Di Balik Layar 3 Pemain Muda Arema FC: Teken Kontrak Tanpa Baca Isinya

Asad Arifin | 10 Maret 2021, 12:33
Arema FC di Shopee Liga 1 2020 (c) Bola.com/Iwan Setiawan
Arema FC di Shopee Liga 1 2020 (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Arema FC beberapa waktu lalu memberikan kontrak jangka panjang untuk tiga pemain muda. Ada cerita unik di balik momen tersebut. Salah satu pemain tak membaca isi kontrak dan langsung menekennya.


Tiga pemain muda tersebut yakni Wiga Brilian, Sandy Ferizal dan Ricga Febiyan. Mereka jadi tiga pemain pertama yang dapat kontrak 3 tahun. Proses penandatanganannya berlangsung di kantor manajemen tengah pekan lalu (3/3/2021).

Sebelum tanda tangan kontrak, ternyata mereka tidak tahu jika nantinya dapat kontrak jangka panjang. Jadi, ketiga pemain ini sempat memberikan reaksi yang berbeda. Antara senang dan bingung.

Berikut reaksi ketiga pemain itu ketika dapat kontrak jangka panjang di Arema FC.

1 dari 3 halaman

Tak Sempat Baca Puluhan Lembar Kontrak

Saat menerima kontrak di depannya, Wiga Brillian mengaku bingung. Dia melihat kontrak yang lumayan tebal. Sebelumnya, pemain 21 tahun ini tak pernah dapat kontrak 3 musim seperti ini.

Tentu rincian kontraknya berbeda di Arema FC dengan klub sebelumnya, yakni Persenga Nganjuk, Persis Gotong Royong, Persela Lamongan U-19, dan Semeru FC Lumajang.

“Kalau tidak salah ada 35-36 lembar kontraknya. Kalau tidak salah 3 tahun durasinya. Tapi detailnya tidak tahu karena banyak lembarannya. Saya jalani saja,” kata peman yang sempat tergabung dalam tim PON Jatim ini.

Umumnya, pemain akan lebih dulu melihat nilai kontrak, gaji hingga durasi. Tapi Wiga memilih langsung membubuhkan tanda tangan dan fokus agar dapat kesempatan main di skuad Singo Edan.

2 dari 3 halaman

Hubungi Orang Tua

Berbeda dengan Wiga yang langsung menandatangani kontrak, Sandy Ferizal sempat meminta waktu sejenak.

Dia menghubungi orang tuanya untuk dapat persetujuan Karena dikontrak 3 musim tentu bukan waktu yang singkat. Meskipun dalam hatinya dia sangat senang bisa membela klub tanah kelahiran.

“Awalnya kaget juga dapat kontrak 3 tahun. Tapi saya tetap telepon orang tua sebelum tanda tangan. Setelah dapat izin, saya ambil kontrak ini. Pasti senang kalau saya pribadi karena asli Malang,” kata pemain yang sempat berguru di ASIFA Malang dan dikontrak Barito Putera ini.

Ini ibarat sebuah rezeki yang datang tak terduga. Pada musim 2020, Sandy tidak membela klub manampun. Setelah tak lagi bersama Barito Putera, dia nyaris terjun ke Liga 2 untuk membela Persijap Jepara.

“Tahun lalu tidak ada klub. Mau gabung Persijap di Liga 2, tapi kompetisinya keburu berhenti karena pandemi,” terangnya.

3 dari 3 halaman

Revisi Tambahan Durasi

Cerita agak unik dialami Ricga Febiyan. Pemain asal Kabupaten Malang ini sempat dirilis manajemen Arema dikontrak selama 2 musim. Itu adalah permintaan Ricga.

Dia tidak menyebutkan alasan hanya ingin dikontrak 2 tahun. Namun setelahnya, dia berubah pikiran. Manajemen Arema FC semula menginginkan dia diikat 3 tahun, sama seperti Wiga dan Sandi.

“Awalnya memang saya minta 2 tahun. Tapi setelah saya pikirkan lagi, saya telepon sekretaris tim. Minta ditambah 1 tahun lagi. Jadi 3 tahun kontraknya,” kata pemain berusia 19 tahun ini.

Dia berpikir bisa lebih lama di Arema ada sisi positifnya. Ricga merasa bisa lebih matang lagi. Karena usianya saat ini masih sangat muda.

Di Arema, dia bisa digembleng dan banyak belajar dari deretan gelandang bertahan yang lebih senior. Sebut saja, Hanif Sjahbandi, Jayus Hariono dan lainnya.

Disadur dari Bola.com (Penulis: Iwan Setiawan/Editor: Wiwig Prayugi, 9 Maret 2021)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR