Prediksi Legenda Persebaya untuk Laga Final Piala Presiden 2019

Dimas Ardi Prasetya | 12 April 2019, 18:33
Pemain Persebaya Surabaya, Manu Jalilov, ditekel gelandang Arema, Hanif Abdurrauf Sjahbandi, dalam leg pertama final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4/2019). Persebaya dan Arema bermain imbang 2-2. (c) Bola.com/Yoppy Renato
Pemain Persebaya Surabaya, Manu Jalilov, ditekel gelandang Arema, Hanif Abdurrauf Sjahbandi, dalam leg pertama final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4/2019). Persebaya dan Arema bermain imbang 2-2. (c) Bola.com/Yoppy Renato

Bola.net - Legenda hidup Persebaya Surabaya, Seger Sutrisno memprediksi Green Force akan memenangkan pertandingan melawan Arema FC pada babak final Piala Presiden 2019 yang disiarkan Indosiar.


Hanya, kuncinya menurut pria yang juga menjabat sebagai pelatih Persebaya U-17 ini, para penggawa Green Force harus bermain tanpa beban. Meskipun, mereka bermain di depan pendukung Arema.

"Insyaallah menang 1-0 Persebaya, feeling saya. Mudah-mudahan jangan main tegang, sama-sama main lose aja," kata Seger Sutrisno kepada Bola.net.

"Mudah-mudahan lawan yang tegang karena ditonton begitu banyak suporternya, belum tentu dia main agak tenang," imbuhnya.

Seger juga meminta agar Ruben Sanadi dan kolega tidak takut dengan tekanan atau pun teror dari suporter lawan. Mereka harus fokus dan konsentrasi selama 2x45 menit di lapangan.

"Jadi kita gak usah pengaruh teror penonton, kan juga ada keamanan. Kita fokus, saya juga pernah dulu lawan PSIS Semarang dilempari, kita tetap konsentrasi pertandingan," tegas Seger.

Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters

1 dari 1 halaman

Lini Belakang Jangan Kecolongan

Sementara dari sisi permainan, lini pertahanan diharapkan tidak lagi kecolongan. Para pemain belakang dituntut untuk selalu berkonsentrasi agar kejadian di Stadion Gelora Bung Tomo tidak lagi terulang.

Pada pertandingan leg pertama, Persebaya harus kebobolan sebanyak dua kali karena pemain belakang Green Force kurang sigap dalam mengantisipasi pergerakan lawan.

"Istilahnya disiplin posisi. Jangan sampai ditinggalkan, kayak kemarin, keasyikan nyerang kena serangan balik langsung bingung," tandasnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR