Gagal Happy Ending, Aji Santoso: Persebaya Antiklimaks

Yaumil Azis | 31 Maret 2022, 00:30
Pemain Borneo FC, Francisco Torres, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persebaya Surabaya pada laga BRI Liga 1 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Rabu (30/03/2022).\r\n (c) Bola.com/ M Iqbal Ichsan
Pemain Borneo FC, Francisco Torres, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persebaya Surabaya pada laga BRI Liga 1 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Rabu (30/03/2022).\r\n (c) Bola.com/ M Iqbal Ichsan

Bola.net - Persebaya Surabaya gagal menutup kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 dengan manis. Tim Kota Pahlawan dikalahkan Borneo FC di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Rabu (30/03/2022) malam.

Laga pekan ke-34 tersebut berakhir dengan kedudukan 1-2. Gol Borneo FC dicetak Wawan Febrianto dan Francisco Torres, sementara Persebaya membalas melalui Taisei Marukawa.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso sedikit kecewa dengan hasil tersebut. Sebab timnya gagal menutup perjalanan di kompetisi BRI Liga 1 dengan kemenangan.

"Di akhir kompetisi, kurang happy ending, kami kalah," kata Aji Santoso dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

"Tapi saya lihat memang permainan anak-anak tadi sedikit tidak seperti biasanya. Menurut saya agak sedikit antiklimaks," sambungnya.

Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters

1 dari 3 halaman

Penyebab Kekalahan

Menurut Aji, ada beberapa faktor yang membuat Persebaya kalah dari Borneo FC. Mulai dari absennya sejumlah pilar hingga jadwal pertandingan yang berpengaruh.

"Tidak bermainnya (Ricky) Kambuaya, Alwi (Slamat), terus dengan keluarnya Samsul (Arif), kami tidak punya striker. Akhirnya menambah ketumpulan di lini depan," Aji menambahkan.

Persebaya juga kebobolan terlalu cepat akibat kesalahan sendiri. Di sisi lain, Persebaya juga tidak mampu memaksimalkan sejumlah peluang karena finishing yang kurang sempurna.

2 dari 3 halaman

Terdampak Hasil Bhayangkara

Terkait jadwal, Aji mengakui bahwa itu berdampak karena pertandingan tiga tim papan atas tidak digelar bersamaan. Bhayangkara FC bermain lebih dulu dan hasilnya berpengaruh terhadap Persebaya.

"Pasti sedikit banyak ada pengaruhnya ketika pertandingan yang pertama Bhayangkara memenangkan pertandingan yang akhirnya dia mengunci di posisi tiga," jelas Aji.

Padahal, dia sudah mewanti-wanti kepada anak asuhnya untuk tidak memikirkan hasil pertandingan Bhayangkara FC. Namun, mereka terbawa situasi dan akhirnya kalah.

3 dari 3 halaman

Kesalahan Sendiri

Hal senada diungkapkan oleh bek Persebaya, Rizky Ridho. Dia mengatakan bahwa kekalahan tersebut sepenuhnya merupakan kesalahan pemain.

"Itu memang kelemahan kami sendiri, terjadinya gol akibat kesalahan kami sendiri, kelengahan kami sendiri di area pertahanan," terang Rizky Ridho.

Persebaya, kata dia, sebenarnya berupaya mengejar di babak kedua. Tapi, tetap kesulitan karena lawan bermain bertahan.

(Bola.net/Mustopa Elabdy)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR