BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Menebak-nebak Kapten Timnas Indonesia U-23 yang Dipilih Shin Tae-yong

21-10-2021 12:45 | Anindhya Danartikanya

Asnawi Mangkualam saat melawan Thailand pada laga PSSI 88th U-19, Minggu (23/9/2018). (c) Bola.com/Vitalis Yogi Trisna
Asnawi Mangkualam saat melawan Thailand pada laga PSSI 88th U-19, Minggu (23/9/2018). (c) Bola.com/Vitalis Yogi Trisna

Bola.net - Pertanyaan soal siapa pemain yang layak menjadi kapten dan memimpin Timnas Indonesia selalu menarik dibicarakan. Tak terkecuali di Timnas Indonesia U-23 yang bakal berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Urusan teknik, semua pemain yang dipanggil ke Timnas Indonesia U-23 tentu sudah melalui tahapan seleksi ketat.

Namun, dari segi psikologis tak semuanya memiliki karakteristik menjadi pemimpin. Pemain yang layak menggunakan ban kapten tentu harus memiliki sifat dasar sebagai pemimpin. Ketika berada di lapangan perannya bakal sentral untuk membantu menafsirkan instruksi pelatih ke rekan setim.

Selain itu, seorang kapten juga harus punya kesabaran di atas rata-rata. Saat ada pertikaian antar pemain, kapten tim harus mampu melerai hingga menenangkan rekan setimnya. Kapten juga harus mampu melindungi rekan setimnya sebagai jembatan dengan wasit bila ada pelanggaran yang memicu keluarnya kartu kuning dan merah.

Protes harus melalui dasar yang tepat dan disampaikan secara benar. Wajar bila tak semua pemain mampu mengemban tugas penting sebagai kapten. Lantas, siapa pemain yang layak menggunakan ban kapten di Timnas Indonesia U-23? Berikut ulasannya seperti yang dilansir dari Bola.com.

1 dari 3 halaman

Perdana Bagi Asnawi

Pemain timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam (c) PSSI
Pemain timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam (c) PSSI

Pada laga uji coba melawan Tajikistan, Selasa (19/10/2021), pelatih Shin Tae-yong mempercayakan ban kapten Timnas Indonesia U-23 kepada Asnawi Mangkualam. Ini menjadi yang pertama bagi pemain Ansan Greeners itu didapuk sebagai pemimpin di lapangan.

Asnawi memang tipe pemain yang tidak banyak bicara di lapangan, bahkan cenderung legowo. Asnawi hampir jarang menerima kartu kuning ataupun protes berlebihan.

Perannya sebagai bek sayap memungkinkan Asnawi menjadi penghubung ke semua lini untuk memberikan instruksi. Namun, sejauh ini memang jiwa kepemimpinan Asnawi belum teruji karena baru sekali dipercaya menjadi kapten.

2 dari 3 halaman

Pengalaman Jadi Kunci

Bek Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, saat melawan Persik Kediri pada laga Piala Menpora 2021, Selasa (23/3/2021) (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan
Bek Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, saat melawan Persik Kediri pada laga Piala Menpora 2021, Selasa (23/3/2021) (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Kalau secara pengalaman, Rachmat Irianto tentu paling layak menjadi kapten Timnas Indonesia U-23. Pemain berusia 22 tahun itu pada awal musim ini dipercaya menjadi kapten Persebaya Surabaya. Ia juga punya pengalaman menjadi kapten Timnas Indonesia U-19.

Menjadi kapten tim yang dihuni pesepak bola senior dan asing tentu bukan perkara mudah. Apalagi usianya yang masih terbilang sangat muda.

Namun, pelatih Aji Santono pada kenyataannya memberikan kepercayaan itu pada Rachmat Irianto. Peran menjadi kapten pun berhasil dimaksimalkannya melalui kepemimpinan di lapangan.

Pada laga uji coba melawan Tajikistan, Rachmat Irianto belum tiba karena memilih menyusul dari Jakarta. Pemain yang akrab disapa Rian itu pantas dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia U-23.

3 dari 3 halaman

Sosok Alternatif

Rizky Ridho saat Llatihan Bersama Timnas Indonesia. (c) Instagram/rizkyridhoramadhani
Rizky Ridho saat Llatihan Bersama Timnas Indonesia. (c) Instagram/rizkyridhoramadhani

Rizky Ridho bisa menjadi sosok alternatif sebagai kapten Timnas Indonesia U-23. Bermain sebagai bek tengah, posisinya sangat mendukung untuk memegang peran itu.

Rizky Ridho sejatinya pernah menjadi kapten Timnas Indonesia U-19. Kepemimpinannya terbukti ampuh menjalankan instruksi-instruksi dari Shin Tae-yong.

Selain itu, Rizky Ridho juga punya jika kepemimpinan yang baik. Sikap itu ditunjukkan Rizky Ridho saat bermain di lapangan, seperti berkomunikasi dengan sesama pemain.

Disadur dari: Bolacom (Zulfirdaus Harahap, Benediktus Gerendo Pradigdo) | Dipublikasi: 21 Oktober 2021

KOMENTAR