BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

10+1 Transfer Dahsyat yang Gagal Terjadi

14-10-2020 15:51 | Gia Yuda Pradana

Cristiano Ronaldo (c) FIFA Cristiano Ronaldo (c) FIFA

Bola.net - Rumput lapangan bukanlah satu-satunya tempat beradu strategi bagi dua tim untuk saling mengalahkan. Dalam industri sepak bola, adu strategi untuk saling mengalahkan juga terjadi pada bursa transfer.

Dalam bursa transfer, klub-klub berlomba untuk bisa memperkuat skuad mereka, bahkan jika perlu untuk menggembosi kekuatan pesaing mereka. Adu strategi dilakukan untuk menggaet pemain-pemain yang dibidik.

Kejutan kerap terjadi pada bursa transfer. Nama-nama yang sebelumnya disebut mustahil bergabung bisa digaet. Bergabungnya Eric Cantona ke Manchester United dari Leeds United pada 26 November 1992 merupakan contoh kisah sukses tersebut.

Namun, selain kisah sukses, ada juga hikayat soal kegagalan transfer. Kegagalan ini menyakitkan. Banyak kegagalan yang terjadi pada detik-detik akhir, ketika semua kesepakatan di atas kertas sudah terjalin.

Tak hanya melibatkan nama-nama 'medioker', banyak kegagalan transfer ini yang melibatkan nama-nama besar, atau yang nantinya menjadi besar. Rencana transfer dahsyat apa saja yang akhirnya gagal menjadi kenyataan? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 11 halaman

Rivaldo ke Bolton Wanderers

Rivaldo (c) AFP Rivaldo (c) AFP

Rivaldo merupakan salah satu sosok pemain terbaik Brasil pada era 90-2000an. Eks pemain Barcelona ini pernah memenangi penghargaan Ballon d'Or dan masuk ke daftar pemain terbaik FIFA pada tahun 1999.

Dengan segenap prestasinya ini, Rivaldo menarik perhatian sejumlah klub, termasuk klub asal Inggris, Bolton Wanderers. Pada 2004, The Trotters sempat bertekad untuk mendatangkan Rivaldo.

Seperti dilansir dari Guardian, operasi transfer ini berjalan mulus. Perwakilan Rivaldo, Peter Harrison, menyebut bahwa kliennya sudah nyaris bergabung dengan Bolton Wanderers.

Rivaldo sendiri, seperti dinukil dari BBC, mengungkapkan keinginannya untuk bermain di Bolton. Ia tak mempermasalahkan reputasi Bolton, yang tak sebesar klub-klub sebelumnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Rivaldo tak pernah bergabung dengan Bolton. Beberapa pekan dari statemen Rivaldo, yang mengatakan tak sabar bergabung dengan Bolton, Manajer The Trotters waktu itu, Sam Allardyce, memastikan bahwa Rivaldo tak akan bergabung dengan timnya.

2 dari 11 halaman

Steven Gerrard ke Chelsea

Steven Gerrard (c) Bola.net Steven Gerrard (c) Bola.net

Steven Gerrard dikenal sebagai salah satu legenda Liverpool. Kesetiaannya terhadap The Reds menjadi kisah yang diceritakan turun-temurun oleh para suporter klub tersebut.

Namun, siapa sangka, Gerrard sempat hampir menyeberang ke klub lain. Ia disebut sudah hampir menandatangani kontrak di Chelsea.

Pada 2004, Gerrard disebut sudah hampir meninggalkan Liverpool dan memenuhi ajakan The Blues. Hal ini menimbulkan gelombang protes dari kelompok suporter Liverpool.

Entah karena gelombang protes tersebut atau hal lain, Gerrard akhirnya memutuskan bertahan di Liverpool. Keputusan Gerrard ini pun langsung disiarkan oleh manajemen The Reds.

"Hari ini, Steven Gerrard mengakhiri spekulasi, yang menyebutkan bahwa ia akan hengkang dari Anfield, dengan memastikan masa depannya bersama Liverpool Football Club," kata manajemen The Reds, seperti dilansir Daily Mail, 28 Juni 2004.

3 dari 11 halaman

Radamel Falcao ke Aston Villa

Radamel Falcao (c) AFP Radamel Falcao (c) AFP

Pada 2008, Aston Villa mencari sosok penyerang anyar. Salah satu penyerang yang menjadi target Martin O'Neill, manajer Aston Villa waktu itu, adalah penyerang asal Kolombia, Radamel Falcao.

Dilansir Mirror, Falcao sudah hampir merapat ke Villa Park. Namun, operasi transfer bernilai hanya lima juta Pounds ini gagal terlaksana.

Falcao sendiri dikabarkan sudah sepakat untuk bergabung dengan Aston Villa. Namun, alih-alih bergabung dengan Villa, semusim berselang ia meninggalkan River Plate dan bergabung dengan Porto.

Falcao sendiri akhirnya menjadi salah satu penyerang tertajam di Eropa kala memperkuat Atletico Madrid. Bisa dibayangkan betapa menyesalnya manajemen Villa gagal mendapat penyerang nyentrik tersebut.

4 dari 11 halaman

Robert Lewandowski ke Blackburn Rovers

Robert Lewandowski (c) AP Photo Robert Lewandowski (c) AP Photo

Lewandowski merupakan salah seorang penyerang terbaik di Liga Jerman beberapa musim terakhir ini. Namun, siapa sangka penyerang asal Polandia ini sempat nyaris bergabung dengan salah satu klub Liga Inggris, Blackburn Rovers.

Pada 2010, Lewandowski -yang waktu itu memperkuat Lech Poznan- mendapat tawaran untuk memperkuat Blackburn Rovers. Nilai yang ditawarkan Rovers untuk meminang Lewandowski waktu itu berkisar empat juta pounds.

Lewandowski sendiri sepakat untuk menjajal peruntungannya di Inggris. Namun, apa daya, alam berkata lain.

Letusan gunung berapi Eyjafjallajökull di Islandia membuat penerbangan di Eropa terganggu. Penerbangan keluar dan masuk Inggris semua terhenti.

"Pembatalan jadwal terbang membuat Lewandowski tidak bisa memenuhi undangan Blackburn Rovers. Tak mungkin juga ke sana dengan menyetir mobil sendiri," ucap agen Lewandowski, Cezary Kucharski, dilansir dari Daily Mail.

Alih-alih ke Inggris, waktu itu, Lewandowski menyeberang perbatasan dan bergabung dengan klub Jerman, Borussia Dortmund. Bersama klub anyarnya ini, ia tampil moncer dan menjadi salah seorang penyerang terbaik Eropa.

5 dari 11 halaman

Cristiano Ronaldo ke Arsenal

Cristiano Ronaldo (c) AP Photo Cristiano Ronaldo (c) AP Photo

Sebelum bergabung dengan Manchester United, pada 2003, Cristiano Ronaldo sudah sempat nyaris bergabung dengan Arsenal. Waktu itu, pemain berusia 18 tahun tersebut sudah sempat berlatih dengan skuad The Gunners. Ia bahkan juga sudah mendapat jersey bernomor punggung sembilan dengan namanya sendiri.

Manajer Arsenal waktu itu, Arsene Wenger, menyebut ada sejumlah alasan di balik kegagalan timnya meminang Ronaldo. Waktu itu, sambung manajer asal Prancis tersebut, mereka gagal bersepakat dengan Sporting Lisbon, soal banderol Ronaldo. Padahal, permintaan Sporting sendiri tak terlalu tinggi, sekitar 12,25 juta pounds saja.

Selain itu, Wenger menyebut ada alasan lain di balik kegagalan timnya mendapatkan jasa Ronaldo. Ketika Carlos Queiroz memutuskan bergabung dengan United, Wenger memastikan bahwa peluang Ronaldo bergabung dengan timnya telah tertutup.

"Inilah kehidupan. Anda sudah melakukan yang terbaik, tapi terkadang ada orang-orang yang lebih kuat ketimbang Anda. Ini hal yang wajar terjadi," tutur Wenger.

6 dari 11 halaman

Zlatan Ibrahimovic ke Arsenal

Zlatan Ibrahimovic (c) AP Photo Zlatan Ibrahimovic (c) AP Photo

Kehilangan Cristiano Ronaldo bukan menjadi satu-satunya pengalaman buruk Arsenal pada bursa transfer. Sebelumnya, pada 1997-1998, The Gunners, julukan Arsenal, merasakan kegagalan meminang Zlatan Ibrahimovic.

Pada usia 16 tahun, Zlatan mendapat kesempatan untuk berlatih bersama Arsenal. Sama seperti Ronaldo, pemain asal Swedia ini pun mendapat jersey dengan namanya di punggung.

Namun, Wenger membuat blunder dengan meminta Zlatan untuk menjalani trial di timnya. Permintaan wajar Wenger ini membuat Zlatan murka.

"Zlatan tak melakukan audisi," ucap Zlatan, seperti dilansir Daily Mail.

"Saya menunggu Wenger meyakinkan saya untuk bergabung dengan Arsenal. Namun, ia bahkan tak mencoba. Ia tak pernah secara serius memberikan tawaran kepada saya," ia menambahkan.

Sementara itu, dalam wawancaranya dengan Daily Mail pada 2012, Wenger mengaku tak menyesal sedikit pun gagal meminang Zlatan. Menurutnya, ia tak bisa mengontrak pemain yang tak diketahuinya sama sekali.

"Apakah saya menyesalinya? Tidak. Saya akan terus melakukan hal seperti ini kecuali pemandu bakat kami telah melihat penampilannya dan berkata, 'Lihat, pemain ini sepenuhnya cocok.' Saya percaya sepenuhnya terhadap mereka," tegas Wenger.

7 dari 11 halaman

Paul Gascoigne ke Manchester United

Paul Gascoigne (c) PA Paul Gascoigne (c) PA

Sir Alex Ferguson merupakan salah satu sosok yang brilian dalam bursa transfer. Namun, eks pelatih Manchester United ini menyebut ada satu penyesalan terbesarnya dalam operasi transfer. Penyesalannya ini adalah tidak mengontrak Paul Gascoigne pada 1988 lalu.

Waktu itu, Gazza yang masih berusia 21 tahun merupakan salah seorang pemain paling berbakat di generasinya. Penampilannya bersama Newcastle United mengundang banyak pujian, termasuk penghargaan PFA Player of the Year pada musim 1987/88.

Gazza sendiri sudah bersepakat dengan Manchester United. Ia pun sudah secara personal menjalin sepakat dengan Ferguson untuk merapat ke Old Trafford.

Namun, kesepakatan itu akhirnya kandas. Pada detik-detik terakhir, Gazza memilih bergabung dengan Tottenham Hotspurs. Alasannya? Spurs membelikan orang tua pemain bengal tersebut rumah.

8 dari 11 halaman

Alfredo di Stefano ke Barcelona

Alfredo Di Stefano (c) AFP Alfredo Di Stefano (c) AFP

Nama Alfredo Di Stefano sangat lekat dengan Real Madrid. Di Stefano tersohor sebagai salah seorang bintang di Santiago Bernabeu.

Namun, siapa sangka ternyata Di Stefano sudah pernah bersepakat dengan rival abadi Real Madrid, Barcelona?

Dilansir dari laman resmi mereka, Barcelona mengaku sudah menjalin kesepakatan dengan River Plate, klub yang memiliki hak atas Di Stefano, pada 1953. Namun, pada saat yang sama, Madrid menjalin kesepakatan dengan Millionarios, klub di mana Di Stefano bermain.

Sempat ada keputusan bahwa Di Stefano akan bermain bergantian di dua klub tersebut. Ia direncanakan akan bermain semusim di Madrid, kemudian musim berikutnya di Barcelona.

Barcelona sendiri akhirnya mengakhiri kesepakatan. Di Stefano pun bermain hanya untuk Madrid dan menjalani era kesuksesannya bersama Los Merengues.

9 dari 11 halaman

Zinedine Zidane ke Blackburn Rovers

Zinedine Zidane (c) Bola.net Zinedine Zidane (c) Bola.net

Usai menjuarai Liga Inggris pada musim kompetisi 1994/95, Blackburn Rovers berusaha mencari tambahan amunisi. Kandidat yang diminta tim pelatih waktu itu adalah pemain asal Prancis berusia 23 tahun. Pemain tersebut adalah Zinedine Zidane. Waktu itu, Zidane memperkuat tim Prancis, Bordeaux.

Menurut Asisten Manajer Blackburn waktu itu, Derek Fazackerly, ia sudah melihat langsung penampilan Zidane dan merekomendasikan agar klubnya meminang pemain berdarah Aljazair tersebut. Fazackerly menilai peluang timnya meminang Zidane cukup terbuka. Pasalnya, mereka berstatus kampiun Liga Inggris.

Namun, pemilik Blackburn Rovers, Jack Walker, justru menanggapi keinginan tim pelatihnya dengan setengah hati. Ia menjawab, "Mengapa kami ingin mengontrak Zidane ketika masih memiliki Tim Sherwood?"

Demikianlah roda nasib berputar bagi dua pihak. Zidane akhirnya bergabung dengan Juventus pada musim 1996 dan mencatatkan namanya sebagai salah seorang pemain terbaik yang pernah dikenal dunia. Sementara, Blackburn Rovers kini berada di Liga Championship, yang merupakan kasta kedua kompetisi Inggris.

10 dari 11 halaman

Diego Maradona ke Sheffield United

Diego Maradona di Napoli (c) HBO via AP Diego Maradona di Napoli (c) HBO via AP

Kita mengenal Diego Maradona sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola dunia. Namun, siapa sangka sosok asal Argentina tersebut sempat nyaris memperkuat tim yang saat ini berada di papan bawah klasemen Liga Inggris, Sheffield United.

Pada 1978, Sheffield United berada bermain di Divisi dua. Mereka mencari sosok yang bisa menjadi tambahan amunisi bagi klub tersebut untuk bisa naik kasta.

Manajer Sheffield United waktu itu, Harry Haslam, pergi ke Argentina dalam pencariannya akan sosok pemain anyar tersebut. Di sana, ia melihat langsung aksi Maradona -yang waktu itu berusia 17 tahun. Jatuh cinta dengan aksi Maradona, Haslam menyiapkan tawaran sebesar 200 ribu pounds untuk memboyong Maradona.

Namun, langkah Haslam ini ditentang manajemen timnya. Mereka keberatan mengeluarkan uang senilai itu untuk memboyong Maradona. Sebagai gantinya, mereka mau membayar senilai 160 ribu pounds untuk memboyong kompatriot Maradona, Alejandro Sabella.

Sabella memang bukan pembelian buruk. Kemampuan individunya membuatnya menjadi idola suporter Sheffield United. Namun, sayangnya, ia tak bisa membawa United selamat dari degradasi pada musim 1978/1979.

Sementara itu, empat tahun setelah tak jadi diboyong Sheffield United, Maradona bergabung dengan salah satu klub terbesar dunia, Barcelona.

11 dari 11 halaman

BONUS: Michael Ballack ke Arema Cronus

Michael Ballack (c) CNN Michael Ballack (c) CNN

Kisah kegagalan transfer spektakuler tak sekadar menjadi dominasi klub-klub luar negeri. Klub-klub Indonesia pun pernah mengalami nasib serupa.

Arema Cronus adalah klub yang sempat merasakan nasib malang tersebut. Mereka sudah sempat mendapatkan salah satu bintang sepak bola dunia, Michael Ballack.

General Manager Arema, Ruddy Widodo, mengaku bahwa manajemen timnya telah sepakat dengan pemain yang pernah memperkuat Bayern Munich dan Chelsea ini pada 2012 silam. Waktu itu, tim pelatih Arema yang dikomandani Rahmad Darmawan juga menyambut gembira rencana tersebut.

"Ceritanya, agennya menawarkan ke Brisbane Roars. Kebetulan, owner kita sama. Owner Brisbane lalu menghubungi CEO Arema Cronus, Iwan Budianto," ujar Ruddy.

"Tak menunggu lama, Mas Iwan (Iwan Budianto, red) setuju. Beliau juga sepakat dengan banderol harga yang mesti ditebus Arema," tutur Ruddy, sembari menyebut sejumlah nominal.

Setelah ada kesepakatan, Ballack mengirim salah satu manajernya ke Malang. Selain melihat kondisi Malang, manajer Ballack ini juga telah mencari rumah bagi pria yang kini berusia 39 tahun tersebut. "Akhirnya, ia cocok dengan salah satu perumahan di kawasan utara Kota Malang," papar Ruddy.

Namun, untung tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak. Kesepakatan dengan Ballack akhirnya harus batal. "Istrinya meminta Ballack gantung sepatu," ucap Ruddy.

Sementara itu, keputusan Ballack untuk gantung sepatu tersebut tergolong ironis. Pasalnya, tak sampai sebulan setelah memutuskan gantung sepatu, pada akhir Oktober 2012, pemain yang dikenal dengan tendangan kanonnya itu berpisah dengan sang istri, Simone Lambe.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR