BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Persita Depak 2 Pemain Mendekati Lebaran, Salah Satunya Sudah Mengabdi 10 Tahun

05-05-2021 18:17 | Serafin Unus Pasi

Bek Bali United, Willian Pacheco, duel udara dengan pemain Persita Tangerang pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Jumat, (2/4/2021). (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan Bek Bali United, Willian Pacheco, duel udara dengan pemain Persita Tangerang pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Jumat, (2/4/2021). (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Persita Tangerang mendepak dua pemainnya yaitu Rio Ramandika dan Redi Rusmawan. Keduanya dilepas untuk penyegaran tim menyongsong Liga 1 2021 yang rencananya akan kick off pada 3 Juli mendatang.

Rio yang berposisi sebagai bek sudah mengabdi di Persita sejak 10 tahun lalu. Sementara Redi yang bermain di pos penyerang baru bergabung dengan Pendekar Cisadane pada paruh kedua Liga 2 2019.

“Memasuki kompetisi di Liga 1 tahun ini, Persita pasti harus berbenah dan menyempurnakan skuadnya. Tim pelatih juga pasti sudah memiliki skema tim dan gambaran seperti apa nantinya tim ini di kompetisi," ujar Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara, Rabu (5/5).

"Jadi melepas pemain sudah jadi hal yang lumrah juga di sepak bola,” katanya menambahkan.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 2 halaman

Berat Lepas Rio dan Redi

Kendati demikian, Nyoman mengaku berat melepas Rio dan Redi. Tapi, semua harus dilakukan untuk kemajuan tim.

"Jadi, selamanya Rio dan Redi akan selalu menjadi bagian keluarga besar Persita," ucap Nyoman.

"Saya mewakili manajemen dan tim juga sangat berterima kasih atas dedikasi dan perjuangan yang sudah diberikan Rio selama 10 tahun dan Redi selama dua tahun ini di Persita. Mereka masing-masing berkontribusi terhadap kesuksesan Persita hingga bisa ada di titik ini,” tambahnya.

2 dari 2 halaman

Komentar Rio dan Redi

Sementara itu, Rio mengaku sedih berpisah dengan Persita. Apalagi, ia belum pernah mempersembahkan gelar juara untuk Pendekar Cisadane.

Selama 10 tahun, ia hanya dua kali membawa Persita naik kasta yakni pada musim 2012 dan 2019. Dua kali pula, ia meraih posisi runner up di kompetisi kasta kedua.

“Jujur, penyesalan saya yang masih ada adalah tidak membawa Persita juara,” tutur Rio.

Tak hanya Rio, Redi juga sedih harus berpisah dengan Persita. Kebersamaan dengan Pendekar Cisadane pun akan selalu ia kenang.

“Saya sangat bangga bisa jadi bagian dari Persita walaupun singkat. Saya bangga bisa membawa Persita dari Liga 2 sampai naik kasta ke Liga 1. Itu akan selalu menjadi bagian perjalanan karier saya yang luar biasa,” imbuh Redi.

(Bola.net/Fitri Apriani)

KOMENTAR