Gelandang Arema Optimistis Peluang Timnya Kalahkan Persebaya Terbuka Lebar

Serafin Unus Pasi | 8 April 2019, 20:11
Selebrasi Ricky Kayame (c) Arema FC Official
Selebrasi Ricky Kayame (c) Arema FC Official

Bola.net - - Hanif Sjahbandi membeber optimismenya jelang laga Final Piala Presiden 2019, kontra Persebaya Surabaya. Gelandang Arema FC ini menilai peluang timnya untuk bisa mengalahkan Green Force, julukan Persebaya, masih terbuka lebar.

"Memang, Persebaya bukanlah lawan mudah bagi kami. Namun, mereka bukan tim yang tak bisa dikalahkan," ujar Hanif.

"Kami harus tetap fokus menghadapi final. Ini sangat penting bagi kami dan Aremania. Semoga kami bisa memberi kebahagiaan bagi Aremania," sambungnya.

Arema dan Persebaya akan berhadapan pada partai puncak turnamen Piala Presiden 2019. Kedua tim ini akan bermain pada laga yang berformat kandang-tandang.

Persebaya akan menjadi tuan rumah leg pertama, yang bakal dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (09/04). Kemudian, Arema akan menjadi tuan rumah pada leg kedua, yang dijadwalkan digelar di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jumat (12/04). Kedua pertandingan ini rencananya akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar.

Apa kiat Hanif agar Arema bisa meraih hasil apik pada laga kontra Persebaya? Simak di bawah ini.

1 dari 2 halaman

Jadikan Tekanan Sebagai Motivasi

Menurut Hanif, ada hal yang bisa dilakukan timnya untuk bisa memperbesar peluang mereka meraih hasil bagus pada laga kontra Persebaya. Pemain berusia 22 tahun tersebut berharap agar timnya bisa menjadikan tingginya tekanan dan tensi pertandingan ini sebagai tambahan motivasi.

"Semoga tingginya tensi ini bisa menambah motivasi kami," ucap Hanif.

"Saya juga berharap hal tersebut bisa menambah tenaga kami untuk membuktikan kekuatan Arema sesungguhnya," ia menambahkan.

2 dari 2 halaman

Takar Untung-Rugi Dua Leg

Sementara itu, Hanif menyebut bahwa partai final yang dihelat dalam dua leg pun harus menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, menurut pemain Timnas U-23 ini, ada untung dan rugi dengan penerapan sistem tersebut.

"Ada sisi positif dan negatif dari sistem dua leg ini," kata Hanif.

"Kalau satu leg, setelah kalah ya sudah kalah. Demikian pula ketika menang. Sementara, tahun ini, kalau kita kalah pada leg pertama, masih ada peluang pada leg kedua. Sedangkan kalau menang pada leg pertama, kami masih harus mempertahankan pada leg kedua," ia menandaskan.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR