BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Kembali ke Arema, Oh In-kyun dan Matias Malvino Terganjal Permenkumham Nomor 11 Tahun 2020

09-07-2020 19:21 | Serafin Unus Pasi

Matias Malvino (c) Bola.net/Dendy Gandakusumah Matias Malvino (c) Bola.net/Dendy Gandakusumah

Bola.net - Rencana Arema FC untuk menggelar latihan perdana pada 20 Juli mendatang kemungkinan harus menemui sedikit permasalahan. Klub berlogo singa mengepal ini bisa jadi belum akan bisa diperkuat dua pemain asing mereka, Oh In-kyun dan Matias Malvino pada sesi latihan tersebut.

Dua pemain ini memilih mudik ke kampung halaman mereka ketika kompetisi Shopee Liga 1 musim 2020 dihentikan beberapa waktu lalu. Malvino pulang ke Uruguay, sedangkan In-kyun pulang ke Korea Selatan.

Permasalahan muncul ketika dua pemain ini hendak kembali ke Indonesia. Pasalnya, Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan Permenkumham No 11 Tahun 2020. Peraturan ini berisi pelarangan sementara orang asing masuk wilayah negara Republik Indonesia.

Peraturan ini dibuat untuk meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Indonesia. Peraturan ini berlaku mulai 2 April 2020 lalu.

Manajemen Arema FC sendiri sudah mengetahui adanya kemungkinan permasalah ini. Namun, mereka tak bisa berbuat banyak terkait hal ini.

"Nah, ini masalahnya," ucap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, pada Bola.net.

"Saya belum tahu seperti apa nanti ke depannya," sambungnya.

Saat ini, selain Malvino dan In-kyun, Arema juga memiliki dua pemain asing lagi, Jonathan Bauman dan Elias Alderete. Namun, seperti Pelatih Kepala Arema, Mario Gomez, Pelatih Kiper, Felipe Americo, dan Pelatih Fisik Marcos Gonzales, Bauman dan Alderete memilih bertahan di Indonesia.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1 halaman

Harap Bantuan PSSI

Sementara itu, adanya Permenkumham ini tak berarti pintu bagi Malvino dan In-kyun, juga pemain-pemain asing lain yang telanjur mudik dan kesulitan kembali ke Indonesia, tertutup. Kementerian Pemuda dan Olahraga bisa memberikan rekomendasi agar mereka bisa kembali masuk wilayah Republik Indonesia.

Ruddy sendiri mengaku lega dengan adanya hal tersebut. Ia berharap PSSI bisa membantu klub untuk mengajukan permintaan diskresi melalui Kemenpora.

"Mungkin lebih baik kita tunggu saja. Siapa tahu, federasi bisa menjembatani tentang ini," ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR