Menyusup ke Kandang Persik Kediri, Sejumlah Oknum Aremania Diamankan

Gia Yuda Pradana | 17 September 2022, 22:28
Aremania, suporter Arema FC (c) Bola.com/Iwan Setiawan
Aremania, suporter Arema FC (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Laga antara Persik Kediri dan Arema FC di pekan kesepuluh BRI Liga 1 2022/2023 diwarnai insiden menyusupnya sejumlah oknum Aremania -sebutan suporter Arema. Panitia pelaksana pertandingan Persik menyebut ada puluhan Aremania yang diamankan dalam laga tersebut.

"Ada Aremania menyusup ke dalam laga ini," ucap Ketua Panpel Persik Kediri, Abriadi Muhara.

"Jumlahnya, sekitar 50-an orang, termasuk yang mengenakan atribut, ya" sambungnya.

Menurut Abriadi, para Aremania yang menyusup ini diamankan oleh aparat kepolisian. Mereka, sambungnya, diamankan di markas kepolisian resort Kota Kediri.

"Namun, sejauh ini, saya belum ada update. Belum ada komunikasi dengan pihak kepolisian," tuturnya.

Sebelumnya, ada larangan bagi Aremania untuk mendampingi Arema FC pada laga kontra Persik Kediri. Larangan ini tertuang dalam kesepakatan antara panpel Persik Kediri, Forkopimda Kediri, dan perwakilan Aremania.

Larangan ini merupakan permintaan Forkopimda Kota Kediri agar situasi di wilayah tersebut kondusif.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Sempat Hentikan Laga

Pelatih Arema FC, Javier Roca (c) PT LIB Official

Pelatih Arema FC, Javier Roca (c) PT LIB Official

Insiden penyusupan sejumlah oknum Aremania ini sempat membuat laga terhenti. Pasalnya, terjadi kericuhan di tribune Stadion Brawijaya ketika sejumlah oknum ini tertangkap tuan rumah.

Beruntung, aparat keamanan sigap bergerak dan mengamankan para suporter ini sehingga tak terjadi insiden yang lebih lanjut.

2 dari 3 halaman

Upaya Maksimal

BRI Liga 1 (c) Bola.com/Adreanus Titus

BRI Liga 1 (c) Bola.com/Adreanus Titus

Lebih lanjut, Abriadi mengaku bahwa Panpel Persik Kediri sudah berupaya untuk mengantisipasi penyusupan ini. Salah satunya, adalah upaya untuk mengurangi kebocoran tiket laga tersebut.

"Didukung oleh aparat keamanan, kami menyeleksi para pembeli tiket," kata Abriadi.

"Yang tidak memiliki KTP Kota Kediri atau Kabupaten Kediri tidak bisa membeli tiket," ia menandaskan.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR