pada hari Minggu (02/10/2022).

Hasil minor kali ini seperti menjadi tamparan keras untuk MU. Modal empat kemenangan beruntun mereka, seolah tidak ada artinya di markas The Citizens.

Kekalahan cukup telak di markas Man City membuat kans MU dalam persaingan di Liga Inggris kembali diragukan. Bahkan dianggap tidak akan mampu menjuarai kompetisi musim ini.

Kira-kira alasan apa saja yang membuat MU bakal kesulitan menjuarai Liga Inggris musim ini? Yuk simak ulasannya di berikut ini.

1 dari 5 halaman

Kembali ke Setelan Pabrik

Bek kanan Manchester City, Kyle Walker dan bek kiri Manchester United, Tyrell Malacia berduel dalam lanjutan Liga Inggris 2022/2023 pekan ke-9, Minggu (2/10/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Bek kanan Manchester City, Kyle Walker dan bek kiri Manchester United, Tyrell Malacia berduel dalam lanjutan Liga Inggris 2022/2023 pekan ke-9, Minggu (2/10/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Menjadi hari yang buruk bagi MU di markas Man City, Minggu (2/10/2022). Gawang merek yang dikawal David De Gea tanpa ampun dijebol hingga enam kali oleh dua bintang Man City.

Erling Haaland dan Phil Foden sama-sama mengemas hattrick alias tiga gol. MU hanya mampu membalas tiga gol lewat aksi Antony dan dua gol dari Antony Martial.

Kekalahan ini membuat skuad Erik ten Hag seperti kembali ke ‘setelan pabrik’. Setelah empat kemenangan beruntun mereka dapatkan, menjadi tak berarti saat berkunjung ke markas rival sekotanya.

2 dari 5 halaman

Tertinggal Jauh dari Pemuncak Klasemen

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes merayakan gol Antony ke gawang Manchester City pada pekan ke-9 Liga Inggris 2022/2023, Minggu (2/10/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes merayakan gol Antony ke gawang Manchester City pada pekan ke-9 Liga Inggris 2022/2023, Minggu (2/10/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Kekalahan yang didapat di markas Man City, mempengaruhi posisi MU di papan klasemen. Tim Setan merah tertahan di urutan keenam, atau turun satu tingkat dengan nilai 12 dari tujuh laga.

Posisi MU digeser Chelsea dengan nilai 13 setelah mengalahkan Crystal Palace. Peluang MU untuk bersaing di jalur juara juga cukup kecil. Mereka tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.

3 dari 5 halaman

Sudah 3 Kali Kalah

Eskpresi gelandang Manchester United, Bruno Fernandes saat timnya kebobolan di Derby Manchester pada pekan ke-9 Liga Inggris 2022/2023, Minggu (2/10/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Eskpresi gelandang Manchester United, Bruno Fernandes saat timnya kebobolan di Derby Manchester pada pekan ke-9 Liga Inggris 2022/2023, Minggu (2/10/2022) malam WIB. (c) AP Photo

MU tercatat sudah menelan tiga kekalahan di musim 2022/2023. Sebelum dibungkam Man City, Bruno Fernandes dkk. sudah lebih dulu kalah di awal kompetisi.

Kekalahan itu parahnya didapat pada dua laga awal. Yaitu dipermalukan Brighton 0-2 pada laga pembukaan musim ini. Kemudian dihajar 0-4 oleh Brentford seminggu kemudian.

Catatan kekalahan MU tertinggal jauh dari tiga tim penghuni papan atas yakni Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Man City. Jika Arsenal dan Spurs baru sekali kalah, Man City belum tersentuh 0 poin musim ini.

4 dari 5 halaman

Performa Belum Stabil

Perbincangan antara Diogo Dalot dan Antony pada laga Manchester City vs Manchester United di pekan ke-9 Premier League 2022/2023 (c) AP Photo

Perbincangan antara Diogo Dalot dan Antony pada laga Manchester City vs Manchester United di pekan ke-9 Premier League 2022/2023 (c) AP Photo

Hasil minor di kandang Man City, membuat pencapaian MU di musim ini belum stabil. Menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi Erik ten Hag dan anak asuhnya.

Dua kekalahan di awal musim, kemudian empat kemenangan beruntun, dan kini kembali kalah. Empat kemenangan dan tiga kekalahan menggambarkan inkonsistensi MU.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR