Pelatih Persib Bandung Berusaha Bijak Menyikapi soal Flare dalam Pertandingan

Gia Yuda Pradana | 16 Juni 2022, 15:26
Suporter menyalakan flare dalam laga Persib Bandung vs Bali United di Piala Presiden 2022 (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi
Suporter menyalakan flare dalam laga Persib Bandung vs Bali United di Piala Presiden 2022 (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Turnamen pramusim Piala Presiden 2022 disambut oleh para suporter dengan sangat antusias. Salah satu yang terlihat adalah dalam laga Grup C antara Persib Bandung vs Bali United.

Laga perdana Grup C di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu berkesudahan imbang 1-1, Minggu (12/6/2022). Para suporter begitu antusias setelah sekitar dua tahun tak bisa datang ke stadion akibat pandemi.

Namun, antusiasme suporter ini dibarengi banyaknya flare yang menyala di tengah pertandingan. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts berusaha menyikapinya dengan bijak.

1 dari 2 halaman

Fanatisme Suporter di Indonesia

Ratusan bobotoh antusias menyaksikan tim kesayangannya, Persib Bandung, menjalani latihan pada Kamis (26/5/2022). (c) Bola.com/Erwin Snaz

Ratusan bobotoh antusias menyaksikan tim kesayangannya, Persib Bandung, menjalani latihan pada Kamis (26/5/2022). (c) Bola.com/Erwin Snaz

"Kami tahu bagaimana suporter di Indonesia itu sangat fanatik terhadap klubnya dan sepak bola Indonesia itu sendiri," kata Robert Alberts di Bandung, Rabu (15/6/2022).

"Dan jika melihat di Eropa, banyak pertandingan di sana yang menyalakan flare."

"Tapi walau flare menyala jarang melihat pertandingan di sana (Eropa) dihentikan. Menurut saya, selama tidak membahayakan, pertandingan tetap berjalan dan saya rasa kami harus berpikir sama," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Ini Tentang Saling Pengertian

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts (c) Bola.com/Erwin Snaz

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts (c) Bola.com/Erwin Snaz

Menurut Robert, melalui turnamen ini, bisa dilihat bahwa suporter sangat senang karena bisa kembali ke stadion lagi. Maka dari itu, selama tidak membuat situasi berbahaya, sebaiknya ada toleransi dan pengertian dari situasi seperti itu.

"Jika membuat situasi jadi berbahaya, tentunya itu berbeda, tidak ada yang berbahaya. Sekali lagi, ini tentang saling pengertian dari permainan dan pemahaman terhadap situasi," tutur Robert.

"Tapi di sini tentu mempunyai aturan dan kami harus mengikuti peraturannya. Orang-orang harus menerima aturan tersebut," pungkasnya.

Disadur dari: Bola.com/Erwin Snaz/Wiwig Prayugi, 16 Juni 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR