SOS Persoalkan Keterlibatan Pejabat PSSI Dalam Kepanitiaan Piala Presiden 2019

Asad Arifin | 4 Maret 2019, 12:18
Iwan Budianto (c) Fitri Apriani
Iwan Budianto (c) Fitri Apriani

Bola.net - - Keterlibatan PSSI sebagai penyelenggara ajang Piala Presiden 2019 yang disiarkan langsung oleh Indosiar mendapat sorotan dari Save Our Soccer (SOS).


Lembaga yang concern dengan perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia ini meminta agar PSSI tak lagi masuk dalam kepelaksanaan turnamen pramusim tahunan tersebut.

Menurut Koordinator SOS, Akmal Marhali, PSSI sejatinya bukanlah event organizer. Peran PSSI, sesuai statuta, adalah mengawasi semua bentuk pertandingan yang berlangsung di wilayahnya.

"Fungsi pengawasan PSSI menjadi terganggu ketika Pejabat Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto menjadi Ketua Organizing Committee dan Ketua Panitia Pelaksana Piala Indonesia 2018," kata Akmal, Senin (04/03).

"Bayangkan, pejabat Ketua Umum PSSI turun langsung sebagai Ketua Panpel. Seperti tidak ada orang lain lagi. Lalu, siapa yang melakukan pengawasan? Bagaimana bisa PSSI mengawasi dirinya sendiri?" sambung eks CEO Persiraja Banda Aceh.

Selain IB, menurut Akmal, ada sejumlah petinggi PSSI yang terlibat dalam pelaksanaan Piala Presiden. Sejumlah exco PSSI seperti Condro Kirono, Dirk Soplanit, Gusti Randa, Refrizal, Yoyok Sukawi, Yunus Nusi, Papat Yunisial, Very Mulyadi dan Juni A. Rahman masuk dalam susunan steering committee.

Bagaimana pendapat SOS soal seharusnya peran PSSI pada Piala Presiden 2019? Simak selengkapnya di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Menjadi Pengawas

Akmal menyebut bahwa Exco PSSI seharusnya kembali ke tugasnya. Alih-alih bertindak sebagai EO, menurut mantan jurnalis olahraga tersebut, PSSI bertindak sebagai pengawas dari turnamen ini.

"Mereka harusnya berperan sebagai pengawas turnamen yang cukup mendapatkan leason fee. Berdasarkan data yang dimiliki SOS, dari total anggaran Piala Presiden 2019 senilai Rp 47 miliar, PSSI mendapatkan Levy Rp 5 miliar," tegas Akmal.

2 dari 3 halaman

Fokus Organisasi

Selain itu, Akmal menyebut agar PSSI fokus menyelesaikan tanggungannya sendiri. PPSI, sambung pria berusia 40 tahun, lebih baik mencurahkan tenaga dan pikiran untuk membenahi organisasi yang karut-marut akibat serangkaian skandal belakangan ini.

"Lebih baik, mereka konsentrasi mempersiapkan KLB dibandingkan sibuk menjadi EO," tegasnya.

"Kami harap, Ketua Steering Committee, Maruarar Sirait, meninjau kembali komposisi panpel agar Piala Presiden tidak cacat secara hukum. Ini demi nama baik Piala Presiden," Akmal mengakhiri.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR