PSIS vs Arema: 4 Penggawa Singo Edan yang Diharapkan Bisa Jadi Pembeda

Gia Yuda Pradana | 7 Juli 2022, 11:58
Evan Dimas (kanan) saat perkuat Arema FC di laga uji coba kontra PSIS Semarang, Minggu (22/5/2022) (c) Bola.com/Iwan Setiawan
Evan Dimas (kanan) saat perkuat Arema FC di laga uji coba kontra PSIS Semarang, Minggu (22/5/2022) (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Arema FC akan menghadapi PSIS Semarang pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2022 di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (7/7/2022). Singo Edan bakal membutuhkan performa apik para pemainnya jika ingin meraih hasil yang memuaskan.

Meski main di kandang lawan, Arema tetap memburu kemenangan. Mereka tak ingin imbang, apalagi kalah.

Arema menyadari tidak mudah mengalahkan PSIS di Semarang. Mereka sudah merasakannya dalam uji coba sebelum Piala Presiden digelar. Arema menyerah 1-2 di kandang PSIS. Hal ini jadi sebuah pelajaran bagi Arema.

Kali ini, Arema menginginkan hasil terbaik. Ada setidaknya empat penggawa Singo Edan yang diharapkan bisa menjadi pembeda dalam laga nanti.

1 dari 4 halaman

Evan Dimas

Gelandang Arema FC, Evan Dimas berfoto bersama Aremania saat berlatih di Stadion Gajayana, Malang, Rabu (11/5/2022) (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Gelandang Arema FC, Evan Dimas berfoto bersama Aremania saat berlatih di Stadion Gajayana, Malang, Rabu (11/5/2022) (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Gelandang yang satu ini sempat jadi cadangan di fase penyisihan Piala Presiden. Namun, saat perempat final, Evan dipercaya jadi starter dan tampil penuh.

Efeknya lumayan terasa. Arema tidak mudah kehilangan bola. Evan bisa memberikan banyak suplai kedepan.

Selain itu, dia sempat melakukan akselerasi dan sempat punya peluang mencetak gol saat perempat final lawan Barito Putera. Artinya, Evan bisa jadi pemecah kebuntuan.

Selain punya skill bagus, dia juga memiliki tembakan akurat. Jika diberi kebebasan, Evan sangat berbahaya bagi pertahanan PSIS.

2 dari 4 halaman

Muhammad Rafli

Pemain Arema FC, Muhammad Rafli (c) Bola.com/Bagaskara Lazuardi

Pemain Arema FC, Muhammad Rafli (c) Bola.com/Bagaskara Lazuardi

Striker Timnas Indonesia ini turun sebagai starter di perempat final. Waktu itu, Rafli mendapatkan beberapa peluang emas.

Namun, dia tak bisa menuntaskannya menjadi gol. Diprediksi, dia akan membayar kegagalannya itu jika dipercaya jadi starter lawan PSIS.

Itu karena Rafli pada dasarnya memang punya kelebihan skill dan penempatan posisi yang bagus. Penyerang 23 tahun ini tinggal mengembalikan insting golnya.

Jika mendapat pengawalan ketat dari bek lawan, Rafli punya kelebihan lain. Dia bisa jadi eksekutor tendangan bebas jitu. Di Liga 1 2021/2022 lalu, dua kali Rafli mencetak gol lewat tendangan bebas.

3 dari 4 halaman

Irsyad Maulana

Irsyad Maulana merayakan golnya ke gawang Persik Kediri, Rabu (16/6/2022) (c) Bola.net/Arief Bagus

Irsyad Maulana merayakan golnya ke gawang Persik Kediri, Rabu (16/6/2022) (c) Bola.net/Arief Bagus

Mantan pemain Persita Tangerang ini mulai dapat kesempatan jadi starter. Kondisi fisiknya membaik setelah cedera lutut sebelum Piala Presiden diputar.

Irsyad biasanya beroperasi di sayap kiri, tetapi kadang dia dijadikan gelandang serang.

Selain skill bagus, Irsyad juga punya tembakan keras. Di Persita atau Semen Padang, Irsyad sering mencetak gol lewat tendangan jarak jauh.

Di Piala Presiden tahun ini, Irsyad sudah mengoleksi satu gol. Itu dicetaknya lewat tendangan penalti saat lawan Madura United di penyisihan Grup D.

Saat lawan PSIS, jika lini depan Arema buntu, Irsyad bisa jadi solusi dengan tembakan kerasnya. Saat penyisihan grup hingga perempat final, dia masih jarang mengeluarkan tembakan keras dari luar kotak penalti. Irsyad lebih sering memberi suplai kepada striker.

4 dari 4 halaman

Abel Camara

Pemain Arema FC, Abel Camara (c) Bola.net/Dendy Gandakusumah

Pemain Arema FC, Abel Camara (c) Bola.net/Dendy Gandakusumah

Dia adalah striker baru yang ditunggu golnya oleh Aremania. Abel sudah menjalani debut saat di semifinal Piala Presiden 2022.

Dia tampil sebagai pengganti saat lawan Barito Putera. Namun, permainannya belum maksimal. Kontribusinya untuk tim masih minim.

Maklum, Abel masih dalam proses adaptasi. Dia butuh membangun chemistry dengan rekan-rekannya.

Saat lawan Barito Putera, Abel tak dapat umpan yang memanjakannya. Crossing dari Adam Alis, Dendi Santoso, dan lainnya masih sulit dijangkau Abel.

Saat lawan PSIS, diharapkan adaptasinya sudah lebih bagus. Sudah sepekan dia bergabung dengan Arema.

Jadi, pemain yang punya kemampuan dan pengalaman bermain di kasta tertinggi Liga Portugal itu mulai punya gambaran seperti apa karakter bermain rekan-rekannya.

Disadur dari: Bola.com/Iwan Setiawan/Aryo Atmaja, 7 Juli 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR