BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Soal Hukuman kepada Klub jika Suporter Masuk Stadion, PT LIB Serahkan Keputusan ke PSSI

29-09-2020 04:00 | Richard Andreas

Shopee Liga 1 2020. (c) bolanet Shopee Liga 1 2020. (c) bolanet

Bola.net - Beberapa hari kemarin sempat muncul kabar ada regulasi pengurangan poin untuk klub yang suporternya datang ke stadion saat Shopee Liga 1 2020 bergulir kembali. Nah, Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita coba menjernihkan kabar tersebut supaya tidak terjadi simpang siur.

"Memang ini terjadi pada saat kami diskusi di manajer meeting, ada berbagai hal yang didiskusikan, termasuk salah satunya tentang hal itu," ujar Lukita dalam Webinar Half Time Show bertajuk "Jelang Restart Shopee Liga 1 2020: Seberapa Siap Kita Semua?" persembahan Bola.com dan Bola.net, Senin (28/9).

"Itu belum menjadi keputusan. Itu nanti PSSI yang akan memutuskan, dan kita tunggu saja regulasi soal pengurangan poin atau apa karena saya sebagai pemimpin dari LIB siap menjalankan regulasi apapun yang dikeluarkan oleh PSSI," katanya menambahkan.

Lukita mengatakan, para peserta berharap suporter untuk patuh dengan tidak memaksa datang ke stadion. Mereka bahkan sudah membuat tagline agar menonton di rumah, dan mendukung dari rumah.

"Menonton di rumah juga bisa menarik karena nanti kami sajikan data-data statistik yang menarik dan bisa dibaca," ucapnya.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters!

1 dari 1 halaman

Menjamin Tidak Ada Penonton

Tapi, bagaimana dengan Prosedur operasi standar (SOP) supaya ada jaminan agar tidak ada penonton yang datang ke stadion? Sebab, tetap harus ada proteksi dan antisipasi.

"Kalau ada yang nekat, itu kami juga sudah perhitungkan. Sebelumnya kenapa kami jalan dengan berbagai Kepolisian Daerah (Polda) untuk bisa saling diskusi bagaimana cara memecah kalau ada penonton yang nekat datang ke stadion," tuturnya.

"Nah ini imbauan terhadap para pemimpin suporternya juga memang sudah selesai dilakukan oleh klubnya masing-masing, dan dari PSSI juga," tambah Lukita.

Lukita mengatakan, tidak mungkin klub akan dihukum karena kehadiran satu sampai dua suporter. Oleh sebab itu, tengah digodok terkait parameter jumlah penonton yang mengakibatkan pertandingan dapat dicap bermasalah.

"Aturan itu juga harus diingat, jangan sampai hanya karena satu sampai dua suporter merugikan semua pihak. Jadi harus diperhitungkan misalnya contoh jumlah penontonnya berapa sih yang mengakibatkan terhambatnya atau adanya masalah kerumunan. Misalnya lebih dari 100 atau 200, saya juga belum tahu, atau radiusnya yang menjadi pertimbangan," katanya.

"Nah ini yang harus dipikirkan betul. Polda atau siapapun yang nantinya mengamankan saya kira tidak main-main, serius menangani ini, bagaimana cara memecah kalau ada gelombang penonton yang datang. Kalau perlu ditahan di pinggir perbatasan misalnya begitu ya karena memang kita harapkan resiko itu tidak terjadi," imbuh Lukita.

(Fitri Apriani/Bola.net)

KOMENTAR