BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Tapak Tilas 6 Pemain Naturalisasi dari Amerika Latin, Siapa Paling Sukses?

16-11-2020 12:41 | Asad Arifin

Cristian Gonzales (c) Bola.com/Vincentius Atmaja Cristian Gonzales (c) Bola.com/Vincentius Atmaja

Bola.net - PSSI memulai program naturalisasi pemain asing sejak 2010 lalu. Saat itu, ada nama Cristian Gonzales yang mencuat. Bomber asal Uruguay kemudian mengantongi status WNI dan membela timnas Inggris.

Seperti Gonzales, banyak pemain asal Amerika Latin yang memiliki karier panjang di Indonesia. Kualitas individu yang dimiliki menuntun mereka berganti-ganti klub.

Ada pula pemain yang akhirnya memilih berganti kewarganegaraan di Indonesia. Dari 35 pemain asing yang sudah dinaturalisasi, enam di antaranya berasal dari negara-negara Amerika Latin.

Mereka juga berhasil mendapatkan kepercayaan untuk membela Timnas Indonesia. Berkat kemampuan dan kualitas yang dimiliki, ada beberapa nama yang sering menjadi langganan di Timnas Indonesia.

Redaksi mengumpulkan enam pemain Amerika Latin yang memilih menjadi WNI. Lantas, siapa saja pemain naturalisasi asal negara Amerika Latin yang punya kemampuan mumpuni dan kualitas individu terbaik?

1 dari 6 halaman

Silvio Escobar

Silvio Escobar (c) Bola.com/Yoppy Renato Silvio Escobar (c) Bola.com/Yoppy Renato

Silvio Escobar memutuskan berganti kewarganegaraan dari Paraguay ke Indonesia. Proses naturalisasi Silvio Escobar akhirnya rampung pada awal 2020 saat usianya 33 tahun.

Silvio Escobar harus menjalani jalan panjang untuk menjadi WNI. Pemilik nama lengkap Silvio Escobar Benitez itu mengurusi semua proses naturalisasinya sendiri.

Silvio Escobar sudah malang melintang di sepak bola Indonesia. Namun, belum ada satu pun prestasi yang mampu diraih Silvio Escobar.

Sampai saat ini, Silvio Escobar juga belum pernah mendapatkan kesempatan bermain di Timnas Indonesia. Usianya yang masih menyentuh angka 34 tahun membuat Silvio Escobar punya peluang besar di masa depan.

2 dari 6 halaman

Esteban Vizcarra

Esteban Vizcarra (c) Fitri Apriani Esteban Vizcarra (c) Fitri Apriani

Esteban Vizcarra berganti kewarganegaraan dari Argentina ke Indonesia pada 2018. Ketika itu, Esteban Vizcarra mengucap sumpah sebagai Warga Negara Indonesia pada usia 32 tahun.

Esteban Vizcarra sudah malang melintang di sepak bola Indonesia sejak 2009. Pencapaian terbaiknya adalah membantu Semen Padang menjuarai Liga Primer Indonesia 2011-2012 dan Arema FC juara Piala Presiden 2017.

Esteban Vizcarra juga sudah pernah tampil bersama Timnas Indonesia. Ketika itu, Esteban Vizcarra memulai debutnya pada laga uji coba melawan Myanmar.

Sampai saat ini, Esteban Vizcarra belum lagi pernah dipanggil Timnas Indonesia. Esteban Vizcarra yang memiliki gaya permainan khas dan berkualitas membuatnya masih punya peluang membela Timnas Garuda di masa depan.

3 dari 6 halaman

Otavio Dutra

Otavio Dutra, Timnas Indonesia (c) Bola.com/Aditya Wany Otavio Dutra, Timnas Indonesia (c) Bola.com/Aditya Wany

Otavio Dutra berganti kewarganegaraan Brasil menjadi Indonesia pada 2019. Ketika mengucap sumpah menjadi WNI, Otavio Dutra ketika itu berusia 35 tahun.

Otavio Dutra merupakan bek tengah tangguh yang sudah malang melintang di Indonesia. Pencapaian terbaiknya adalah saat membantu Persebaya 1927 meraih gelar Liga Primer Indonesia 2011, Persipura Jayapura menjuarai Liga Super Indonesia 2013, dan Bhayangkara FC meraih titel Liga 1 2017.

Dutra sejauh ini sudah tampil sebanyak dua kali di Timnas Indonesia. Dutra yang masih aktif bermain bisa menjadi pilihan berharga di jantung pertahanan.

Otavio Dutra dikenal sebagai bek tengah tangguh yang gemar melakukan duel udara demi mengamankan areanya. Otavio Dutra juga bisa diandalkan dalam mencetak gol dengan kekuatan kepala yang dimilikinya.

4 dari 6 halaman

Fabiano Beltrame

Fabiano Beltrame (c) Bola.com/Erwin Snaz Fabiano Beltrame (c) Bola.com/Erwin Snaz

Fabiano Beltrame mengucap sumpah sebagai WNI pada 2019. Ketika itu, Fabiano Beltrame berganti kewarganegaraan dari Brasil ke Indonesia pada usia 37 tahun.

Fabiano Beltrame meraih status WNI dengan tak mudah. Fabiano Beltrame sampai rela tidak bermain semusim karena slot pemain asing di Persib Bandung keburu penuh.

Fabiano Beltrame dikenal sebagai bek tengah yang tangguh. Hal itu sudah dibuktikan dalam catatan kariernya bersama klub-klub Indonesia.

Fabiano Beltrame belum pernah mendapatkan panggilan di Timnas Indonesia. Pada usia 38 tahun, Fabiano Beltrame bisa menjadi pilihan tangguh di jantung pertahanan Timnas Merah Putih.

5 dari 6 halaman

Beto Goncalves

Alberto Goncalves (c) Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan Alberto Goncalves (c) Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan

Beto Goncalves menjadi pemain tertua yang dinaturalisasi dari Brasil. Beto mengucap sumpah sebagai WNI pada 2018 ketika usianya 38 tahun.

Beto langsung memberikan kontribusi maksimal bersama Timnas Indonesia. Beto sempat dipercaya membela Timnas Indonesia di Asian Games dan sukses mencetak empat gol dalam lima penampilan.

Selain itu, Beto juga berhasil mencetak 10 gol dalam 12 laga bersama Timnas Indonesia senior. Pencapaian yang cukup baik untuk pemain yang belum genap dua tahun menjadi WNI itu.

Sementara itu, karier Beto di level klub juga tak kalah gemilang. Beto menjadi bagian Persipura Jayapura saat menjuarai Liga Super Indonesia 2008-2009.

Selain itu, Beto sukses meraih tiga gelar top skorer. Pencapaian itu diraih Beto pada Liga Super Indonesia 2011-2012, ISC A Championship 2016, dan Piala Gubernur Kaltim 2018.

6 dari 6 halaman

Cristian Gonzales

Cristian Gonzales (c) Mustopa Cristian Gonzales (c) Mustopa

Cristian Gonzales bisa dikatakan sebagai pemain naturalisasi Indonesia yang paling sukses. Cristian Gonzales berganti kewarganegaraan dari Uruguay ke Indonesia pada 2010.

Program naturalisasi Gonzales terbilang terlambat karena sang pemain sah menjadi WNI pada usia 34 tahun. Gonzales harus menunggu selama enam tahun sampai bisa mengucap sumpah sebagai WNI.

Meski begitu, Gonzales berhasil memberikan kontribusi maksimal untuk Timnas Indonesia dengan sumbangan 12 gol dalam 29 penampilan. Pencapaian terbaiknya adalah membantu Timnas Garuda menjadi runner-up Piala AFF.

Sementara itu, di level klub pretasi Gonzales lebih mengilap lagi. Pemain yang akrab disapa El Loco itu meraih dua gelar liga yakni Liga Indonesia 2006 bersama Persik Kediri dan Liga 2 2018 bersama PSS Sleman.

Gonzales juga dikenal sebagai predator tajam sepanjang kariernya di Indonesia. Gonzales sukses menyabet empat gelar individu top skorer Liga Indonesia 2005, 2006, 2007-2008, 2008-2009, Piala Indonesia 2010, dan Piala Presiden 2017.

Disadur dari Bola.com (Penulis: Zulfirdaus Harahap/Editor: Yus Mei Sawitri, 16 November 2020)

KOMENTAR