BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Latihan Daring, Winger Arema FC Nilai Kondisi Pemain Tak Terlalu Ideal

29-05-2020 21:14 | Serafin Unus Pasi

Arema FC (c) Bola.com/Iwan Setiawan Arema FC (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Dendi Santoso angkat bicara soal kondisi fisik para pesepak bola jika kompetisi musim 2020 kembali digulirkan. Penggawa Arema FC ini menilai fisik mereka tak berada dalam kondisi seratus persen.

"Dengan kondisi ini, kita nggak maksimal. Kalau dalam skala nol sampai seratus persen, mungkin cuma 50 persen," kata Dendi Santoso, menjawab pertanyaan Bola.net.

"Hal ini karena kami berlatih di sendiri di rumah. Mungkin ada jenuh dan hal-hal semacamnya. Hal ini beda dengan dengan kalau latihan bersama," sambungnya.

Menurut Dendi, dari kondisi saat ini, para pesepak bola tak bisa langsung tancap gas saat kompetisi kembali digulirkan. Mereka tetap perlu waktu untuk bisa meningkatkan lagi kondisi mereka, agar siap menunjukkan permainan terbaik di pertandingan.

"Mungkin perlu waktu sekitar dua sampai tiga pekan," tutur Dendi.

"Apalagi, jika bisa berlatih normal seperti dulu, saya rasa semua bisa kembali, tentu secara perlahan," ia menambahkan.

Sebelumnya, ada usulan bahwa kompetisi Shopee Liga 1 musim 2020 akan dilanjutkan. Usulan ini muncul dalam rapat antara klub-klub peserta Liga 1 musim 2020 dengan PSSI, Rabu (27/05).

Santer dikabarkan, jika digulirkan lagi, kompetisi akan mulai dihelat lagi pada medio Juli mendatang. Hal ini, sesuai dengan tahapan new normal dari pemerintah.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1 halaman

Mental Siap Tempur

Lebih lanjut, Dendi menilai, jika kondisi fisik para pesepak bola saat ini tak terlalu mumpuni, soal mental berbeda 180 derajat. Winger berusia 30 tahun tersebut mengaku mereka sudah rindu merasakan lagi atmosfer pertandingan.

"Kami sudah lama tidak bertanding dan bercanda dengan rekan-rekan di lapangan. Kami antusias dan sangat bersemangat," kata Dendi.

Satu-satunya masalah mental yang dihadapi, sambung pemain asal Malang ini, adalah jika kompetisi dihelat tanpa penonton. Para pemain, menurut Dendi, tak terlalu nyaman harus bermain tanpa dukungan langsung penonton.

"Namun, hanya ini sih masalahnya. Lainnya nggak ada," ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR