BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Ulang Tahun ke-90 PSSI, Ini Harapan Indra Sjafri

19-04-2020 20:20 | Ari Prayoga

Indra Sjafri (c) Fitri Apriani Indra Sjafri (c) Fitri Apriani

Bola.net - Indra Sjafri mengungkap harapannya dalam peringatan ulang tahun ke-90 PSSI. Direktur Teknik PSSI ini berharap federasi sepak bola Indonesia tersebut bisa terus menjaga integritas dan kebersamaan mereka.

"PSSI genap berusia 90 tahun, sebuah usia yang sangat panjang, hampir satu abad, terhitung sejak kongres pertama di Yogyakarta 19 April 1930," kata Indra Sjafri.

"Jaga terus integritas, kebersamaan dan kerja sama untuk kejayaan sepak bola Indonesia," sambungnya.

Indra sendiri juga berterima kasih kepada PSSI. Pasalnya, menurut pelatih berusia 57 tahun ini, berkat PSSI, ia bisa memberi preatasi bagi bangsa dan negara.

"Saya berterima kasih sudah diberikan kesempatan mengabdi buat bangsa dan negara lewat sepak bola melalui Timnas U-16, U17, U-18, U-19, U-20, U-22 dan Timnas U-23 buat Bangsa dan Negara," tutur Indra, pada Bola.net.

"Dari situ saya bisa memberikan prestasi di Timnas U-19 dan U-22," sambungnya.

PSSI sendiri memperingati hari ulang tahun mereka ke-90 pada tahun ini. Federasi sepak bola Indonesia ini didirikan di Yogyakarta pada 19 April 1930.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1 halaman

Punya Banyak Pekerjaan Rumah

Indra menyebut, pada usianya yang ke-90 tahun, PSSI memiliki banyak pekerjaan rumah. Yang utama, sambung pelatih asal Painan Sumatra Barat ini, PSSI harus bisa membuat semua insan sepak bola di seluruh Indonesia bersatu dalam menghadapi pandemi Corona. Setelahnya, menurut Indra, PSSI dan segenap stakeholdernya bersatu membangun sepak bola Indonesia.

"PSSI, lewat visi dan misi Ketum dan Pengurus PSSI diterjemahkan dalam bentuk program yang harus dijalankan secara konsisten," kata Indra.

Ada sejumlah hal, menurut Indra, harus dijalankan untuk berbenah. Untuk menjawab tuntutan agar Timnas berprestasi misalnya, pembinaan pemain di klub harus lebih baik

"Pembinaan usia muda harus lebih merata. Tidak hanya elite academy, tapi juga pengembangan SSB, yang di Indonesia jumlahnya ribuan," tuturnya.

"Selain itu, harus ada peningkatan kuantitas dan kualitas pelatih, juga kualitas kompetisi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemain," tandasnya.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR