BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Selain Hamka Hamzah, Ini 3 Pemain Didikan klub Tanah Kelahiran yang Sukses di Tim Lain

22-07-2020 10:17 | Aga Deta

Hamka Hamzah menyabet gelar pemain terbaik Piala Presiden 2019 (c) Fitri Apriani Hamka Hamzah menyabet gelar pemain terbaik Piala Presiden 2019 (c) Fitri Apriani

Bola.net - Di Indonesia, fenomena pemain hasil didikan klub tanah kelahiran yang bersinar di klub lain sudah sering terjadi. Salah satu contohnya adalah Hamka Hamzah.

Hamka merintis kariernya di tim junior PSM Makassar pada 2000-2001. Ia kemudian promosi ke skuad senior setahun berselang.

Hamka justru berhasil meraih prestasi bersama tim lain. Bek berusia 36 tahun ini menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2010-2011 dengan Persipura Jayapura.

Hamka juga sempat semusim berkelana di Malaysia dengan memperkuat PKNS pada 2013. Saat ini, pemain bernomor punggung 23 itu membela Persita Tangerang setelah sepuluh kali berganti klub.

Hamka merupakan satu di antara bek legendaris Timnas Indonesia. Total, ia berseragam Merah Putih selama sepuluh tahun pada 2004-2010.

Selain Hamka Hamzah, masih ada banyak pemain hasil didikan klub tanah kelahiran yang sukses di tim lain. Berikut tiga di antaranya:

1 dari 3 halaman

Adam Alis

Adam Alis Setyano pernah menjadi bagian Persija Jakarta U-18 pada 2011 sebelum memperkuat tim senior pada 2015. Namun, pemain berusia 26 tahun itu tidak pernah benar-benar berkontribusi untuk tim ibu kota.

Saat Adam bergabung dengan Persija pada 2015, kompetisi terpaksa dihentika akibat sanksi FIFA kepada PSSI. Dia pun meneruskan kariernya ke Bahrain dengan membela East Riffa.

Setelah dari East Riffa, Adam pindah ke Barito Putera pada 2016, Arema FC pada 2017, Sriwijaya FC pada 2018, dan Bhayangkara FC pada pertengahan musim 2018.

Kini, ia betah di Bhayangkara FC dan kembali mendapatkan panggilan dari Timnas Indonesia berkat aksi impresifnya selama semusim belakangan.

2 dari 3 halaman

Andik Vermansah

Andik Vermansah lahir dan besar di Persebaya Surabaya senior. Namun ketika berada di usia emas, gelandang berusia 28 tahun itu malah belum pernah berkontribusi untuk tim kebanggaan Bonek ini.

Karier Andik sebagai pesepak bola berawal ketika ia masuk ke Persebaya junior pada 2005 dan 2008. Di sana, ia mememangi Liga Pemuda di Jawa Timur dan dipromosikan ke skuad senior.

Andik membela Persebaya hingga 2013, masa ketika tim berjulukan Bajul Ijo ini mengalami sengkarut masalah. Mulai dari dualisme tim hingga tidak berseberangan dengan PSSI.

Dari Persebaya, Andik merantau ke Malaysia dan menetap selama lima tahun di sana. Dengan rincian, empat musim membela Selangor FA dan setahun bersama Kedan FA.

Baru pada tahun lalu, Andik kembali ke Indonesia untuk berkostum Madura United. Di musim ini, ia memutuskan untuk hengkang ke Bhayangkara FC.

Andik juga merupakan langganan Timnas Indonesia. Sejak 2012, pemain yang kelahiran Jember, Jawa Timur itu kerap menjadi andalan, siapapun pelatihnya.

3 dari 3 halaman

Hanif Sjahbandi

Pemain bernama lengkap Hanif Abdurrauf Sjahbandi ini merupakan jebolan Diklat Persib Bandung pada 2014. Namun, setelah dari Diklat Persib, pemain kelahiran Bandung, 7 April 1997 ini tidak memilih melanjutkan kariernya di Persib senior.

Padahal, dulu, Hanif disebut masuk dalam daftar pemain yang akan diproyeksikan ke Persib senior oleh pengurus Diklat Persib.

Setelah satu tahun di Diklat Persib, Hanif berkareir di Persipasi Bandung Raya pada 2015, Persiba Balikpapan pada 2016, dan setia bersama Arema FC sejak 2017.

Sebagai gelandang bertahan, Hanif terbilang komplet. Dia mampu bertahan dan membantu serangan dengan sama baiknya. Tidak heran, ia telah menjadi langganan Timnas Indonesia sejak U-13, U-14, U-16, U-19, U-23 hingga senior.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Gregah Nurikhsani

Published: 22 Juli 2020

KOMENTAR