Polemik Persija Jakarta vs Marko Simic, Saling Klaim Soal Gaji Hingga Laporan ke FIFA

Gia Yuda Pradana | 28 April 2022, 13:02
BRI Liga 1: Striker Persija Jakarta, Marko Simic (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan
BRI Liga 1: Striker Persija Jakarta, Marko Simic (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Marko Simic akan menyeret Persija Jakarta ke FIFA. Striker asal Kroasia itu yakin bakal menang.

Simic membantah pernyataan Persija. Ia menganggap statemen Macan Kemayoran lewat presiden klub, Mohamad Prapanca tidak benar.

Simic memutuskan kontraknya dengan Persija. Ia mengklaim gajinya ditunggak setahun oleh Macan Kemayoran.

"Pernyataan! Persija tidak membayarkan uang saya sebagaimana tertuang dalam kontrak sebelum COVID-19, selama COVID-19, juga setelah COVID-19 berakhir," ujar Marko Simic.

"Ini artinya, klub tidak mengatakan hal yang sebenarnya dalam pernyataan mereka sebelumnya."

"Saya berharap mereka mau mengeluarkan pernyataan supaya semuanya jelas. Saya akan berjuang untuk hak saya di depan FIFA, dan saya yakin saya akan menang," katanya menambahkan.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 4 halaman

Drama Simic dan Persija

Marko Simic (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Marko Simic (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Simic menuliskan surat terbuka lewat akun Instagramnya, @markosimic_77 pada Selasa (26/4/2022). Ia buka-bukaan terkait kondisinya di Persija.

"Dengan berat hati saya harus mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak saya secara sepihak dengan Persija. Karena klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji saya selama satu tahun," imbuh Simic.

Persija tidak tinggal diam. Macan Kemayoran merilis keterangan pers sehari berselang atau pada Rabu (27/4/2022).

Persija membantah telah menunggak gaji Simic. Macan Kemayoran juga menyebut bahwa striker asal Kroasia itu sepakat dengan penyesuaian gaji sesuai Surat Keputusan (SK) PSSI PSSI bernomor SKEP/69/XI/2020.

Persija mengakui adanya penyesuaian gaji berupa adendum pertama terhadap para pemainnya akibat dari vakum Liga 1 pada musim 2020, dan semua pemain termasuk Simic menerimanya.

SK yang bertanda tangan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pada November 2020 itu berisikan bahwa setiap klub Liga 1 diperbolehkan untuk memotong gaji para pemainnya selama 75 persen pada Oktober-Desember 2020, dan berkurang menjadi 50 persen ketika kompetisi kembali digelar.

2 dari 4 halaman

Pernyataan Lengkap Presiden Persija, Mohamad Prapanca

Mohamad Prapanca (kiri) dan Bambang Pamungkas (c) Media Persija

Mohamad Prapanca (kiri) dan Bambang Pamungkas (c) Media Persija

Persija adalah klub yang patuh dan taat hukum. Tidak benar ada pernyataan yang menyebutkan bahwa gaji pemain tidak dibayar selama satu tahun.

Ada pun penyesuaian gaji yang diberlakukan mengacu pada keputusan dari PSSI terkait pemberhentian kompetisi karena adanya pandemi Covid-19. Dasarnya adalah Surat Keputusan (SK) PSSI bernomor SKEP/69/XI/2020.

Dalam situasi itu, semua pemain termasuk Marko Simic sepakat akan kebijakan tersebut yang dituangkan dalam adendum pertama sehingga semua berjalan sebagaimana mestinya. Namun pada perjalanannya, Marko Simic memiliki pemahaman yang berbeda untuk adendum selanjutnya.

Di sisi lain, Marko Simic tetap menerima jumlah gaji yang telah disesuaikan tersebut tanpa keluhan apa pun. Dalam prosesnya Persija Jakarta terus berupaya untuk menyamakan pemahaman terkait adendum selanjutnya.

Pada dasarnya, Persija Jakarta adalah klub yang selalu mendukung karier pemain. Tidak benar jika Persija berniat membahayakan karier seorang pemain, terlebih lagi pemain tersebut telah berjuang bersama-sama dan meraih banyak prestasi. Sementara itu, Persija akan selalu mengikuti proses yang akan terjadi ke depannya.

3 dari 4 halaman

Pernyataan Lengkap Marko Simic

Marko Simic (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Marko Simic (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Untuk teman, followers, dan suporter,

Kamu semua berhak mengetahui kebenaran.

Dengan berat hati saya harus mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak saya secara sepihak dengan Persija Jakarta karena klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji saya selama satu tahun. Setelah 4,5 tahun pengabdian, 98 gol, 4 trofi, momen-momen yang tidak terlupakan, penghargaan individu dan rekor yang saya pecahkan, ini adalah keputusan tersulit dalam hidup saya.

Setelah berbulan-bulan janji tidaj ditepati, dan dibangkucadangkan hanya karena saya menagih hak, saya pikir kini saya perlu melangkah. Saya perlu melakukan yang terbaik untuk diri saya dan yang berhak saya dapatkan. Saya berada di situasi yang berat dan sulit pada tahun ini. Beberapa orang telah membahayakan karier saya dan hal ini tidak akan pernah bisa saya terima.

Dari lubuk hati terdalam, saya mencintai klub ini, kota ini, saya mencintai kalian semua. Kita telah mencatatkan sejarah dan merayakan momen yang tak terlupakan bersama.

Mengucapkan perpisahan kepada kamu semua sungguh hal yang menyakitkan, tapi yang pasti saya tidak akan pernah melupakan kamu semua yang selalu mendukung.

Saya akan selalu mengingat momen indah bersama kamu semua selamanya.

Dengan tulus, dan akan selalu menjadi Super Simic-mu.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR