BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Media Thailand Juluki Febri Hariyadi Sebagai Neymar Indonesia

02-06-2020 06:55 | Dimas Ardi Prasetya

Febri Hariyadi (c) (Bola.com/Nicklas Hanoatubun) Febri Hariyadi (c) (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.net - Winger gesit Persib Bandung yakni Febri Hariyadi mendapat julukan Neymar-nya Indonesia dari media asal Thailand.

Julukan tersebut tak lepas dari gosip transfer yang muncu baru-baru ini. Kabarnya Febri diminati oleh klub asal Thailand, SCG Muangthong United.

Pemain berusia 24 tahun itu diproyeksikan untuk melengkapi kuota pemain asing Asia Tenggara Muangthong. Sebelumnya klub tersebut sudah merekrut kiper Timnas Vietnam, Dang Van Lam dan bek Timnas Filipina, Daisuke Sato.

"Muangthong United, klub terkemuka Liga Thailand, dikaitkan dengan Neymar Indonesia dari Persib, klub terkenal di Indonesia," tulis TNN Thailand.

"Febri akan memperkuat lini serang Muangthong dan mengisi kuota pemain asing ASEAN," kata TNN Thailand dalam berita yang berjudul 'Muanthong Siap Bernegosiasi untuk Mendatangkan Hariyadi.'"

TNN Thailand mengabarkan tenaga Febri Hariyadi dibutuhkan Muangthong untuk menambal skuat setelah menjual dua pemain pilarnya, Sarach Yooyen ke BG Pathum United dan Adisorn Promrak ke Port FC belum lama ini.

1 dari 1 halaman

Dibantah Persib dan Febri

Komentar datang dari Persib dan Febri Hariyadi mengenai rumor sang pemain akan merapat ke Muangthong. Keduanya sepakat menyanggah kabar tersebut.

"Hanya rumor saja," kata Febri

Gencar di dunia maya, fiktif di dunia nyata. Manajemen Persib mengaku tidak dihubungi Muangthong yang ramai disebutkan tertarik kepada Febri.

"Tidak ada informasi Febri Hariyadi akan ke Muangthong sampai saat ini," kata Teddy Tjahjono, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), perusahaan pengelola Persib.

Sementara itu bagi Febri Hariyadi sendiri, julukan itu menambah koleksi julukannya. Sebelum ini ia sudah dijuluki Bow, RX King, dan The Kartu Koneng.

Sumber Asli: TNN Thailand
Disadur dari Bola.com/Penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Hendry Wibowo
Published: 1 Juni 2020

KOMENTAR