Disenggol Haruna Soemitro, 5 Pemain Timnas Indonesia yang Terancam dengan Sandy Walsh Dkk

Asad Arifin | 17 Januari 2022, 12:59
Haruna Sumitro (c) Ist
Haruna Sumitro (c) Ist

Bola.net - Rencana PSSI melakukan naturalisasi pada empat pemain keturunan mendapat kritik dari Haruna Soemitro. Uniknya, Haruna adalah anggota Exco PSSI. Dia punya terlibat dalam pengambilan keputusan.


Keempat pemain yang disiapkan untuk membela Timnas Indonesia adalah Sandy Walsh, Jordi Amat, Mees Hilgers, dan Ragnar Oratmangoen. Ketiganya berposisi sebagai bek. Sandy berposisi bek sayap kanan, sementara Amat dan Hilgers bek tengah. Sedangkan, Oratmangoen adalah winger.

Rupanya, rencana ini mendapat kritik dari Haruna. "Kritik saya begini. Ketika kita mau menaturalisasi kita harus aple to aple dengan pemain lokal kita. Apakah pemain lokal kita tidak ada yang sebagus itu," ucap Haruna dalam kanal YouTube JPNN.COM.

"Kalau kemudian kedatangan dia (pemain naturalisasi) menghilangkan kesempatan bagi anak bangsa kita, itu menjadi masalah besar kan begitu," katanya.

Empat pemain naturalisasi yang kini dokumennya sedang diproses mungkin bisa membuat Timnas Indonesia makin kuat. Tapi, seperti kata Haruna, mungkin ada pemain lokal yang bakal menjadi korban.

Siapa saja mereka? Simak di bawah ini ya Bolaneters:

1 dari 5 halaman

Egy Maulana Vikri

Selebrasi Egy Maulana Vikri usai mencetak gol di laga Timnas Indonesia vs Singapura di leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Sabtu (25/12/2021) malam WIB. (c) AP Photo

Posisi Egy Maulana Vikri dapat terancam dengan naturalisasi pesepak bola keturunan. Peran pemain berusia 21 itu mirip dengan Ragnar Oratmangoen.

Transfermarkt mencatat Oratmangoen berposisi sebagai winger kanan, peran yang dimainkan oleh Egy di Timnas Indonesia.

Oratmangoen adalah pemain Go Ahead Eagles di Eredivisie. Winger berusia 23 tahun itu telah bermain 19 kali dan menorehkan dua assists di Liga Belanda musim ini.

2 dari 5 halaman

Witan Sulaeman

Selebrasi Witan Sulaeman (8) bersama pemain Timnas Indonesia setelah mencetak gol ke gawang Laos di Piala AFF 2020. (c) AFF Suzuki Cup

Selain berposisi sebagai winger kanan, Ragnar Oratmangoen juga dapat bermain sebagai winger kiri. Sekilas dari posisinya, karakteristik pemain kelahiran 21 Januari 1998 itu juga identik dengan Witan Sulaeman di Timnas Indonesia.

Witan dapat bermain dalam banyak posisi di lini depan di Timnas Indonesia, mulai dari winger kanan, kiri, hingga penyerang lubang.

Jika Oratmangoen dimainkan sebagai winger kiri demi mengakomodir Egy di kanan, maka Witan akan menjadi korban. Untungnya, pemain berusia 20 tahun itu bisa didorong ke depan sebagai second striker.

3 dari 5 halaman

Asnawi Mangkualam

Aksi Asnawi Mangkualam Bahar di laga leg pertama final Piala AFF 2020 antara Timnas Indonesia vs Thailand di National Stadium, Singapura, Rabu (29/12/2021) malam WIB. (c) AP Photo

Andai Shin Tae-yong tidak mengubah posisinya, Asnawi Mangkualam bisa saja hanya menjadi ban serep bagi Sandy Walsh mengingat keduanya bermain sebagai bek sayap kanan.

Setahun belakangan, Asnawi melejit menjadi pemain tidak tergantikan di tim berjuluk Skuad Garuda itu. Bek Ansan Greeners ini bahkan telah dipercaya sebagai wakil kapten Timnas Indonesia.

Asnawi harus bersaing dengan Sandy Walsh yang notabene bukan pemain sembarangan. Dia adalah tulang punggung KV Mechelen di Liga Belgia. Di musim ini, Sandy telah bermain 20 kali dan mencetak dua gol plus lima assists.

4 dari 5 halaman

Elkan Baggott

Pemain Timnas Indonesia, Elkan Baggott (c) Dok. PSSI

Nasib palang pintu lokal Timnas Indonesia paling rentan dengan rencana naturalisasi pemain keturunan. Sebab, Mees Hilgers dan Jordi Amat berposisi sebagai bek tengah.

Hilgers adalah bek muda berprospek cerah yang membela FC Twente di Eredivisie. Masih berusia 20 tahun, ia telah bermain 17 kali di musim ini.

Kans Elkan Baggott untuk menjadi pemain utama Timnas Indonesia tentu kecil jika naturalisasi keduanya terwujud. Padahal, pemain berusia 19 tahun itu baru memilih Indonesia ketimbang Inggris atau Thailand.

5 dari 5 halaman

Alfeandra Dewangga

Alfeandra Dewangga (kiri) mencoba menghentikan Chanathip Songkrasin (kanan) di laga leg pertama final Piala AFF 2020 antara Timnas Indonesia vs Thailand di National Stadium, Singapura, Rabu (29/12/202

Jika Mees Hilgers adalah bek bertalenta, maka Jordi Amat ialah palang pintu berpengalaman yang telah malang melintang di Spanyol, Inggris, hingga Belgia.

Setelah berkarier di Espanyol, Swansea, Real Betis, sampai Rayo Vallecano, Jordi Amat membela KAS Eupen di Liga Belgia. Dia membukukan 20 pertandingan di musim ini.

Keberadaan pemain keturunan nantinya bukan hanya mengganggu Baggott, namun juga Alfeandra Dewangga. Bek berusia 20 tahun yang mencuri perhatian di Piala AFF itu bakal sulit bersaing dengan Jordi Amat dan Hilgers.

Disadur dari Bola.com: Muhammad Adiyaksa/Hendry Wibowo, 17 Januari 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR