Kisah Riyatno Abiyoso: Keluar dari Pabrik, Si Culun Naik Kereta Apik ke Lamongan

Asad Arifin | 17 April 2022, 06:21
Gelandang Persela, Riyatno Abiyoso (kanan) berebut bola dengan Gelandang PSIS, Septian David Maulana dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 antara PSIS Semarang vs Persela Lamongan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021) (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi
Gelandang Persela, Riyatno Abiyoso (kanan) berebut bola dengan Gelandang PSIS, Septian David Maulana dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 antara PSIS Semarang vs Persela Lamongan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021) (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Riyatno Abiyoso menjadi rebutan banyak klub walau Persela Lamongan degradasi dari BRI Liga 1. Talenta pemain yang pernah menjadi buruh pabrik itu salah satunya memikat Persik Kediri yang akhirnya resmi menjadi klub barunya.

Abiyoso membela Persela sejak kelompok usia hingga menembus tim senior dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, bakat sepak bola Abiyoso ditemukan oleh Didik Ludiyanto. Menurutnya, Abiyoso adalah pemain yang spesial.

"Persik beruntung bisa menarik Abiyoso. Saya akui pengamatan orang-orang di Persik Kediri sangat jeli," kata Didik Ludianto.

Didik Ludianto adalah sosok yang kali pertama memoles dan mengorbitkan pemain berusia 23 tahun itu sejak di tim Persela U-21. "Pertama datang ke Lamongan, Abiyoso masih polos mainnya," kataya.

1 dari 2 halaman

Keluar dari Pabrik, Naik Kereta ke Lamongan

Pengamatan dan keputusan Didik untuk memberi kesempatan Abiyoso di Persela terbukti jitu. Walau Abiyoso tidak mampu menyelamatkan Persela dari degradasi, tapi Abiyoso tetap mampu bersaing dan bertahan di klub Liga 1.

"Saya lihat dia punya teknik bagus dan motivasi tinggi ingin jadi pemain profesional. Pelan-pelan saya poles kemampuannya hingga sekarang dia cukup matang main di Liga 1," kenang Didik.

Nilai plus Riyatno Abiyoso secara individu adalah karakternya yang pendiam, tapi dia pekerja keras di latihan dan permainan. Didik pun masih ingat betul kisah pemain kelahiran Purworejo, Jateng itu, saat datang ke Lamongan.

"Kalau mengingat kisah Abiyoso lucu dan kasihan juga. Dia waktu saya suruh ke Lamongan benar-benar masih culun. Dia juga tak tahu bagaimana pergi ke Lamongan. Akhirnya dia naik kereta api dari Semarang. Demi bisa jadi pemain bola, Abiyoso harus keluar dari pabrik tempatnya bekerja," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Bikin Bangga

Irfan Jaya berduel melawan Riyatno Abiyoso pada laga PS Sleman vs Persela Lamongan pada di Grup C Piala Menpora 2021 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Irfan Jaya berduel melawan Riyatno Abiyoso pada laga PS Sleman vs Persela Lamongan pada di Grup C Piala Menpora 2021 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Setiba di Stasiun Lamongan, Didik Ludianto tak bisa menjemput Abiyoso karena dia sedang melatih tim Persela U-21.

"Saya suruh orang untuk menjemput Abiyoso. Alhamdulillah, semua berjalan lancar," ujarnya.

Yang menarik lagi, Didik Ludianto memotivasi jika Abiyoso ingin jadi pesepakbola harus mau susah dulu.

"Kebetulan saya punya rumah kosong. Saya suruh Abiyoso tinggal di sana. Saya hanya siapkan kompor dan panci untuk memasak. Saya ajarkan dia hidup susah dan mandiri. Ternyata Abiyoso punya tekad luar biasa. Dia bisa melewati ujian dengan baik dan masuk Persela U21," ujar Didik.

Didik Ludianto mengaku bangga mantan anak didiknya bisa sukses.

"Jelas puas dan bangga. Abiyoso punya skill dan mobilitas bagus. Akurasi umpan dan tendangan ke gawang juga baik. Semoga karir Abiyoso semakin meningkat di Persik," harapnya.

Disadur dari Bola.com: Gatot Susetyo/Wiwig Prayugi, 16 April 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR