Punya Banyak Pemain Muda, Kekuatan Persebaya Mungkin 'Digembosi' Timnas Indonesia

Asad Arifin | 29 April 2022, 13:57
Persebaya Surabaya (c) Bola.com/Adreanus Titus
Persebaya Surabaya (c) Bola.com/Adreanus Titus

Bola.net - Persebaya Surabaya memakai jasa banyak pemain muda potensi untuk kompetisi musim 2022/2023. Ada banyak resiko yang mungkin ditanggung Bajul Ijo, salah satunya adalah pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia saat kompetisi sedang berjalan.

Persebaya sendiri menjadi tim yang mencolok selama Liga 1 2021/2022. Sebab, mereka selalu menyumbang pemain terbanyak untuk Timnas Indonesia, baik untuk laga uji coba maupun Piala AFF 2020 lalu.

Situasinya saat ini memang memperlihatkan bahwa Persebaya adalah klub yang serius dalam membina pemain muda. Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, tidak khawatir jika pemainnya yang potensial diminta bergabung Timnas Indonesia.

"Kami terus menjalin komunikasi dengan PSSI, supaya liga ini sehat dan pemain lengkap. Insya Allah Timnas Indonesia juga akan sehat. Kami bertujuan selama timnas membutuhkan, kami mendukung,” ucap Yahya.

Saat ini saja, tercatat sudah lima pemain yang bergabung TC Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021. Mereka adalah Ernando Ari Sutaryadi, Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Koko Ari Araya, dan Andhika Ramadhani.

Simak ulasan selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 3 halaman

Harus Mencari Solusi

Persebaya mengontrak empat pemain muda Deni Agus, Arief Catur, Risky Dwiyan, dan M. Widi Syarief untuk musim 2022/2022 (c) Ofisial Persebaya

Persebaya mengontrak empat pemain muda Deni Agus, Arief Catur, Risky Dwiyan, dan M. Widi Syarief untuk musim 2022/2022 (c) Ofisial Persebaya

Persebaya mungkin patut berbangga dengan melihat klubnya menyumbang banyak pemain ke skuad Garuda. Masalahnya, PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia kerap kali gagal menyesuaikan jadwal laga internasional dengan kompetisi domestik.

FIFA selaku federasi sepak bola dunia sebenarnya sudah menyiapkan jadwal pekan internasional yang biasanya disebut dengan FIFA Match Day. Sayangnya, PSSI tidak mengindahkannya dan Liga 1 biasanya tetap berjalan.

"Ayolah sama-sama memikirkan. Di FIFA itu ada aturan, ada FIFA Match Day itu kan. Memang kami mencoba supaya aman bagaimana caranya win win solution seperti apa,” ungkap Yahya.

"Untuk saat ini, kami akan coba komunikasi dengan PSSI. Tapi, kalau kami tanyakan saat ini, kurang lebih sama materinya. Ini belum dilihat. Makanya teman-teman semua bersabar, dilihat saja,” imbuh pria berusia 39 tahun itu.

2 dari 3 halaman

Masalah Klasik

Musim lalu saja di BRI Liga 1 2021/2022, Persebaya terpaksa melakoni sejumlah laga tanpa kekuatan penuh. Penyebabnya, para pemain andalan harus membela Timnas Indonesia. Beruntung, Persebaya tetap bisa bersaing di papan atas.

Polemik seperti ini sebenarnya adalah masalah klasik yang masih selalu gagal diatasi oleh PSSI dan LIB setiap musim. Sejak era Liga 1 mulai 2017, selalu ada protes klub karena jadwal kompetisi domestik yang berbenturan dengan agenda Timnas Indonesia.

Di awal musim, PSSI dan LIB selalu berjanji bahwa mereka akan menyesuaikan dengan jeda internasional seperti banyak negara lainnya memang meliburkan kompetisi domestik masing-masing. Namun, di Indonesia masalah ini masih terus bermunculan.

Disadur dari Bola.com: Aditya Wany/Hendry Wibowo, 29 April 2022

3 dari 3 halaman

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR