Hati Pelatih Persebaya Hancur Melihat Korban Tragedi Kanjuruhan

Asad Arifin | 5 Oktober 2022, 11:42
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso (c) Dok. Persebaya Surabaya
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso (c) Dok. Persebaya Surabaya

Bola.net - Tragedi Kanjuruhan menyisakan duka yang mendalam bagi banyak pihak, termasuk pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. Menurut Aji, hatinya hancur dan tidak menduga situasinya bisa sangat kacau.

Duel bertajuk Derbi Jatim antara Arema FC dan Persebaya digelar di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB. Setelah laga yang dimenangkan Persebaya itu, tragedi terjadi dan 131 nyawa melayang.

Sebelum suasana stadion menjadi kacau, para pemain dan ofisial Persebaya telah masuk ke ruang ganti. Mereka lantas dibawa keluar dari Kanjuruhan dengan kendaraan rantis atau barracuda agar bisa segera diamankan.

Dalam lima menit waktu yang diberikan aparat keamanan, pemain Persebaya berlarian masuk ke mobil barracuda. Setelah itu, mereka meninggalkan Kanjuruhan dalam kondisi selamat. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 3 halaman

Aji Terkejut Tahu Banyak Korban Jiwa

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, sama sekali tidak menyangka laga ini mengakibatkan tragedi mengerikan. Awalnya, Aji tidak tahu soal situasi di dalam stadion karena sedang berada di rantis. Dia sempat mengira situasi bakal kondusif.

“Jujur saja, setelah masuk ke rantis itu saya tidak tahu sama sekali apa yang terjadi di luar. Kami memang tertahan di rantis, tapi tidak ada masalah apa-apa,” ungkap pelatih asli Malang tersebut.

“Ada keributan di dalam stadion, makanya saya kaget ketika banyak korban meninggal. Saya tidak pernah kepikiran akan ada kerusuhan seperti itu,” Aji Santoso mengingat situasi saat Tragedi Kanjuruhan pecah.

2 dari 3 halaman

Hati yang Hancur

Aksi solidaritas untuk Tragedi Kanjuruhan yang digelar oleh Aremania di kawasan Stadion Kanjuruhan (c) AP Photo

Aksi solidaritas untuk Tragedi Kanjuruhan yang digelar oleh Aremania di kawasan Stadion Kanjuruhan (c) AP Photo

Aji Santoso pernah menjadi bagian dari Arema, baik sebagai pemain maupun pelatih. Dia juga berasal dari Kabupaten Malang. Jadi, Aji Santoso sangat sedih dengan tragedi yang terjadi di Kanjuruhan.

"Hati saya hancur melihat kejadian itu. Saya sangat kasihan kepada korban. Kejadian ini tidak boleh terulang. Nyawa jauh lebih berharga daripada sepak bola. Sudah waktunya semua suporter memikirkan tentang kemanusiaan dariapda sekadar rivalitas," ujar Aji Santoso.

"Mari semua berpikir jernih untuk kebaikan bersama. Saya mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga sabar yang ditinggalkan dan semoga diterima semua amal baiknya," tutur pelatih Persebaya Surabaya itu.

3 dari 3 halaman

Aksi Solidaritas

Berbagai aksi solidaritas bermunculan sebagai wujud duka cita untuk korban Tragedi Kanjuruhan, tidak terkecuali Persebaya Surabaya dan bonek yang menunjukkan kepedulian untuk Arema FC dan Aremania.

Para pemain dan ofisial melaksanakan salat gaib di Mesjid Al Akbar, Surabaya, Senin (3/10/2022). Humas Masjid Al Akbar, Helmy M Noor, menyampaikan sudah dua kali dilakukan salat gaib untuk mendoakan korban Tragedi Kanjuruhan.

Sejumlah pemain Persebaya seperti Dandi Maulana, Koko Ari Araya, Januar Eka Ramadhan, Altariq Ballah, Riswan Lauhin, Julian Mancini, serta asisten pelatih Mustaqim, juga ikut dalam salat gaib tersebut.

Disadur dari Bola.com: Aditya Wani/Benediktus Gerendo, 5 Oktober 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR