Exco PSSI Klaim Pintu Kanjuruhan Tidak Tertutup Semua, Sebagian Sudah Dibuka

Serafin Unus Pasi | 4 Oktober 2022, 19:35
Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam WIB. (c) AP Photo
Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Ahmad Riyadh mengatakan, tidak semua pintu keluar masuk Stadion Kanjuruhan tertutup saat terjadi kerusuhan usai laga Arema FC versus Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB. Ia menyebut, sebagian pintu sudah dibuka.

Seperti diketahui, beredar video di media sosial yang memperlihatkan penonton sulit keluar dari tribun untuk menghindari tembakan gas air mata oleh aparat karena pintu ditutup. Akibatnya, mereka sampai berdesak-desakan, terinjak-injak, dan kehabisan nafas.

Situasi itu diduga menjadi salah satu penyebab tragedi Kanjuruhan menelan banyak korban jiwa. Menurut data dari Posko Postmortem Crisis Center Pemkabh Malang, Selasa (4/10) pukul 10.00 WIB, jumlah yang meninggal mencapai 131 orang.

"Tidak semuanya tertutup, tapi sebagian sudah ada yang dibuka," ujar Ahmad Riyadh, saat sesi jumpa pers, Selasa (4/10).

"Yang masih ditutup itu telat komando, belum sampai ke tujuan," katanya menambahkan.

1 dari 1 halaman

Hukum Security Officer Arema FC

Kelalaian itu membuat Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi untuk Security Officer Arema FC, Suko Sutrisno. Ia dilarang beraktivitas di lingkungan sepak bola selamanya.

"Security officer Arema FC, Suko Sutrisno yang mengatur semua alur keluar masuk penonton pintu masuk stadion. Dia bertanggung jawab poin yang harus terlaksana," tutur Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing.

"Suko Sutrisno sebagai petugas pertandingan tidak boleh beraktivitas seumur hidup di lingkungan sepak bola," imbuhnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR