Perserang Pecat Lima Pemain dan Pelatih Karena Dugaan Pengaturan Skor di Liga 2

Serafin Unus Pasi | 28 Oktober 2021, 21:12
Suasana Pembukaan Liga 2 2020 (c) Bola.net/Fitri Apriani
Suasana Pembukaan Liga 2 2020 (c) Bola.net/Fitri Apriani

Bola.net - Kontestan Liga 2 2021/2022 Perserang memecat lima pemain dan seorang pelatih atas dugaan pengaturan skor. Klub yang berbasis di Kabupaten Serang, Banten tersebut juga melaporkan dugaan itu ke PSSI.

Keputusan itu diambil setelah manajemen mendapatkan informasi, pengakuan dan barang bukti pengaturan skor yang diduga dilakukan pihak luar dengan melibatkan sejumlah oknum pemain dan pelatih.

Menurut manajer Perserang, Babay Karnawi, pihaknya melapor kepada federasi agar PSSI melalui Badan Yudisial bisa melakukan tindakan tegas. Tujuannya untuk melindungi seluruh elemen tim yang berkompetisi di Liga 2.

"Sebagai anggota, kami melaporkan agar PSSI melindungi klub, pemain, pelatih dan ofisial Liga 2 dari praktik seperti ini," katanya dalam keterangan yang diterima Bola.net, Kamis (28/10/2021).

Menurut Babay, ada sejumlah pertandingan yang diindikasikan telah terjadi pengaturan skor. Praktik match fixing tersebut diduga dilakukan oleh pihak luar agar mengalah dalam beberapa pertandingan.

"Beberapa orang telah menghubungi sejumlah pemain Perserang untuk membuat Perserang kalah dalam pertandingan melawan RANS Cilegon FC, Persekat Tegal dan Badak Lampung FC," sambungnya.

Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters

1 dari 3 halaman

Dipecat Secara Tidak Hormat

Sementara lima pemain yang diduga terlibat dalam pengaturan skor adalah EDS, FE, EJ, AS dan AIH. Sedangkan pelatihnya berinisial PW.

Manajemen memutuskan untuk memecat keenamnya setelah melalui sejumlah pertimbangan. Salah satunya tentu yang berkaitan dengan integritas dan etik.

"Dengan pertimbangan integritas dan etik, keenam orang itu diberhentikan secara tidak hormat dari Perserang," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Klub Dirugikan

Sebenarnya kata Babay, Perserang dirugikan dengan pemecatan lima pemain dan satu pelatih. Kekuatan mereka tergerus dalam mengarungi kompetisi Liga 2.

Namun, langkah itu harus diambil agar memberikan efek jera. Termasuk untuk menjaga muruah sepak bola Indonesia.

"Kondisi ini sangat merugikan Perserang, tapi kami tetap harus berani dan tidak memberi toleransi terhadap hal-hal yang bisa merusak integritas sepakbola,

"Dan semua ini kami laporkan agar memberi efek jera kepada pihak-pihak yang ingin merusak integritas sepak bola," terangnya.

3 dari 3 halaman

Minta Dukungan Suporter

Lebih lanjut, dia meminta dukungan dari suporter untuk memerangi hal tersebut. Serta tetap mensupport Perserang untuk meraih hasil lebih baik.

"Kami memohon doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat Serang agar Perserang bisa meraih hasil sesuai harapan dalam lanjutan Liga 2 musim ini," tandasnya.

(Bola.net/Mustopa El Abdy)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR