Sportivitas dan Kreativitas di Atas Rivalitas Derbi Jawa Timur

Asad Arifin | 8 November 2021, 12:06
Johan Alfarizi berduel dengan Alwi Slamat pada laga Arema FC vs Persebaya di pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 (c) Bagaskara Lazuardi
Johan Alfarizi berduel dengan Alwi Slamat pada laga Arema FC vs Persebaya di pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 (c) Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Laga Derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 berakhir imbang. Duel di Stadion Manahan, Sabtu (6/11/2021) berkesudahan dengan skor imbang 2-2.

Arema FC sempat unggul dua gol lebih dulu. Carlos Fortes membobol gawang Persebaya pada menit ke-11 dari titik putih, lalu ada gol M. Rafli pada menit ke-21. Persebaya membalas lewat gol Samsul Arif pada menit ke-38 dan Marselino Ferdinan pada menit ke-71.

Di atas lapangan, laga berjalan cukup seru. Walau diwarnai kartu merah Dendi Santoso pada menit ke-53, secara umum tidak ada insiden besar yang terjadi pada duel sarat gengsi antara dua tim top Jawa Timur ini.

Hasil ini membuat Arema FC menutup seri kedua BRI Liga 1 dengan berada di posisi ketiga klasemen. Singo Edan mendapat 20 poin. Persebaya, dengan 17 poin, berada di posisi keenam.

Simak artikel lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 4 halaman

Insiden dan Kebesaran Hati

Laga derbi Jawa Timur antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 (c) Bagaskara Lazuardi

Laga derbi Jawa Timur antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 (c) Bagaskara Lazuardi

Dua pekan sebelum Derbi Jawa Timur, media sosial sudah dibuat riuh dengan sebuah insiden yang terjadi. Bus tim Arema FC yang terparkir di hotel tempat menginap diserang sekelompok orang dengan atribut suporter Persebaya.

Beberapa bagian dari badan bus rusak, begitu juga dengan kaca depan, dan samping. Situasi ini sempat dikhawatirkan akan menjadi pemantik api perseteruan suporter kedua tim, Bonek di kubu Persebaya dan Aremania di kubu Persebaya.

Namun, situasi mereka. Kedua tim segera mengambil langkah penting. Persebaya segera mengucapkan permintaan maaf pada Arema FC. Sementara, pihak Arema menerima dengan tangan terbuka. Masalah selesai dengan baik.

"Kami memberikan jalan terbaik untuk mengubur dendam demi tetap berjalannya kompetisi dan sepak bola Indonesia berprestasi. Arema FC, Persebaya dan semua klub Indonesia adalah bersaudara. Jadikan momentum untuk damai itu indah, damai itu prestasi," ucap Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana.

Di kubu Persebaya, Azrul Ananda sebagai presiden klub memang tidak turun tangan seperti Gilang dari Arema. Tapi, bukan berarti Persebaya tidak serius. Sidik Tualeka yang diterjunkan mewakili Persebaya melakukan komunikasi dengan baik bersama Arema.

"Atas nama manajemen Persebaya, kami mohon maaf kepada manajemen Arema FC atas tindakan oknum suporter yang tidak bertanggung jawab terhadap Bus oficial Arema. Sungguh, kejadian itu sangat mencoreng nama baik Persebaya," kata Tualeka sebagai Fans Relation Manager Persebaya.

Masalah ini selesai dengan baik. Tak ada insiden lanjutan. Bahkan, hingga laga digelar. Situasi relatif aman dan terkendali. Arema FC dan Persebaya telah memberi contoh bagus dalam hal penyelesaian masalah.

2 dari 4 halaman

Adu Kreatif Jelang Pertandingan

Program Face Tribun dari Arema FC pada laga melawan Persebaya Surabaya (c) Bagaskara Lazuardi

Program Face Tribun dari Arema FC pada laga melawan Persebaya Surabaya (c) Bagaskara Lazuardi

Jelang pertandingan, kubu Persebaya dan Arema FC membuat gebrakan. Di pihak Persebaya, ada program 'Gerakan Beli Tiket Tapi Dukung dari Rumah' yang diinisiasi Bonek. Di pihak Arema FC, ada program Face Tribun.

Bonek menjual tiket laga Arema FC vs Persebaya secara online. Walau ada tiket yang dibeli, tapi mereka tidak datang ke stadion, tetap mendukung dari rumah. Tiket dijual dengan harga Rp19.270, yang merujuk pada tahun lahir Persebaya yakni 1927.

Para pembeli berhak atas tiket fisik yang bisa disimpan sebagai kenang-kenangan. Sementara, uang hasil berjualan tiket diberikan pada klub sebagai bentuk dukungan. "Kami adalah satu, bahwa Persebaya bukan hanya tim, bukan hanya manajemen, yang penting lagi Persebaya adalah suporternya juga," kata perwakilan Bonek, Cak Tulus.

Di kubu Arema FC, program Face Tribun memungkinkan 'Aremania' hadir di tribune Stadion Manahan. Bukan hadir secara fisik, tapi foto-foto mereka ada di tribune seolah memberi dukungan langsung. Antusiasme Aremania akan program ini cukup besar.

Para 'Aremania' yang ada di tribune Stadion Manahan dipimpin langsung oleh Yonesa Mulrian Permadansah, dirijen Curva Sud. "Ini adalah salah satu akses kesempatan yang diberikan untuk mendukung Arema dengan cara yang berbeda," kata Yonesa.

3 dari 4 halaman

Saling Puji Usai Pertandingan

Marselino Ferdinand merayakan golnya pada laga Arema FC vs Persebaya di pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 (c) Bagaskara Lazuardi

Marselino Ferdinand merayakan golnya pada laga Arema FC vs Persebaya di pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 (c) Bagaskara Lazuardi

Laga Arema FC melawan Persebaya berjalan cukup seru. Ada tensi panas di lapangan, tetapi situasi terkendali dengan baik. Sempat ada insiden yang membuat Dendi Santoso mendapat kartu merah, tetapi pemain kedua tim mampu mengendalikan emosinya.

Lalu, ada juga insiden antara Ricky Kambuaya dan Johan Alfarizi pada menit-menit akhir laga. Tapi, tidak ada keributan yang serius. Wasit Steven Yubel memimpin laga dengan tegas dan memungkinkan laga yang panas ini bisa dinikmati fans sepak bola Indonesia.

Usai laga, kedua tim saling melempar pujian. Rahmat Irianto, kapten Persebaya, memuji semangat juang pemain Arema FC. Dia menilai Singo Edan tetap berusaha menyerang walau kalah dalam jumlah pemain.

"Kami bermain dengan fullteam dan Arema bermain dengan kehilangan satu pemain. Seharusnya kami unggul untuk menyerang, tetapi Arema juga bangkit dan menyerang. Mereka tidak mau bertahan begitu saja," ucap pemain Timnas Indonesia itu.

Sementara, pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, memuji Persebaya yang dianggap punya kelebihan pada kemampuan umpan crossing. Satu dari dua gol yang dicetak Persebaya terjadi dari skema umpan crossing.

Almeida kemudian juga memberi pujian pada gol kedua Persebaya yang dicetak pemain 17 tahun, Marselino Ferdinan. "Tendangan yang spektakuler dari luar kotak penalti. Saya bahkan tidak bisa melihat bolanya. Itu seperti roket. Gol yang sangat bagus," ucap pelatih asal Portugal itu.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR