BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Kaleidoskop 2019: Gejolak PSSI, Dominasi Bali United, Ragam Prestasi Timnas

26-12-2019 17:43 | Gia Yuda Pradana

Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019 (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019 (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Sepanjang tahun 2019, sepak bola Indonesia penuh dengan warna dan gejolak. Itu pun tak cuma di liga, tapi juga di tubuh federasi PSSI dan level Tim Nasional.

Ada dominasi Bali United di Shopee Liga 1 2019. Ada pergantian pelatih di klub-klub peserta. Ada pula perpisahan salah satu legenda sepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas.

Dari Tim Nasional, kegagalan kembali jadi cerita. Kali ini, itu terjadi di Kualifikasi Piala Dunia. Bagaimana dengan di level usia?

Mari kilas balik lewat kaleidoskop yang kami susun berikut ini.

1 dari 8 halaman

Pengaturan Skor, Gejolak di Tubuh PSSI

PSSI (c) Fitri Apriani PSSI (c) Fitri Apriani

Januari 2019 ditandai salah satunya dengan mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum PSSI setelah hampir tiga tahun memimpin federasi. Di tengah kongres yang digelar di Bali, yang membahas beberapa agenda, termasuk untuk masalah match fixing, Edy memutuskan mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap publik.

Setelah itu, Joko Driyono terpilih sebagai pelaksana tugas Ketua Umum PSSI. Ironis, tak lama setelah itu, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka kasus pengaturan skor sepakbola Indonesia.

Pucuk pimpinan tertinggi federasi pun kembali berganti. Jabatan Pelaksana Tugas [Plt] Ketua Umum PSSI, yang sebelumnya dijabat Joko Driyono, beralih ke tangan Gusti Randa.

Joko Driyono sendiri kemudian resmi ditahan oleh Satgas Anti Mafia Bola pada Maret 2019. Setelah beberapa kali diperiksa oleh, dia ditetapkan sebagai tersangka untuk perusakan barang bukti pengaturan skor yang tengah ditangani oleh Satgas Anti Mafia Bola. Di bulan Juli 2019, dia divonis hukuman 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ketua Umum PSSI yang baru akhirnya terpilih pada awal November 2019. Mochamad Iriawan terpilih untuk periode 2019-2023. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengantongi 82 suara dari 85 voters dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2019).

Kongres ini sendiri tak sepenuhnya berjalan mulus. Pasalnya, enam Calon Ketua Umum PSSI, yakni Aven Hinelo, Yesaya Oktavianus, Fary Djemi Francis, Vijaya Fitriyasa, Benny Erwin, dan Sarman El Hakim melontarkan sebuah klaim. Menurut mereka, mereka diusir oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha, dari ruangan Kongres. Namun, itu tak mengubah hasil kongres.

2 dari 8 halaman

Arema Berjaya di Piala Presiden 2019

Milomir Seslija sukses mengantar Arema FC juara Piala Presiden 2019 (c) Fitri Apriani Milomir Seslija sukses mengantar Arema FC juara Piala Presiden 2019 (c) Fitri Apriani

Arema FC menjuarai Piala Presiden 2019 usai mengalahkan sang rival Persebaya Surabaya dengan agregat 4-2 di babak final. Tim besutan Milomir Seslija itu meraih hasil imbang 2-2 pada leg pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (9/4/2019), kemudian menang 2-0 pada leg kedua di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat malam (12/4/2019).

Secara keseluruhan, Arema hanya kalah sekali di Piala Presiden 2019, yakni pada babak penyisihan grup. Klub kebanggaan warga Malang itu juga berhasil menjadi tim tersubur dengan jumlah memasukkan 23 gol dan hanya kemasukan sebanyak enam gol.

Gelar ini menjadi yang kedua diraih Arema setelah edisi 2017. Dengan demikian, Arema kini menjadi tim dengan jumlah gelar Piala Presiden terbanyak sejak dimulai pada edisi 2015.

Menjadi juara Piala Presiden 2019 membuat Arema berhak mendapatkan hadiah R 3,5 miliar. Jumlah itu menjadi hadiah terbesar sepanjang sejarah Piala Presiden.

3 dari 8 halaman

Dominasi Bali United di Liga 1 dan Pensiunnya Bepe

Bambang Pamungkas (c) Persija Media Bambang Pamungkas (c) Persija Media

Di Liga 1 musim ini, yang disponsori oleh Shopee, Bali United tampil dominan. Tim besutan Stefano Cugurra Teco itu keluar sebagai juara. Mereka bahkan jadi tim pertama di era Liga 1 yang berhasil menjadi juara dengan tiga laga tersisa.

Serdadi Tridatu finis dengan 64 poin dari 34 laga (M19 S7 K8), unggul 10 poin atas Persebaya Surabaya di posisi runner-up.

Bali United mencetak 48 gol dan cuma kebobolan 35 gol. Angka kebobolan mereka paling sedikit dibandingkan 17 tim Liga 1 2019 lainnya.

Juara edisi sebelumnya, Persija Jakarta, finis di papan tengah (peringkat 10). Sementara itu, Perseru Badak Lampung, Semen Padang, dan Kalteng Putra harus terdegradasi ke Liga 2.

Persija memang terpuruk musim ini, tapi masih ada hiburan buat mereka. Bomber Macan Kemayoran, Marko Simic, menyabet gelar top skor Liga 1 2019 dengan torehan 28 golnya.

Sementara itu, Renan Silva (Borneo FC) terpilih sebagai Pemain Terbaik Shopee Liga 1 2019. Untuk kategori Gol Terbaik, penghargaan diberikan kepada David da Silva (Persebaya Surabaya) yang mencetak gol indah ke gawang Arema FC pada pekan ke-32.

Liga 1 musim ini sendiri diwarnai sebuah momen penting. Momen itu adalah pensiunnya Bambang Pamungkas. Legenda Persija dan Timnas Indonesia itu pensiun di usia 39 tahun, dengan laga Persija vs Persebaya Surabaya di SUGBK (17/12/2019) menjadi laga terakhirnya.

Persija gagal memberikan hadiah kemenangan untuk pensiunnya pemain yang akrab disapa Bepe ini. Mereka kalah 1-2 di laga pekan ke-33 tersebut.

4 dari 8 halaman

Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Stadion Manahan Solo, salah satu calon venue Piala Dunia U-20 2021 (c) Merdeka.com/Arie Sunaryo Stadion Manahan Solo, salah satu calon venue Piala Dunia U-20 2021 (c) Merdeka.com/Arie Sunaryo

Sebuah kabar menggembirakan datang pada Oktober 2019. Indonesia resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Indonesia sebelumnya mencalonkan diri sebagai tuan rumah gelaran Piala Dunia U-20 tahun 2021. Indonesia bersaing dengan Brasil dan Peru.

Ini menjadi pertama kalinya Indonesia menggelar turnamen sekelas Piala Dunia, meski di level usia muda. Sebelumnya, Indonesia hanya pernah menjadi tuan rumah Piala Asia 2007, itu pun tuan rumah bersama.

PSSI menyiapkan sepuluh stadion untuk hajatan akbar ini. Kesepuluh stadion yang diajukan PSSI itu adalah Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Wibawa Mukti (Cikarang), Pakan Sari (Bogor), Patriot (Bekasi), Mandala Krida (Yogyakarta), Manahan (Solo), Jakabaring (Palembang), Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan I Wayan Dipta (Bali).

5 dari 8 halaman

Tim Nasional dan Kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Indonesia vs Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan Indonesia vs Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Undian untuk putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia digelar di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (17/7/2019). Indonesia ditempatkan di Grup G zona Asia. Grup ini sekilas seperti grup Piala AFF, karena empat dari lima tim yang tergabung di grup ini adalah tim-tim Asia Tenggara.

Indonesia bersaing dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Satu tim lainnya adalah Uni Emirat Arab. Indonesia gagal total.

Lima laga pertama dilalui Indonesia dengan lima kekalahan, hanya mencetak tiga gol dan sudah kebobolan 16. Indonesia kalah 2-3 menjamu Malaysia, 0-3 menjamu Thailand, 0-5 di kandang Uni Emirat Arab, 1-3 menjamu Vietnam, dan 0-2 di kandang Malaysia.

Rabu (6/11/2019) pagi WIB, PSSI resmi mengakhiri masa kerja pelatih Simon McMenemy. Ada dua calon kuat penggantinya. Pertama adalah Shin Tae-yong dari Korea Selatan. Kedua adalah Luis Milla, yang pernah medali perunggu SEA Games 2017 bersama Timnas Indonesia U-22.

Tak sedikit warga Indonesia yang mengharapkan Luis Milla kembali ke Timnas. Namun, PSSI sepertinya lebih condong ke nama pertama. Yah, apa pun pilihannya, semoga itu jadi yang terbaik buat Tim Nasional.

6 dari 8 halaman

Timnas Indonesia U-16 Lolos Kualifikasi Piala AFC

Timnas Indonesia U-16 (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan Timnas Indonesia U-16 (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Timnas Indonesia U-16 berhasil menorehkan prestasi di Kualifikasi Piala AFC U-16 2020. Pasukan Bima Sakti itu menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara (ASEAN) yang lolos ke putaran final di Bahrain.

Capaian ini diraih usai mampu menutup Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di peringkat kedua klasemen Grup G. Marcell Januar Putra dan kawan-kawan melangkah ke Piala AFC U-16 2019 sebagai satu dari empat runner-up terbaik.

Kepastian lolosnya Timnas Indonesia U-16 ke Piala AFC U-16 2020 didapat setelah menahan imbang China 0-0 pada partai terakhir Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (22/9/2019).

7 dari 8 halaman

Timnas Indonesia U-19 Juga Lolos Kualifikasi Piala AFC

Timnas Indonesia U-19 (c) Bola.com/Vincentius Atmaja Timnas Indonesia U-19 (c) Bola.com/Vincentius Atmaja

Timnas Indonesia U-19 menahan imbang Korea Utara 1-1 pada laga pamungkas Kualifikasi Piala AFC U-19 2020 Grup K di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (10/11/2019). Hasil tersebut membuat Garuda Nusantara lolos ke putaran final yang berlangsung di Uzbekistan.

Timnas Indonesia U-19 sukses melaju ke putaran final Piala AFC U-19 2020 dengan status juara Grup K setelah mengumpulkan tujuh poin. Selain imbang 1-1 kontra Korea Utara, poin tersebut juga didapat dari kemenangan 3-1 versus Timor Leste, dan 4-0 melawan Hong Kong.

"Syukur alhamdulillah, kami dengan poin satu ini tetap berada di puncak Grup K. Tentu sebuah kebanggaan kami lolos ke Piala Asia, karena kami tentukan nasib itu sendiri," tutur pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, seusai laga.

"Saya bangga dengan yang telah dilakukan pemain malam ini. Mereka luar biasa di pertandingan dan apa yang kami sepakati sebelum pertandingan bahwa 10 November ini layaknya perjuangan para pahlawan, karena kebetulan hari ini hari pahalwan. Mereka menunjukkan apa yang mereka sepakati," imbuhnya.

8 dari 8 halaman

Timnas Indonesia U-22 di Final SEA Games 2019

Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019 (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019 (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Timnas Indonesia U-22 gagal memenuhi target meraih medali emas cabor sepak bola putra di SEA Games 2019 Filipina. Tangguh di babak penyisihan dan semifinal, Garuda Muda malah rontok di partai puncak.

Difavoritkan mengakhiri puasa medali emas selama 28 tahun, Timnas Indonesia U-22 justru tidak berdaya di tangan Vietnam. Armada Indra Sjafri kalah telak 0-3 di Rizal Memorial Stadium, Manila, Selasa (10/12/2019).

Padahal, di babak penyisihan, mereka begitu perkasa. Garuda Muda hanya sekali kalah dan mengemas empat kemenangan. Garuda Muda juga menciptakan 17 gol dan hanya kebobolan dua gol.

Meski demikian, pencapaian ini masih lebih baik daripada edisi sebelumnya. Dua tahun lalu, Garuda Muda yang ditukangi Luis Milla hanya meraih medali perunggu.

Sepak bola SEA Games 2019 ini sendiri tak hanya menyajikan drama di atas lapangan, tapi juga beberapa cerita menarik dari luar arena.

Kiper Timnas Indonesia U-22, Nadeo Argawinata, menjadi bahasan menarik sepanjang dihelatnya SEA Games 2019. Pasalnya, liper Borneo FC itu disebut-sebut memiliki wajah yang mirip dengan kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga.

Nadeo Argawinata (c) Bola.com/Vitalis Yogi TrisnaNadeo Argawinata (c) Bola.com/Vitalis Yogi Trisna

Ada pula nama Doan Van Hau, yang mencederai Evan Dimas di laga final. Dia melakukan tekel keras pada kaki kiri Evan Dimas, yang membuat gelandang andalan Timnas Indonesia U-22 itu ditarik keluar. Dia meminta maaf kepada Evan Dimas setelah prosesi pengalungan medali.

Cerita menarik lainnya adalah dukungan Maria Ozawa buat Timnas Indonesia U-22. Sosok berdarah Filipina-Jepang yang sangat dikenal oleh sebagian besar orang Indonesia ini datang langsung ke stadion menyaksikan laga Indonesia di fase grup juga final.

Bintang film asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, hadir di Rizal Memorial Stadium, Manila, Selasa (26/11/2019) demi memberikan dukungan pada Timnas Indonesia U-22 yang berlaga melawan Thailand. (c) Bolacom/M Iqbal IchsanBintang film asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, hadir di Rizal Memorial Stadium, Manila, Selasa (26/11/2019) demi memberikan dukungan pada Timnas Indonesia U-22 yang berlaga melawan Thailand. (c) Bolacom/M Iqbal Ichsan

Terlepas dari itu semua, Timnas Indonesia U-22 sudah memberikan yang terbaik di ajang ini. Meski gagal mempersembahkan medali emas, perjuangan keras mereka sangat pantas diapresiasi.

Bagaimana Bolaneters, apa momen sepak bola nasional yang paling berkesan buat kalian sepanjang tahun 2019 ini? Silakan suarakan pendapat kalian lewat kolom komentar di bawah.

KOMENTAR