BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Indosiar, O Channel, dan Vidio Siarkan Shopee Liga 1 2020 Secara Eksklusif

24-02-2020 20:05 | Dimas Ardi Prasetya

Direktur Program SCM, Harsiwi Achmad, saat launching Kompetisi Shopee Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, (24/2/2020). Sebanyak 18 klub akan memeriahkan Liga 1 yang akan berlangsung pada 29 Februari hingga 1 November 2020. (c) Bola.com/M Iqbal Ichsa
Direktur Program SCM, Harsiwi Achmad, saat launching Kompetisi Shopee Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, (24/2/2020). Sebanyak 18 klub akan memeriahkan Liga 1 yang akan berlangsung pada 29 Februari hingga 1 November 2020. (c) Bola.com/M Iqbal Ichsa

Bola.net - Kompetisi Shopee Liga 1 2020 tetap disiarkan secara eksklusif di Indosiar, O Channel, dan Vidio.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Programming SCM (Surya Citra Media), Harsiwi Achmad. Sebelumnya hak siar terkait Shopee Liga 1 2020 sempat simpang siur.

Pasalnya, MNC Group telah mengumumkan mendapatkan hak siar 306 pertandingan Liga 1 2020 yang mulai tayang pada 29 Februari 2020. Mereka menyiarkannya melalui MNC Vision, K-Vision, MNC Play dan Vision+.

"Kita mendapatkan hak eksklusif untuk Shopee Liga 1, eksklusif untuk FTA atau Free to Air. Kemudian juga eksklusif untuk online broadcast melalui vidio. Nanti program-programnya akan ditayangkan di SCTV, Indosiar, dan Vidio," kata Harsiwi Achmad saat launching Shopee Liga 1 2020 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Lebih lanjut, Harsiwi Achmad juga memastikan, Emtek mendapat kontrak jangka panjang untuk hak siar kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Intinya, dia menegaskan, Emtek merupakan pemegang hak siar eksklusif Liga 1 2020.

"Saya tidak pelajari kontrak pihak sana. Kalau kontrak kami mendapatkan hak eksklusif. Seperti yang saya sampaikan untuk FTA, Kemudian untuk online broadcast secara eksklusif melalui Vidio. Siapapun yang menyayangkan itu (Shopee Liga 1 2020) harus dapat izin dari kami," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Wajib Izin

Tentunya, bila ada pihak lain yang berniat menyiarkan Liga 1 2020, Harsiwi menegaskan, harus ada izin dari pihak Emtek.

"Sampai sejauh ini belum dibicarakan, tapi kalau seperti itu harus ambil dari Vidio. IPTV (internet protocol television) kita mendapat hak tidak eksklusif untuk Indonesia sehingga siapapun di dalam kontrak yang akan mengambil IPTV harus dari platform Vidio," katanya.

"Kalau DTH (Direct to Home) tidak. Kita mendapatkan DTT (direct teristerial television), tapi dulu melalui Nexmedia. Sekarang kita tidak pakai itu. Emtek hanya DTT sama OTT, termasuk juga radio, podcast. Kalau RRI mau kerja sama harus sama kita," tegas Harsiwi.

Disadur dari: Liputan6.com/Penulis Cakrayuri Nuralam/EditorDefri Sefullah
Published: 24 Februari 2020

KOMENTAR