BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Rencana Klub Liga 2 Keluar dari PT LIB Terus Dimatangkan

05-06-2020 21:13 | Serafin Unus Pasi

Sejumlah Perwakilan Klub Liga 2 menggodok wacana keluar dari PT Liga Indonesia Baru (c) Bola.net/Fitri Apriani Sejumlah Perwakilan Klub Liga 2 menggodok wacana keluar dari PT Liga Indonesia Baru (c) Bola.net/Fitri Apriani

Bola.net - Rencana klub Liga 2 untuk keluar dari pengelolaan kompetisi yang diselenggarakan PT Liga Indonesia Baru (LIB) semakin menguat. Teraktual, belasan klub Liga 2 menggelar pertemuan informal di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Dari 24 tim Liga 2 musim ini, ada 13 klub yang mengikuti pertemuan. Dengan tujuh di antaranya yaitu PSIM Yogyakarta, Semen Padang, Persiba Balikpapan, Muba Babel United, Persijap Jepara, Sulut United, dan Persis Solo, hadir langsung bertatap muka. Sisanya, mengikuti pertemuan secara virtual.

Seperti diketahui, klub Liga 2 mulai menyuarakan perlunya dibentuk perusahaan tersendiri, dan lepas dari LIB untuk menangani kompetisi kasta kedua ini. Alasan utamanya karena selama ini mereka tak mendapatkan bagian saham di LIB.

Pembagian saham di LIB memang 99 persen milik klub Liga 1. Sisanya punya PSSI, tapi sifatnya golden share.

Manajer Semen Padang, Efendi Syahputra mengatakan, rencana itu sudah disampaikan kepada PSSI. Tepatnya saat federasi sepak bola di Indonesia itu menggelar pertemuan virtual dengan tim Liga 2.

Tema besar rapat kala itu memang membahas kelanjutan Liga 2 musim ini. Tapi kemudian melebar menjadi menyuarakan aspirasi klub untuk membentuk perusahaan tersendiri. Mereka memandang beban LIB sudah terlalu berat.

"Wacana itu berangkat dari ketidakjelasan PSSI terhadap Liga 2. Dari situ muncul wacana dibentuk operator baru, misalnya PT Liga Indonesia Modern (LIM), yang akan menginisiasi semua klub Liga 2 keluar dari PT LIB," ujar Efendi.

Namun, ia menegaskan bila LIM belum riil. Bahkan, nama tersebut baru sekadar penyebutan spontan.

"Isu pentingnya adalah karena selama ini Liga 2 tidak dilibatkan dalam isu-isu strategis LIB. Mereka lebih fokus dengan Liga 1 sebagai pemegang saham," katanya.

Mayoritas klub Liga 2 pun berharap, hadirnya operator baru bisa diisi orang-orang profesional. Sosok-sosok yang mengerti bisnis komersial, dan peduli dengan hak siar televisi.

"Sehingga Liga 2 ini bisa punya nilai yang bagus untuk dijual, yang nanti muaranya peserta kompetisi kelas dunia ini punya kepatian dalam pendanaan saat kompetisi. Termasuk penjadwalan kompetisi," ucap Efendi.

Dari PSIM, manajer tim David MP Hutauruk mengatakan, pihaknya setuju jika ada operator baru. Sebab, hal itu bisa memaksimalkan peran klub Liga 2.

"Tapi perlu pengkajian yang mendalam. Apakah sponsor sudah mau menyerap atau belum. Mungkin mulai 2021 atau 2022," katanya.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 1 halaman

Bukan Pesaing

Sementara itu, perwakilan Sulut United, Bima Sinung mengatakan, hadirnya wacana LIM ini jangan diartikan untuk menyaingi eksistensi LIB. Justru sebaliknya dan bisa bersinergi.

Lagipula klub Liga 2 akan lebih diuntungkan dengan hadirnya operator yang khususnya menangani mereka. Kalau yang terjadi selama ini klub Liga 2 seolah hanya menunggu sisa subsidi dari penyelenggaraan Liga 1.

"Jadi mohon dimengerti bahwa adanya ide operator baru ini bukan untuk membuat tandingan atau apa. Ini demi kepentingan sepak bola yang lebih profesional. Saat profesionalitas terwujud dalam pekerjaan, maka hasilnya akan baik. Kami melihatnya itu saja," imbuhnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)

KOMENTAR