Dipanggil Bareskrim Terkait Dugaan Pengaturan Skor, Begini Jawaban Sesmenpora

Dimas Ardi Prasetya | 26 Desember 2018, 20:52
Gatot S Dewa Broto (c) Fitri Apriani
Gatot S Dewa Broto (c) Fitri Apriani

Bola.net - - Kemenpora melalui Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto memenuhi panggilan dari penyidik Bareskrim Mabes Polri. Pemanggilan ini sebagai bagian dari usaha Polri mengusut dugaan pengaturan skor secara sistematis yang terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia.


Gatot memenuhi panggilan dari Bareskrim pada Rabu (26/12/2018). Gatot menyatakan, dirinya dicecar sekitar 25 pertanyaan.

Pemanggilan ini, kata Gatot, seputar dugaan pengaturan skor dan kaitannya dengan bandar judi. Dirinya dipanggil dalam kapasitasnya selaku pihak yang sering mengkritisi soal dugaan ini.

"Saya baru saja memenuhi panggilan Bareskrim. Dalam Bareskrim ada tim, ada satgas yang ditugaskan dalam rangka menuntaskan soal pengaturan skor. Tadi itu pemeriksaan berjalan mulai pukul 10.00 WIB, berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Materinya mulai bersifat umum yang masuk tupoksi sesmenpora, lalu kaitannya dengan kompetisi dan BOPI," ujar Gatot.

Klik halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 2 halaman

Laga yang Diatur Skornya

Gatot melanjutkan, dalam pemeriksaan, dia dicecar pertanyaan mengenai pertandingan yang tak disebutkan secara rinci. Gatot ditanyai apakah mengetahui keberlangsungan pertandingan itu.

"Kami sampaikan kalau Kemenpora tidak memonitor secara khusus, karena sifatnya secara teknis itu di luar kewenangan kami," tutur Gatot.

Selama bergulirnya Liga 1 2018, Gatot mengaku hanya menonton pertandingan Persija Jakarta versus Mitra Kukar. Itupun karena undangan.

"Sempat (ditanya soal bandar judi), tapi tidak diformatkan dalam BAP. Tadi sempat ada referensi umum 'Esensi Penuntasan Skor', satu lagi adalah laporan lengkap dari Tim 9," kata Gatot.

Tim 9 adalah pihak yang dibentuk Kemenpora pada awal 2015, yang bekerja saat membekukan PSSI. Ketika itu, Tim 9 memanggil seorang runner yang diharapkan bisa menjadi whistle blower.

Tapi faktanya, saat itu yang bersangkutan tidak menjadi whistle blower. Jadi Gatot menyerahkannya kepada penyidik.

"Kemenpora berjanji kooperatif seandainya dipanggil lagi. Saya dengar PSSI besok juga akan memenuhi undangan," imbuh Gatot.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR