BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

25 Tahun Tak Pernah Absen, Ini 5 Hal yang Akan Terjadi Jika Arsenal Gagal ke Eropa Musim Depan

14-07-2020 06:00 | Richard Andreas

Ekspresi pelatih Arsenal, Mikel Arteta, setelah timnya menelan kekalahan di markas Tottenham.  (c) AP Photo Ekspresi pelatih Arsenal, Mikel Arteta, setelah timnya menelan kekalahan di markas Tottenham. (c) AP Photo

Bola.net - Arsenal terancam mengakhiri musim terburuk mereka sepanjang sejarah. Ya, The Gunners terpuruk terlalu dalam musim ini dan terancam gagal tampil di Eropa musim depan.

Senin (13/7/2020) kemarin, CAS memutuskan mencabut hukuman Man City di Eropa. Pasukan Josep Guardiola itu tetap akan bermain di Liga Champions musim depan, kepastian ini memengaruhi banyak tim lainnya.

Arsenal pun terdampak. Mereka tidak boleh finis di bawah peringkat ke-7 klasemen akhir Premier League jika ingin bermain di Eropa musim depan. Masalahnya, target ini pun sulit.

The Gunners sudah pasti tidak bisa menembus zona Liga Champions, yang berarti mereka hanya bisa mengincar Liga Europa. Namun, misi ini pun sulit bagi Arsenal yang sedang tidak stabil.

Sekarang pasukan Mikel Arteta ada di peringkat ke-9 klasemen sementara dengan 50 poin dari 35 pertandingan. Hanya tiga pertandingan yang tersisa dan mereka menggantungkan harapan pada kegagalan tim lain.

Lalu, bicara soal kemungkinan terburuk dan Arsenal dipastikan tidak bermain di Eropa musim depan, apa artinya untuk Arteta dan timnya?

Selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 5 halaman

Sulit, tapi ...

Sebenarnya Arsenal masih punya satu jalan ke Eropa, yakni dengan menjuarai FA Cup musim ini. Namun, untuk itu mereka harus terlebih dahulu mengalahkan Man City di semifinal, misi yang tampak mustahil.

Artinya, mengutip Goal internasional, Arsenal sekarang menghadapi kemungkinan terburuk. Untuk pertama kalinya dalam 25 tahun, mereka tidak akan bermain di panggung Eropa.

Situasi ini jelas sulit bagi Arsenal, baik untuk perkembangan tim maupun perihal finansial. Namun, di sisi lain, sebagian percaya gagal ke Eropa bakal menguntungkan Arsenal.

Sebab, dengan demikian Arteta bakal punya lebih banyak waktu untuk fokus mengembangkan skuad, karena jumlah pertandingan yang tidak terlalu banyak.

2 dari 5 halaman

Terancam kehilangan pemain

Satu dampak yang paling jelas. Arsenal sudah lama tidak bermain di Liga Champions, yang menyebabkan kepergian beberapa pemain. Sekarang, tanpa Liga Europa situasinya bakal jadi lebih sulit.

The Gunners sedang berjuang keras mempertahankan striker top mereka, Pierre-Emerick Aubameyang. Namun, jangankan peluang meraih trofi, menawarkan sepak bola Eropa pun Arsenal tak bisa.

Terlebih, Aubameyang mungkin bukan satu-satunya pemain yang mulai mempertimbangkan kemungkinan pergi. Arsenal bisa saja menghadapi bencana eksodus skuad.

3 dari 5 halaman

Dampak finansial

Februari lalu Arsenal mengumumkan kerugian operasional sampai 27,1 juta poundsterling. Artinya, jika gagal bermain di Eropa musim depan, kerugian itu bisa jadi bertambah besar.

Dampak finansial akibat gagal bermain di Eropa -- untuk tim-tim yang biasa mengandalkan kesempatan itu -- memang sangat besar. Terlebih sekarang situasinya lebih buruk karena pandemi virus corona.

Baru pekan lalu pemilik Arsenal, Kroenke Sports & Entertainment (KSE), memutuskan membarui struktur utang klub untuk sedikit melonggarkan situasi mereka dalam jangpka pendek.

Arsenal sedang menghadapi masalah finansial terbesar, dan gagal tampil di Eropa musim depan bakal membuat situasi jauh lebih buruk.

4 dari 5 halaman

Bujet transfer terkikis

Selain kesulitan mempertahankan pemain, Arteta juga tidak akan bisa merayu pemain-pemain top untuk bergabung dengan timnya. Masalah ini bisa diatasi dengan uang, sayangnya Arsenal pun tak punya banyak uang.

Artinya, Arteta bisa jadi harus mengikuti jejak Arsene Wenger yang tertatih-tatih di bursa transfer. Arsenal tidak punya bujet mumpuni, yang berarti tidak akan ada transfer pemain top.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kesempatan bermain di Eropa adalah salah satu jalan untuk mendulang banyak uang. Arsenal terancam kehilangan sumber pendapatan itu, dan bakal memengaruhi rencana transfer mereka.

Andai Arsenal berhasil mencari cara untuk memperbaiki kondisi finansial mereka, besar kemungkinan uang itu bakal digunakan untuk menambal gaji pemain dan biaya lain-lainnya, bukan dailihkan untuk transfer.

5 dari 5 halaman

25 tahun tak pernah absen

Ya, seperti yang disebutkan di awal, Arsenal tidak pernah absen bermain di Eropa dalam 25 tahun terakhir. Sekarang mimpi buruk itu perlahan-lahan mewujud.

Beberapa tahun terakhir, meski terus merosot, Arsenal masih dipertimbangkan sebagai salah satu tim besar di Inggris. Sejarah mereka terlalu besar untuk diabaikan.

Kendati demikian, sekarang keraguan terhadap status Arsenal itu mulai muncul. Pantaskah tim besar gagal bermain di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir, dan bahkan terancam tidak bermain di Eropa musim depan?

25 tahun selalu tampil di Eropa, entah itu Liga Champions atau Liga Europa. Inilah salah satu bukti bahwa Arsenal merupakan salah satu tim besar Inggris. Namun, catatan ini terancam putus musim depan, dan Arsenal harus mulai menyadari status mereka sekarang. Reputasi klub tengah anjlok.

Sumber: Berbagai sumber

KOMENTAR