BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Jika Ada Pemain yang Positif COVID-19 di Lanjutan Shopee Liga 1, PT LIB Akan Rahasiakan Identitasnya

14-08-2020 18:34 | Serafin Unus Pasi

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita (kiri) dan Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru, Sudjarno (Kanan) (c) Bola.net/Fitri Apriani Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita (kiri) dan Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru, Sudjarno (Kanan) (c) Bola.net/Fitri Apriani

Bola.net - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 tengah menata rencana tes medis bagi klub peserta. Terutama tes swab untuk memastikan tidak ada pemain, pelatih, atau ofisial yang terjangkit COVID-19.

LIB pun memastikan bakal transparan dalam hasil tes swab yang dilakukan. Tapi, informasi yang diberikan tak akan 100 persen. Ini berkaitan dengan identitas yang terkena COVID-19.

"Kalau nama pemain biasanya enggak, karena itu etika saja. Paling misalnya jumlah pemain dan klubnya," ujar Direktur Utama LIB, Akhmad Hadian Lukita, di Kantor LIB, Jakarta, Jumat (14/8).

Lalu bagaimana jika terjadi kasus positif COVID-19. Apakah Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 akan dihentikan?

Hal ini berkaca dari V.League. Kompetisi sepak bola di Vietnam itu harus dihentikan untuk sementara waktu karena terjadi lonjakan kasus COVID-19.

"Itu mungkin kan ada kesepakatan, mungkin juga ada memang keputusan pemerintahnya gitu kan. Kalau kami dari LIB sesuai dengan itu ya ada intruksi dari paling atas kalau ini harus berhenti atau tidak. Kalau keinginan kan kita ingin jalan terus," ucap Akhmad.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 1 halaman

Ranahnya PSSI

Sementara itu, Direktur Operasional LIB, Sudjarno mengatakan, terkait kompetisi itu sepenuhnya adalah wewenang PSSI. Dalam hal ini digelar, dihentikan, atau dilanjutkan setelah ditangguhkan.

"Apapun bentuknya, yang membuka, yang menutup adalah PSSI. Tapi tentu dengan pertimbangan-pertimbangan," tuturnya.

"Nah mudah-mudahan dengan Liga 1 yang tes swab setiap 14 hari itu bisa termonitor terus secara terus menerus terkait dengan bagaimana perkembangannya itu," imbuh Sudjarno.

(Bola.net/Fitri Apriani)

KOMENTAR