BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Ingin Bangkit dan Kalahkan Barito Putera? Ini 4 Hal yang Harus Diperbaiki Arema FC

25-03-2021 10:26 | Asad Arifin

Bek Arema FC, M Roby, menyundul bola saat melawan  Persikabo 1973 pada laga Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021) (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan
Bek Arema FC, M Roby, menyundul bola saat melawan Persikabo 1973 pada laga Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021) (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Arema FC punya sejumlah aspek yang harus diperbaiki jika ingin menang atas Barito Putera pada laga kedua Grup A Piala Menpora 2021. Duel ini akan digelar di Stadion Manahan, Kamis (25/3/2021) petang WIB.

Laga Arema FC melawan Barito Putera, juga laga Piala Menpora lainnya, akan disiarkan Indosiar dan live streaming di Vidio.

Arema mengawali Piala Menpora 2021 dengan hasil kurang maksimal setelah ditahan 1-1 Persikabo 1973 dalam partai pembuka Grup A di Stadion Manahan, Solo 21 Maret lalu.

Satu poin yang didapat Arema itu juga berkat gol berbau keberuntungan dari Dendi Santoso pada menit ke-82. Artinya, tim berjuluk Singo Edan itu masih punya banyak pekerjaan rumah jelang pertandingan kedua lawan Barito Putera.

1 dari 5 halaman

Harus Berbenah

Pelatih sementara Arema, Kuncoro, tidak tinggal diam melihat permainan timnya pada laga pertama. Jika tidak berkembang, justru Arema bisa jadi bulan-bulanan Barito Putera.

“Pasti sudah ada beberapa poin yang harus diperbaiki. Kami masih optimistis tim ini lebih baik,” jelasnya, Rabu (24/33/2021).

Dari penampilan Arema pada laga pertama Piala Menpora 2021, ada 4 hal yang harus dibenahi Kuncoro. Berikut ulasannya.

2 dari 5 halaman

1. Terlalu Andalkan Individu Pemain

Pelatih Arema FC, Kuncoro, mengamati anak asuhnya saat melawan Persikabo 1973 pada laga Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (c) Bola.net/M Iqbal I
Pelatih Arema FC, Kuncoro, mengamati anak asuhnya saat melawan Persikabo 1973 pada laga Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (c) Bola.net/M Iqbal I

Kerja sama tim seperti hilang dalam laga pertama yang dijalani Arema. Mereka seperti belum mengerti keinginan satu sama lain. Alhasil, mereka banyak kehilangan bola akibat salah umpan dan sebagainya.

Ini patut jadi tanda tanya, padahal Arema tak banyak melakukan perubahan komposisi pemain.

Kuncoro memprediksi situasi itu disebabkan minimnya persiapan. Selain itu, Ahmad Alfarizi dkk baru berlatih komplet sepekan jelang Piala Menpora bergulir.

Sebelum itu lima pemain dipanggil Timnas Indonesia. Adapun playmaker Bruno Smith terlambat datang dan lebih dulu menjalani karantina di Jakarta. Ada pemain baru sepeti M. Roby dan Ikhwan Ciptadi yang bergabung di saat-saat terakhir.

“Bisa dibilang persiapannya singkat. Tapi ini bukan jadi alasan sebenarnya. Banyak klub juga mengalaminya. Jadi wajar, jika laga pertama sulit bisa langsung maksimal,” tegasnya.

Sebenarnya Arema selama persiapan Arema mengandalkan kerja sama tim, karena tidak ada pemain dengan tipikal kuat memainkan bola. Jadi Kuncoro meminta pemain tidak terlalu lama memainkan bola secara individu.

3 dari 5 halaman

2. Striker Sering Buang Peluang

Striker Arema FC, Dedik Setiawan (c) Bola.com/Iwan Setiawan
Striker Arema FC, Dedik Setiawan (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Gol pertama Arema di Piala Menpora 2021 berbau keberuntungan. Sapuan bola pemain Persikabo 1973 mengenai kepala Dendi Santoso dan masuk ke gawang. Tapi bukan berarti Arema tak bisa menciptakan peluang. Duet Kushedya Hari Yudo dan Dedik Setiawan punya sederet peluang emas. Sayang tak satu pun berbuah gol.

“Sepak bola selalu ada unsur keberuntungan. Kami dapat banyak peluang di pertandingan pertama. Bahkan ada yang sudah berhadapan langsung dengan kiper. Justru yang tidak sengaja jadi gol. Tapi berikutnya saya harap peluang yang didapat bisa diubah menjadi gol,” jelas Kuncoro.

Khusus lini depan, ini kali pertama Dedik dan Yudo berduet di laga resmi. Keduanya sebenarnya punya karakter main yang sama. Sering bergerak liar, cepat dan tajam di depan gawang.

Biasanya, duet seperti ini jarang berhasil, karena pergerakan mereka terlalu liar dan terlihat egois. Beda cerita jika ada M. Rafli yang tipenya targetman. Dia bisa lebih banyak berada di sekitar kotak penalti untuk melengkapi Yudo atau Dedik.

4 dari 5 halaman

3. Lini Belakang Rapuh

Bagas Adi Nugroho (c) Arema FC Official
Bagas Adi Nugroho (c) Arema FC Official

anda-tanda Arema khawatir dengan lini belakangnya sudah terlihat dari komposisi pemain yang dibawa. Ada enam stopper yang dibawa ke Solo, yaitu Caio Ruan, Bagas Adi, Ikhwan Ciptadi, M. Roby, Ikhfanul Alam dan Aji Saka.

Tetapi, sistem pertahanan di lapangan belum rapi. Beberapa serangan balik Persikabo 1973 bisa dengan mudah menembusnya.

Di laga pertama M. Roby diduetkan dengan Bagas Adi. Mereka berkolaborasi dengan dua bek sayap Ahmad Alfarizi dan Rizky Dwi Febrianto. Kemungkinan besar komposisi itu akan diubah pada laga kedua.

Ada kemungkinan bek Brasil, Caio Ruan, main sejak menit awal. Selain itu ada bek sayap muda, Sandy Ferizal yang tampil bagus sebagai pengganti di babak pertama.

5 dari 5 halaman

4. Stamina Kedodoran

Gitra Yuda Furton dan Caio Ruan di Arema FC  (c) Bola.com/Iwan Setiawan
Gitra Yuda Furton dan Caio Ruan di Arema FC (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Kuncoro mengakui stamina anak buahnya masih belum ideal. Arema kedodoran meladeni Persikabo yang sudah latihan lebih lama. Jika melihat permainan Barito Putera, tim ini juga bertenaga. Arema harus membuat pemain punya tenaga ekstra akhir pekan ini.

“Kalau stamina, butuh proses untuk memperbaikinya. Tapi pertandingan pertama kemarin juga jadi latihan fisik. Jadi pertandingan selanjutnya akan lebih baik,” kata Kuncoro.

Menurut Kuncoro, fisik menjadi modal utama tim untuk bisa menampilkan permainan yang apik. Sebenarnya, Arema berencana menggembleng fisik pemain di pantai sebelum Piala Menpora 2021 digelar.

Tapi waktu itu pemain masih belum lengkap. Hasilnya tidak maksimal jika dipaksakan menggelar latihan di pantai. Sayang, fisik pemain Arema justru kedodoran ketika program itu tak berjalan.

Padahal Singo Edan sempat aktif latihan di pertengahan tahun 2020 silam. Namun itu tidak ada hasilnya karena pemain kembali diliburkan hampir empat bulan dan latihan lagi di pengujung Februari.

Disadur dari Bola.com (Penulis: Iwan Setiawan/Editor: Yus Mei Sawitri, 24 Maret 2021)

KOMENTAR