Sriwijaya FC Lapor LIB, Begini Tanggapan PSIS

Ari Prayoga | 27 Oktober 2018, 03:38
Wahyu Liluk Winarto (c) Istimewa
Wahyu Liluk Winarto (c) Istimewa

Bola.net - Sriwijaya FC resmi melayangkan protes ke PT. Liga Indonesia Baru (LIB) setelah mengalami kekalahan dari PSIS Semarang pada pekan ke-27 Liga 1 bersama Bukalapak beberapa waktu lalu.

Sriwijaya FC melaporkan beberapa kejanggalan yang terjadi pada pertandingan melawan PSIS yang berakhir dengan kemenangan tuan rumah dengan skor 1-0.

Kejanggalan pertama adalah padamnya lampu stadion yang berlangsung dari dua kali, hingga perubahan jadwal. Bahkan manajemen Sriwijaya FC meminta agar PSIS didiskualifikasi.

Menanggapi adanya protes dari pihak Sriwijaya FC, manajemen PSIS Semarang tidak terlalu risau. Sebab apa yang terjadi dalam pertandingan melawan Laskar Wong Kito tidak ada unsur kesengajaan.

”Kita mengalami seperti itu baru sekali dan itu force majeur sifatnya, karena kondisi waktu itu hujan deras,” kata General Manajer PSIS Semarang, Wahyu ’Liluk’ Winarto kepada Bola.net.

”Kalau menurut laporan teknisi stadion, salah satu tiang listriknya korslet. Makanya setelah hidup lagi, ada beberapa lampu yang mati,” sambungnya.

Bahkan Liluk cukup tenang, karena keputusan untuk melanjutkan pertandingan sudah atas sepengetahuan dan persetujuan perangkat pertandingan (PP).

”Kalau lampu sih kita tergantung PP, PP kan tahu permasalahannya, itu kan force majeur. Apalagi sampai akhir, pertandingan tidak ada masalah,” tegasnya.

Jika Sriwijaya FC menuding panpel tidak siap dan meminta agar PSIS didiskualifikasi menurutnya terlalu berlebihan. Sebab sejak awal penentuan kesiapan panpel dan stadion sudah melalui proses verifikasi.

“Tentunya kan sebelum kompetisi ada verifikasi, PT LIB kan sudah memverifikasi stadion, panpel dan stadion sudah diverifikasi LIB dan dinyatakan layak,” tandasnya.

1 dari 1 halaman

Video Menarik

Tabloid Olahraga BOLA yang lahir pada 3 Maret 1984 telah pamitan pada Jumat (26/10/2018). Hari tersebut menandai terbitnya Tabloid BOLA bernomor 2.915 sebagai edisi penutup. Salah satu pendiri Tabloid BOLA, Ignatius Sunito, sebelumnya telah memastikan aset-aset foto BOLA dapat diabadikan dalam bentuk digital. Ini kisahnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR