BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Terpesona dengan Langkah Persebaya Muda di Piala Menpora 2021

08-04-2021 18:57 | Asad Arifin

Pemain Persebaya, Rizky Ridho, melakukan tendangan bebas di laga melawan PS Sleman (c) Ikhwan Yanuar Harun
Pemain Persebaya, Rizky Ridho, melakukan tendangan bebas di laga melawan PS Sleman (c) Ikhwan Yanuar Harun

Bola.net - Persebaya Surabaya memang tidak meraih hasil sempurna di fase grup Piala Menpora 2021. Namun, jika melihat komposisi dan usia pemain Persebaya, publik pantas terpesona. Persebaya adalah tim dengan skuad paling muda di Piala Menpora 2021.

Persebaya finis di posisi kedua klasemen Grup C. Bajul Ijo meraih tuju poin dari empat laga, hasil dari dua kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Persebaya pun lolos ke perempat final dan akan berjumpa Persib Bandung.

Sukses Persebaya lolos ke babak perempat final sejatinya cukup mengejutkan. Di Grup C, mudah untuk menyebut PS Sleman dan Madura United sebagai unggulan. Mereka punya skuad yang lengkap, berikut barisan pemain asingnya.

Sedangkan, Persebaya bermodal pemain lokal yang sebagian besar berusia muda. Namun, Persebaya justru lolos -bersama PS Sleman- dan sempat mengalahkan Madura United dengan skor 2-1.

1 dari 5 halaman

Hanya 2 Pemain Senior

Penyerang Persebaya, Samsul Arif, pada laga melawan Persela di Piala Menpora 2021 (c) Ikhwan Yanuar Harun
Penyerang Persebaya, Samsul Arif, pada laga melawan Persela di Piala Menpora 2021 (c) Ikhwan Yanuar Harun

Persebaya sejak awal melihat gelaran Piala Menpora dengan cara pandang berbeda dari kebanyakan klub peserta lain. Sang presiden klub, Azrul Ananda, menilai ajang Piala Menpora ini adalah peluang untuk membuktikan Persebaya ada di jalan yang benar.

Persebaya telah melakukan investasi besar sejak kembali berkompetisi pada 2017 lalu. Bukan hanya untuk membangun tim yang kompetitif, tapi juga menggulirkan kompetisi internal pada level usia.

"Kami melihat Piala Menpora sebagai peluang. Kapan lagi kami dapat peluang seperti ini [memainkan banyak pemain muda]. Kalau hasilnya belum sesuai harapan, toh masih ada waktu sebelum liga dimulai," kata Azrul.

Di skuad Persebaya untuk Piala Menpora 2021, hanya ada dua pemain yang bisa disebut senior dalam arti berusia di atas 30 tahun. Dua pemain tersebut yakni Samsul Arif Munip [36] dan Rendi Irwan [33].

Selain itu, nama-nama seperti Oktafianus Fernando [27], Mokhamad Syaifuddin [28], Rifaldi Bauwo [27], dan Ady Setiawan [26] belum sepenuhnya bisa disebut sebagai pemain senior.

2 dari 5 halaman

Skuad Juara Liga 1 U-20

pemain PS Sleman, Samsul Arifin (kanan) berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya, Moch Supriadi dalam pertandingan Babak Penyisihan Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
pemain PS Sleman, Samsul Arifin (kanan) berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya, Moch Supriadi dalam pertandingan Babak Penyisihan Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Pada 2019 lalu, Persebaya Surabaya mampu meraih gelar juara Liga 1 U-20 setelah mengalahkan Barito Putera pada laga final. Sedangkan, pada Elite Academy Pro Liga 1 U-16, Persebaya melaju hingga babak semifinal sebelum kalah dari Bhayangkara FC.

Nah, para pemain dari dua tim muda itulah yang kini menjadi pilar Persebaya di Piala Menpora 2021. Tentu tidak semuanya bermain secara reguler, tapi ada beberapa pemain yang menjadi andalan Aji Santoso.

Koko Ari Araya, Rizky Ridho, Supriadi, dan Akbar Firmansyah adalah jebolan tim U-20 yang bermain secara reguler. Sedangkan, Kemaluddin dan Ernando Ari tampil sejak menit awal di laga melawan PS Sleman.

Dari tim U-16, ada nama Marselino Ferdinan yang tampil apik pada laga melawan PS Sleman. Marselino, yang merupakan adik kandung winger Oktafianus Fernando, juga menjadi pemain penting di Timnas Indonesia U-16.

Satu nama yang tidak boleh dilewatkan adalah Dicky Kurniawan. Pemain dengan julukan 'Si Kancil' itu adalah jebolan Persebaya U-17 yang tampil di Piala Suratin 2018. Pemain 18 tahun tampil selama 70 menit pada duel melawan PS Sleman.

Selain nama-nama di atas, masih ada Hambali Tholib [20], Alwi Slamat [22], dan Rachmat Irianto [21] yang menjadi pemain kunci Persebaya. Nama yang disebut terakhir bahkan dipercaya untuk menjadi kapten utama Persebaya.

3 dari 5 halaman

Paling Muda di Piala Menpora 2021

Pemain muda Persebaya, Marselino Ferdinan, pada laga melawan PS Sleman di Piala Menpora 2021 (c) Ikhwan Yanuar Harun
Pemain muda Persebaya, Marselino Ferdinan, pada laga melawan PS Sleman di Piala Menpora 2021 (c) Ikhwan Yanuar Harun

Ketika melawan PS Sleman di laga terakhir Grup C Piala Menpora 2021, Persebaya mencatatkan rekor rata-rata usia paling muda di fase grup. Transfermarkt mencatat rata-rata usia skuad Persebaya hanya 22,9 tahun.

Pada laga melawan PSS, Aji Santoso memainkan lima pemain di bawah 20 tahun pada starting XI. Lima pemain itu adalah Marselino Ferdinan [16], Dicky Kurniawan [18], Supriadi [18], Ernando Ari [19], dan Rizky Ridho [19].

Persebaya memecahkan rekor mereka sendiri di laga melawan Persela Lamongan. Pada laga yang berakhir dengan skor 0-0 itu, rata-rata usia pemain Persebaya adalah 23 tahun. Kala itu, hanya ada dua pemain di atas 25 tahun yakni Samsul Arif dan Ady Setiawan.

Dari sisi statistik, skuad muda Persebaya meraih hasil yang cukup bagus. Dari empat laga fase grup, Persebaya kebobolan empat gol di mana dua diantaranya tercipta dari eksekusi penalti.

Satria Tama yang dipercaya sebagai kiper Persebaya punya performa bagus. Kiper berusia 24 tahun, berdasar data Statoskop, telah melakukan 11 penyelamatan pada tiga laga fase grup. Jumlah penyelamatannya hanya kalah dari Dwi Kuswanto [12 kali].

Sementara, Alwi Slamat masuk dalam daftar empat besar pemain paling sering melepas umpan. Bek kiri Persebaya berusia 22 tahun itu melepas 164 umpan dari tiga laga. Alwi juga menjadi pemain yang paling sering membuat umpan terobosan, 9 kali.

4 dari 5 halaman

Kepercayaan

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Persik Kediri pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). Perseba
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Persik Kediri pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). Perseba

Persebaya dan Aji Santoso seolah berjodoh. Aji pernah menjadi ikon Persebaya ketika masih aktif bermain. Kini, pelatih 50 tahun menjadi ujung tombak dari visi Persebaya membangun tim dengan skuad muda.

Aji Santoso sejak lama dikenal punya sentuhan emas untuk mengembangkan pemain muda. Saddil Ramdani, Fahmi Al-Ayubi,dan Arif Satria adalah anak didiknya di Persela. Saat melatih Arema, Aji mengorbitkan Dedik Setiawan yang sebelumnya bermain di Persekam Metro FC.

Sejauh ini, Aji merasa puas dengan performa pemain muda Persebaya. Akbar Firmansyah dan kolega memang kalah tenar jika dibanding pemain PS Sleman atau Madura United, tapi mereka punya semangat juang yang tinggi.

"Pemain-pemain muda ini punya prospek cukup bagus ke depan dengan lawan materi beberapa pemain asing tapi mereka sama sekali tidak menunjukkan nervous di dalam lapangan," ucap mantan kapten Timnas Indonesia itu.

Di sisi lain, peran pemain muda Persebaya juga mendapat pujian dari Samsul Arif. Mantan bomber Barito Putera itu ingin para pemain muda Persebaya tidak gentar dan bersaing secara fair untuk mendapat peluang bermain.

"Ini kesempatan, kita sama-sama satu tahun tidak merasakan kompetisi. Sama-sama tidak latihan. Saya berusaha memberikan motivasi. Di Piala Menpora ini, kita punya modal yang sama," kata Samsul Arif.

5 dari 5 halaman

4 Legenda di Kursi Pelatih

Aji Santoso dan Uston Nawawi  (c) Official Persebaya
Aji Santoso dan Uston Nawawi (c) Official Persebaya

Aji Santoso tidak bekerja seorang diri di kursi kepelatihan Persebaya. Dia punya empat orang asisten, termasuk pelatih kiper. Uniknya, semuanya adalah mantan pemain dan pernah membela Timnas Indonesia.

Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, dan Mustaqim melengkapi barisan tim kepelatihan Persebaya di bawah kendali Aji Santoso. Bagi Persebaya, empat nama ini adalah legenda Persebaya pada era yang berbeda.

Dari empat nama itu, sosok Uston patut mendapat sorotan. Uston bergabung ke tim kepelatihan jelang Liga 1 2020 lalu. Sebelumnya, eks playmaker Timnas Indonesia itu adalah pelatih Persebaya U-20.

Jadi, Uston tahu betul seperti apa kualitas pemain-pemain muda Persebaya. Uston sejak lama menggembleng Rizky Ridho dan kawan-kawan tim level junior dan kini mendampingi mereka masuk ke tim senior.

Satu nama lagi di jajaran tim pelatih Persebaya adalah Benny van Breukelen. Dia adalah sosok beken, baik ketika masih aktif bermain maupun menjadi pelatih kiper. Dari tangannya lahir salah satu kiper terbaik Indonesia, Kurnia Meiga.

KOMENTAR