Hasil Tes Fisik Persebaya Memuaskan, Supriadi dan Nufiandani Tertinggi

Asad Arifin | 25 Mei 2022, 10:02
pemain PS Sleman, Samsul Arifin (kanan) berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya, Moch Supriadi dalam pertandingan Babak Penyisihan Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Rabu (7/4/2021). (c) Bola.com/Ikhwan Yanuar
pemain PS Sleman, Samsul Arifin (kanan) berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya, Moch Supriadi dalam pertandingan Babak Penyisihan Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Rabu (7/4/2021). (c) Bola.com/Ikhwan Yanuar

Bola.net - Persebaya Surabaya menggelar tes fisik untuk mengukur VO2Max pemain. Tes tersebut berlangsung di Lapangan Futsal SIER, Rungkut, Surabaya, Rabu (25/05/2022) pagi.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh pelatih fisik Persebaya, Muhammad Alimudin. Tes fisik meliputi beep test untuk mengukur ketahanan fisik Alwi Slamat dan kawna-kawan.

"Sederhananya ini mengukur VO2Max, gambaran sederhananya seberapa mampu dia bermain 90 menit. Semakin tinggi VO2Max semakin bagus di pertandingan, semakin kuat daya tahannya," kata Alimudin.

Hasil tes fisik para pemain Persebaya dianggap cukup memuaskan dan sebagian besar pemain tidak mengalami penurunan. Angka tertinggi masih dipegang oleh Supriadi.

"Kalau dari hasil ini lumayan sih ya, ada beberapa pemain yang musim lalu pun masih stabil kondisi fisiknya. Tertinggi masih Supriadi, itu Vo2Max-nya di 61,7. Ada pemain baru Nufiandani, 61,4 terus ada Alwi sama Bramdani," lanjut Alimudin.

Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.

1 dari 2 halaman

Faktor yang Berpengaruh

Angka VO2Max yang dibutuhkan para pemain, menurut Alimudin, beragam tergantung posisi bermainnya. Sektor Gelandang butuh skor yang tinggi dibanding posisi lain.

"Standar kebetulan yang ada di FIFA tergantung sesuai posisinya, Defender 56 sampai 60, Midfielder 63 sampai 67, attacker 57 sampai 61," sambungnya.

Angka VO2Max, kata Alimudin, sangat dipengaruhi oleh latihan, asupan nutrisi hingga pola tidur. Sehingga, tiga faktor itu harus dijaga oleh pemain.

2 dari 2 halaman

Tes Awal

Lebih lanjut, Alimudin menegaskan bahwa tes fisik baru permulaan. Sehingga tidak bisa mengukur peningkatan kondisi fisik pemain setelah menjalani latihan selama dua pekan terakhir.

Pihaknya akan melakukan tes fisik kembali ketika tim akan menghadapi kompetisi musim 2022/2023. Tapi, program tes fisik ini juga tergantung program pelatih kepala kedepannya.

"Biasanya seminggu sebelum kompetisi resmi. Tapi, tergantung nanti menyesuaikan dengan program coach Aji (Santoso)," tandasnya.

(Bola.net/Mustopa El Abdy)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR